Menu MBG di Kawalu Tasikmalaya Disorot, Muncul Dugaan Pemborosan Anggaran hingga Keterlibatan Pejabat

Rabu, 11 Maret 2026 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekolah kembali menuai sorotan masyarakat,

Kali ini, perhatian publik tertuju pada salah satu sekolah di wilayah Cijeruk, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, setelah beredar foto menu MBG yang dinilai tidak sebanding dengan tujuan program tersebut.

Program MBG sendiri merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak sekolah, sebagai bagian dari upaya mengatasi masalah malnutrisi dan stunting di Indonesia.

Program ini dirancang agar peserta didik mendapatkan makanan dengan komposisi gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, sayur, dan buah sesuai standar kebutuhan gizi harian.

Namun, kondisi di lapangan yang terjadi di salah satu sekolah di wilayah Cijeruk, Kawalu, justru memunculkan pertanyaan dari berbagai pihak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu MBG yang dibagikan kepada siswa hanya berupa roti burger, potongan mentimun, saus kemasan, serta beberapa makanan kecil yang dikemas dalam plastik, Rabu (11/03).

Menu tersebut dianggap jauh dari gambaran makanan bergizi lengkap yang biasanya terdiri dari nasi, lauk protein seperti ayam atau telur, sayur, serta buah.

Beberapa pihak menilai paket makanan tersebut terlihat sangat sederhana dan tidak mencerminkan menu makan bergizi sebagaimana yang diharapkan dari program nasional tersebut.

Sejumlah warga dan orang tua siswa pun mulai mempertanyakan transparansi pelaksanaan program tersebut, terutama terkait standar menu dan penggunaan anggaran yang dialokasikan untuk program MBG di daerah.

Tidak hanya itu, muncul pula dugaan bahwa dapur penyedia makanan MBG yang berada di wilayah Cicariang, Kecamatan Kawalu, disebut-sebut milik salah satu pejabat di Kota Tasikmalaya.

Dugaan tersebut semakin memicu perhatian masyarakat karena dikhawatirkan menimbulkan konflik kepentingan dalam pelaksanaan program yang menggunakan anggaran negara.

Beberapa warga menyampaikan bahwa jika benar dapur MBG tersebut dimiliki oleh pejabat, maka perlu ada keterbukaan terkait proses penunjukan dapur penyedia makanan.

Menurut mereka, program pemerintah seharusnya dilaksanakan secara transparan dan melalui mekanisme yang jelas agar tidak menimbulkan kecurigaan publik.

Pengamat kebijakan publik menilai bahwa program yang menggunakan dana negara harus memiliki pengawasan ketat, baik dari pemerintah daerah, lembaga terkait, maupun masyarakat.

Hal ini penting agar pelaksanaan program benar-benar sesuai dengan tujuan awalnya, yakni meningkatkan kualitas gizi anak sekolah.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah yang ditujukan untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup guna mendukung tumbuh kembang mereka serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Namun apabila dalam pelaksanaannya ditemukan menu yang tidak sesuai standar atau dugaan pengelolaan yang tidak transparan, maka evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar program tersebut tidak menimbulkan polemik di masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun pihak pengelola dapur MBG di wilayah Cicariang, Kawalu terkait menu yang beredar di masyarakat serta dugaan keterlibatan salah satu pejabat daerah tersebut.

Masyarakat pun berharap pemerintah segera melakukan klarifikasi dan evaluasi agar program MBG benar-benar berjalan sesuai tujuan, yakni memberikan makanan bergizi bagi para siswa, bukan justru menimbulkan polemik baru terkait dugaan pemborosan anggaran.

Loading

Penulis : Ist

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Pererat Silaturahmi, Tujuh DPC Partai NasDem Dapil 2 Garut Gelar Pertemuan di Malangbong
Kawal Pintu Tol Paduraksa Pemalang, Rizal Bawazier Minta Pemerintah Pusat Kaji Efisiensi Logistik
Kapolresta Tasikmalaya Kota Hadir Mendadak di Ta’lim Islah PD Persatuan Umat Islam
Dipergoki Warga, Polisi Bubarkan Balap Liar di Depan GOR Way Handak
Jebol Tembok Gudang Pakai Mobil Pikap, Empat Pria di Natar Ditangkap, 21 Ban Disita
KKG dan Operator Kecamatan Sukaratu Gelar Capacity Building, Perkuat Sinergi dan Penyegaran Kinerja
Sentuhan Teknologi Drum Seeder di Bungursari: Solusi Pertanian Modern Sambut Swasembada Pangan
Padat Karya Mandiri ala Warga: H Jajah Nurjaman Perbaiki Drainase, Warga Mekarwangi Ikut Bergerak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Pererat Silaturahmi, Tujuh DPC Partai NasDem Dapil 2 Garut Gelar Pertemuan di Malangbong

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Kawal Pintu Tol Paduraksa Pemalang, Rizal Bawazier Minta Pemerintah Pusat Kaji Efisiensi Logistik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:14 WIB

Kapolresta Tasikmalaya Kota Hadir Mendadak di Ta’lim Islah PD Persatuan Umat Islam

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Dipergoki Warga, Polisi Bubarkan Balap Liar di Depan GOR Way Handak

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Jebol Tembok Gudang Pakai Mobil Pikap, Empat Pria di Natar Ditangkap, 21 Ban Disita

Berita Terbaru

Berita terbaru

Dipergoki Warga, Polisi Bubarkan Balap Liar di Depan GOR Way Handak

Minggu, 25 Okt 2026 - 11:09 WIB