Miris, Kondisi Sapras SDN 1 Pamalayang Garut Butuh Bantuan Pemerintah 

Kamis, 28 September 2023 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, MNP – Pendidikan merupakan elemen penting dalam memajukan suatu bangsa, namun dalam menentukan kualitasnya, semua harus ditunjang pula sarana prasarana yang memadai.

Tapi tidak dengan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Pamalayang kecamatan Cikelet Kabupaten Garut yang sebagian ruang kelasnya sudah tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

Pasalnya, dengan kondisi yang cukup riskan tersebut akan tidak menciptakan rasa nyaman dan menganggu konsentrasi guru dan siswa di ruang kelas.

Mirisnya lagi, dari sekolah ini tidak mempunyai ruang guru (kantor) dan sementara nebeng di ruang kelas. Keadaan seperti ini sudah berlangsung cukup lama

Menurut Kepala SDN 1 Pamalayang, Engkom Komariah S.Pdi membernarkan jika selama ini kondisi beberapa ruang kelas rusak parah, sehingga mengakibatkan kekhawatiran di pihak sekolah.

“Apalagi sebentar lagi akan masuk musim penghujan coba lihat, atap sudah pada bocor, kaca sudah pada pecah, kelas dan ruang guru bersatu,” ungkap Engkom kepada wartawan, Selasa (26/09/2023).

Menurutnya, kondisi ini sudah mengurangi konsentrasi kegiatan belajar mengajar. Meski pihak SDN 1 Pamalayang sudah beberapa kali mengajukan permohonan bantuan perbaikan, namun belum juga ada bantuan.

“Kami masih menunggu uluran tangan dari pihak terkait, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Garut,” ungkap Engkom.

Sebagai informasi SDN 1 Pamalayang yang berlokasi di kecamatan Cikelet Garut ini dihuni oleh 117 siswa.

Salah seorang staff pengajar yang enggan disebutkan namanya menyebut, selain mengalami kerusakan di beberapa ruang kelas sekolah, saat ini juga SDN 1 Pamalayang masih kekurangan satu ruang belajar dan satu ruang guru.

“Sekali lagi kami harap secepatnya ada bantuan, agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan,” tandasnya.

Loading

Penulis : Yana

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Perbaikan Lantai Jembatan Melintut Masuk Program Tahun 2026, Gunakan Teknik Konstruksi Siap Pakai
Geger! Warga Garut Temukan Bayi Laki-laki dalam Tas Tergeletak di Gang Masjid
Misteri Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum, Antara Ada dan Tiada?
Tanda Tanya Besar di Balik Proyek Jalan Usaha Tani Bartim: Ketidakjelasan Objek, Pernyataan Berubah dan Tanggung Jawab yang Kabur
Seremonial Puncak Acara HJB di Citalahab Malasari, Hakikat Sebenarnya untuk Masyarakat atau Birokrat?
Waspada Hantavirus! Rutan Pemalang Screening Kesehatan Petugas dan Warga Binaan
Dinilai Ancam Kerusakan Alam, Kades Belik Tegaskan Tolak Tambang Galian C
Ditinggal Bakar Sampah, Lahan Milik Wakil Bupati Pemalang Hangus Terbakar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:44 WIB

Perbaikan Lantai Jembatan Melintut Masuk Program Tahun 2026, Gunakan Teknik Konstruksi Siap Pakai

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:14 WIB

Geger! Warga Garut Temukan Bayi Laki-laki dalam Tas Tergeletak di Gang Masjid

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:52 WIB

Misteri Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum, Antara Ada dan Tiada?

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:36 WIB

Tanda Tanya Besar di Balik Proyek Jalan Usaha Tani Bartim: Ketidakjelasan Objek, Pernyataan Berubah dan Tanggung Jawab yang Kabur

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:30 WIB

Seremonial Puncak Acara HJB di Citalahab Malasari, Hakikat Sebenarnya untuk Masyarakat atau Birokrat?

Berita Terbaru