Nyanyian Sunyi Para Pedagang Jelang Idul Fitri di Jalur Mudik Pantura Pemalang

Rabu, 26 Maret 2025 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang, MNP – Para pedagang makanan dan minuman di jalur mudik lebaran Pantura Pemalang antara Perbatasan kota hingga jalur arah ke Pekalongan mengeluhkan sepinya pembeli pada moment mudik lebaran tahun ini.

Diannoviita Sari (20) seorang pedagang warung makan dan minuman yang berada di jalur lingkar utara Pemalang, mengeluhkan sepinya pembeli pada moment mudik lebaran tahun ini,

“Untuk pemudik yang mampir ke warung buat istrahat makan dan minum, biasanya lebaran kurang satu minggu sudah ramai, bahkan parkiran sepeda motor dan roda empat sampai ratusan, hari ini dan kemarin sepi,” keluh Dian, Rabu (26/3/2025) .

Dirinya menambahkan, jika akibat sepinya pembeli omzet dagangannya anjlok sampai 50 % sendiri,

“Jika biasanya sampai 1 juta omzet jualan dari pagi sampai malam, tahun ini hanya masuk pendapatan Rp 500 ribu,” Jelasnya.

Ditempat yang sama, Mulyanto (50) seorang pedagang bubur ayam juga merasakan hal yang sama.

‘Tahun kemarin saya bisa masak bubur sampai 4 kilogram beras, tapi sekarang 2 kilo saja susah habisnya,” keluhnya.

Sementara itu, menurut Dito (30) Pemudik sepeda motor dengan tujuan Blora, Jawa Tengah, menuturkan jika perjalanan mudiknya dari Bekasi sampai Comal Pemalang lancar, tidak ada kendala yang dialaminya,

“Saya berangkat dari Bekasi semalam, mengalami macet di Cikarang, untuk selanjutnya lancar tidak ada kendala,” tuturnya.

Beberapa faktor penurunan sepinya para pedagang arus mudik moment lebaran, diantaranya karena menurunnya angka pemudik untuk tahun ini, juga banyaknya PHK yang melanda para kaum perantau di Ibukota Jakarta dan sekitarnya.

Salah satunya adalah Rizky (35) perantau asal solo ketika dikonfirmasi sedang istirahat di sebuah warung dekat pom bensin Comal menceritakan, jika dirinya hampir satu bulan tidak bekerja di Jakarta.

“Tadinya saya karyawan pabrik, tapi karena terkena PHK ini masih nyari pekerjaan lagi jadi pulang mudik juga ngga bawa uang,” terangnya.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Geger! Warga Garut Temukan Bayi Laki-laki dalam Tas Tergeletak di Gang Masjid
Misteri Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum, Antara Ada dan Tiada?
Tanda Tanya Besar di Balik Proyek Jalan Usaha Tani Bartim: Ketidakjelasan Objek, Pernyataan Berubah dan Tanggung Jawab yang Kabur
Seremonial Puncak Acara HJB di Citalahab Malasari, Hakikat Sebenarnya untuk Masyarakat atau Birokrat?
Waspada Hantavirus! Rutan Pemalang Screening Kesehatan Petugas dan Warga Binaan
Dinilai Ancam Kerusakan Alam, Kades Belik Tegaskan Tolak Tambang Galian C
Ditinggal Bakar Sampah, Lahan Milik Wakil Bupati Pemalang Hangus Terbakar
Sekdes Sukamanah Raih Apresiasi Masyarakat Berkat Pelayanan Prima

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:14 WIB

Geger! Warga Garut Temukan Bayi Laki-laki dalam Tas Tergeletak di Gang Masjid

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:52 WIB

Misteri Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum, Antara Ada dan Tiada?

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:36 WIB

Tanda Tanya Besar di Balik Proyek Jalan Usaha Tani Bartim: Ketidakjelasan Objek, Pernyataan Berubah dan Tanggung Jawab yang Kabur

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:30 WIB

Seremonial Puncak Acara HJB di Citalahab Malasari, Hakikat Sebenarnya untuk Masyarakat atau Birokrat?

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:58 WIB

Waspada Hantavirus! Rutan Pemalang Screening Kesehatan Petugas dan Warga Binaan

Berita Terbaru