Tasikmalaya, MNP – Pemerintah Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, menggelar Pelatihan Budidaya Pertanian (Budidaya Hortikultura) di Aula Kelurahan pada Jumat (21/11/2025).
Kegiatan ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui dana kelurahan, sekaligus menggebrak semangat swasembada pangan.
Pelatihan yang dihadiri oleh Camat, Lurah, Pokmas, dan kelompok tani ini menyoroti pentingnya strategi budidaya yang berkelanjutan dan desakan agar bantuan pemerintah tepat sasaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dadan, SP Perwakilan dari BPP Kecamatan Indihiang, menekankan bahwa budidaya sayuran harus mempertimbangkan peluang dan pangsa pasar.
Ia menyarankan penanaman jenis komoditas yang mudah dipanen dan dipasarkan seperti pakcoy atau saosin, agar hasilnya berkesinambungan dan dapat menambah penghasilan masyarakat.
“Kita gebyarkan, tingkatkan untuk swasembada pangan. Mudah-mudahan hasil dari kinerja Menteri Pertanian ini, kita resmi mencapai swasembada pangan,” ujar Dadan.
Aan Rukiman Ketua KTNA Kecamatan Bungursari juga Narasumber mengungkapkan kekhawatiran mendalam terhadap kondisi petani di Bungursari. Ia menyoroti minimnya dukungan nyata dari pemerintah daerah.
“Kami sangat khawatir sekali dengan kondisi para petani yang ada di Bungursari karena sejauh mana dukungan dari pemerintah. Kami tidak ingin petani gagal lagi, jadi para petani bisa berdasi (berdaya dan sejahtera),” tegas Aan Rukiman.
Ia bahkan menyebut petani sebagai pahlawan tanpa jasa dan meminta pemangku kebijakan di Kota Tasikmalaya, khususnya DKP3 dan pemerintah kota, untuk “menoleh” dan memberikan sentuhan nyata kepada para petani.
Ia juga mengapresiasi kinerja Menteri Pertanian yang berhasil menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20%, berkat kinerja Presiden Prabowo Subianto.
Anto Prawoto Ketua Pokmas Kelurahan Sukamulya melaporkan bahwa kegiatan yang berfokus pada hortikultura ini berjalan lancar dengan antusiasme penuh dari peserta. Namun, ia menyuarakan aspirasi krusial yang sama dari petani, distribusi bantuan harus tepat sasaran.
“Harapan kedepan, bantuan dari pemerintah untuk para petani harus nyampai, jangan sampai terhambat di jalan,” tegas Anto Prawoto.
Ia menyebut adanya informasi dari petani mengenai kendala penyaluran subsidi pupuk, alat seperti traktor, dan benih.
Ia mewanti-wanti agar tidak ada oknum yang menghambat bantuan tersebut. Anto bersyukur, kendala petani membeli pupuk karena belum memiliki Kartu Tani (KTA) kini sudah terselesaikan.
Senada dengan itu, Asep Haris Mustofa Ketua Gapoktan Mulya Tani Kelurahan Sukamulya, meminta Dinas Pertanian agar program-program yang berhubungan dengan petani disosialisasikan secara lebih instan dan dekat kepada ketua kelompok tani maupun petani langsung, demi kesejahteraan yang sesuai harapan.
![]()
Penulis : Gobreg
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan