Pemkab Bartim Akan Rehab Bangunan Asrama Mahasiswa Asal Barito Timur di Palangkaraya

Kamis, 17 April 2025 - 21:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barito Timur, MNP – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Barito Timur (Bartim) siapkan Perehaban Asrama untuk siswa-siswi yang kuliah di kota Palangkaraya provinsi Kalimantan Tengah, dengan target selesai di tahun 2025.

Rencana tersebut diutarakan Bupati Bartim, M.Yamin didampingi Kadis dinas Pendidikan, Kabag umum Sekretaris daerah, Kabid dinas PUPR, dan beberapa pihak terkait saat mengunjungi asrama tersebut.

Kepala dinas PUPR-Perkim Bartim, Yumail J Paladuk ST,.MM melalui Kepala bidang Cipta Karya, Paulus menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan Perehaban sesuai petunjuk dari Bupati.

“Kita melakukan inventarisasi aset-aset Pemerintah kabupaten Barito Timur yang belum sempat tersentuh, yang belum sempat terawat karena beliau (Bupati) sudah memantau dan melihat bahkan sebelum beliau menjabat sebagai Bupati,” ucap Paulus, Kamis (17/04/2025).

Paulus menyampaikan perkataan Bupati, yang merasa prihatin karena Pembangunan di Barito Timur belum semuanya tersentuh, salah satunya Asrama mahasiswa di Palangkaraya.

Seperti diketahui Asrama mahasiswa yang ada di Palangkaraya berdiri di lingkungan Universitas Palangkaraya. Ada dua Asrama dibagi untuk Putra dan Putri.

Bangunan untuk Putra itu dibangun sekitar tahun 2012 di era kepemimpinan Bupati Drs. Zain Alkim, kemudian bangunan kedua Asrama Putri dibangun di tahun 2012 di era Dr. Ampera AY Mebas.

“Kedua Bupati sudah berkontribusi besar untuk pembangunan mahasiswa, namun seiring waktu, kalau kita lihat di lapangan memang memerlukan perawatan khususnya. Di asrama Putra kita lihat dari kondisi teknis bangunan memang mengalami penurunan yang cukup drastis,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Paulus, khususnya bagian atas ini karena menggunakan rangka kayu yang usia bangunan sudah sekitar 13 tahun sampai dengan hari ini.

“Ya kami pikir wajar untuk dilakukan renovasi berat. Kemudian juga fasilitas pendukung seperti WC, tempat parkiran dan sebagainya juga perlu kita rehab karena memang mengacu pada usia bangunan,” kata Paulus.

Menurutnya, jika melihat dari jumlah mahasiswa yang menempati, kalau Putra berdasarkan informasi yang didapatkan di sana sekitar 15 orang, yang Putri ada 30 orang.

“Kita bisa melihat bahwa kebutuhan masyarakat kita Bartim khususnya mahasiswa yang tinggal di Palangkaraya memang betul-betul harus kita fasilitasi,” tuturnya.

Paulus menjelaskan sesuai arahan Bupati bahwa ada dua sektor yang harus di dorong. Yang pertama pengelolaannya di bagian umum sekretariat daerah sudah di estimasi dengan baik oleh bagian umum dan ke depannya akan ditugaskan pengurus khusus di Asrama.

Kalau dari aspek penganggaran, Paulus mengusulkan juga nanti untuk nilai penganggaran setelah kita lakukan perencanaan awal dan mengajak konsultan untuk melakukan pra desain.

“Sehingga kita nanti mendapatkan kira-kira berapa pembiayaan untuk rehab bangunan tersebut. Diharapkan sudah reguler dan berjalan cepat dan bisa kita laksanakan perubahan anggaran di tahun 2025,” terangnya.

Paulus menjelaskan secara teknis bangunan Asrama tersebut dapat menampung 40 siswi di Asrama Putri dan 40 orang siswa di Asrama Putra, namun saat ini hanya mampu menampung 15 orang dengan kondisi bangunan yang mengalami kerusakan.

Paulus menyebut, kalau sudah fasilitas bagus akan ditunjang juga dengan fasilitas pendukung, Bupati menyarankan nanti lapangan olahraga di bangun dan pengamanan kawasan di tingkatkan.

“Juga ada permintaan dari mahasiswi untuk dibantu dibuatkan ruang baca atau ruang belajar, sehingga nanti tidak hanya fokus belajar di kamar tapi ada juga ruang belajar seperti perpustakaan kecil,” ujarnya.

Tujuan utama Perehaban Asrama tersebut memiliki fungsi, untuk meningkatkan sumber daya manusia asal Bartim yang nanti akan kembali ke daerah juga sebagai etalase wajah kabupaten Barito Timur, dan bentuk perhatian pemerintah kepada pendidikan.

“Bupati sangat respek terhadap sumber daya manusia kita. Bupati menyampaikan bahwa kalau ada mahasiswa berprestasi yang tinggal di sini kita akan beri penghargaan, jadi mahasiswa yang tinggal di situ nanti akan didaftar secara akademik,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Yulius Yartono/Adi Suseno

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa
Bupati Franc Bernhard Tumanggor Dukung Penuh Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Pakpak Bharat
Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H
Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026
PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup
MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan
Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?
Desak Penegakan Hukum, Tokoh Pendiri Barito Timur Tuntut Investigasi Tuntas Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:41 WIB

Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:23 WIB

Bupati Franc Bernhard Tumanggor Dukung Penuh Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Pakpak Bharat

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:09 WIB

Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:36 WIB

Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:34 WIB

PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup

Berita Terbaru

Ket foto : Instalasi Air Minum Milik Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, di Kp Geledug-Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang. (Photo : Jeffry Sukapura/Tim)

Berita terbaru

Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa

Sabtu, 20 Jun 2026 - 10:41 WIB