PAKPAK BHARAT, MNP – Menunjukkan respon cepat terhadap bencana di wilayahnya, Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, bersama Camat Salak, Herlita HI Banurea, turun langsung ke Desa Kuta Tinggi untuk mengunjungi warga yang terdampak banjir akibat meluapnya Sungai (Lae) Sibintoha.
Kehadiran orang nomor satu di Pakpak Bharat ini bertujuan untuk memastikan keselamatan warganya sekaligus memberikan bantuan logistik berupa beras dan telur kepada dua orang petani yang sempat terjebak di area persawahan saat banjir terjadi.
Menanggapi informasi yang beredar di masyarakat, Pemerintah Kecamatan Salak memberikan klarifikasi resmi mengenai peristiwa tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sempat diberitakan oleh warga lokal sebagai banjir bandang, namun kami dari Pemerintah Kecamatan Salak menyatakan bahwa peristiwa ini bukan banjir bandang, melainkan luapan dari Lae Sibintoha,” ujar Camat Salak, Herlita HI Banurea.
Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras yang melanda kawasan Desa Kuta Tinggi sejak pukul 15.00 WIB. Tingginya curah hujan menyebabkan debit air Lae Sibintoha meningkat drastis hingga meluap pada pukul 17.00 WIB.
Luapan sungai tersebut mengakibatkan sebuah jembatan Rambingen sederhana, yang menjadi akses penghubung antara pemukiman warga dan lokasi persawahan Sigarmas Kuta Baru, hanyut terbawa arus.
Akibatnya, dua orang petani yang berada di pondok sawah sempat terjebak dan kesulitan untuk kembali ke rumah karena akses jembatan yang sudah terputus. Dari dua pondok yang ada di lokasi, satu pondok dilaporkan mengalami rusak berat akibat diterjang luapan air.
Mendapat laporan tersebut, Camat Salak bersama perangkat desa dan warga sekitar bergerak cepat melakukan upaya penyelamatan. Petugas memandu kedua petani tersebut dari seberang untuk mengarah ke Jembatan Sigarmas yang lebih aman.
Setelah melalui proses yang dramatis, sekitar pukul 19.00 WIB, kedua warga tersebut akhirnya berhasil dievakuasi dan tiba di Sigarmas dengan selamat.
Sesaat setelah berhasil dievakuasi, Camat Salak bersama Kepala Desa dan Ketua PKK Desa Kuta Tinggi langsung memberikan beras pihir (mengkicik) serta makanan hangat untuk memulihkan tenaga dan trauma kedua warga tersebut.
Setelah kondisinya stabil, Camat Salak mengantarkan mereka kembali ke kediamannya di Dusun 3 Sosial, Desa Kuta Tinggi.
Pihak Kecamatan Salak juga bergerak cepat dengan langsung berkoordinasi dan menyampaikan laporan resmi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pakpak Bharat, yang langsung direspon cepat oleh tim evakuasi dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Kunjungan Bupati Franc Bernhard Tumanggor ke lokasi bencana ini juga dimanfaatkan oleh warga setempat untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan mereka.
Warga sangat mengharapkan adanya pembangunan jembatan pengganti serta tanggul penahan tanah di sekitar areal persawahan guna mengantisipasi luapan sungai di kemudian hari.
Mendengar keluhan tersebut, Bupati Pakpak Bharat langsung memberikan instruksi tegas kepada Kepala BPBD Pakpak Bharat, Augusman Harapan Padang, untuk segera turun ke lapangan guna melakukan peninjauan teknis dan mengambil langkah penanganan darurat.
![]()
Penulis : Benny Solin
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan