Tasikmalaya, MNP – Milad ke 37 Tahun SMPN 16 Kota Tasikmalaya berlangsung meriah dengan tema Erat Berkolaborasi untuk Pendidikan yang Lebih Berarti, Selasa (25/02/2025).
Taufik Hidayat S.Pd Wakasek Bidang Humas/Ketua Pelaksana mengucapkan rasa syukur kegiatan milad ke 37 tahun SMPN 16 Tasikmalaya bisa terlaksana terwujud berkat kolaborasi semua pihak terutama warga sekolah yang begitu antusias menyambut.
Menurutnya, tujuan kegiatan ini untuk silaturahmi diantara warga sekolah dengan masyarakat sekitar, menampung bakat minat anak yang muncul untuk dipentaskan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kemudian ada kepedulian kepada masyarakat (bakti sosial, red) yang sudah rutin dilakukan setiap tahun sebagai rasa empati kepedulian dan eksistensi sekolah yang semakin tambah umurnya semakin di akui di masyarakat,” jelas Taufik Hidayat.
Dijelaskan Taufik Hidayat, pembagian bakti sosial sesuai dengan umurnya 37 tahun, jadi 37 orang yang berhak menerima baksos.
“Tetapi karena kebaikan bapak ibu juga di sini, ada anak anak yatim piatu warga sekolah juga mendapatkan bagian. Jadi semua totalnya 46 fakir miskin jompo dan anak yatim piatu,” kata Taufik Hidayat.
Milad ini dihadiri Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Kabid Pengawas Pembina SMP, Komite, Koramil, Babinsa, Polsek, tokoh masyarakat, purna bakti dan para alumni.
“Semoga kedepannya SMPN 16 tambah berkembang maju, terutama kepercayaan masyarakat akan lebih baik lagi. Mudah mudahan lulusan SMPN 16 menjadi manusia yang berkualitas sholeh salehah, berguna bagi bangsa dan negara,” ungkap Taufik Hidayat.
Ditempat sama, Komite Sekolah Yayan Kartiyan M.Pd menyebut, peringatan milad ke 37 tahun ini merupakan inspirasi dan motivasi untuk perkembangan kemajuan SMPN 16 Kota Tasikmalaya.
Yayan mengatakan, 37 tahun di usia manusia itu istilahnya sudah mempunyai kematangan, sehat dan prima.
“Semoga menjadi semangat bagi bapak ibu guru dan warga pendidikan di SMPN 16 untuk kemajuan pendidikan sekolah menengah satu satunya yang ada di kecamatan Bungursari,” harap Yayan.
Sementara itu, Kepala Sekolah Titin Suryani S.Pd menerangkan makna tema yang diusung Erat Berkolaborasi untuk Mewujudkan Pendidikan yang Lebih Berarti.
“Artinya ada misi yang dibawa yaitu kami berharap kerjasama baik antara kepala sekolah guru dengan guru dengan tenaga administrasi sekolah staf siswa itu bisa semakin erat lagi,” tutur Titin.
“Kenapa berharap erat?? karena kalau erat di situ ada kekeluargaan keharmonisan, jadi tujuannya untuk mewujudkan pendidikan yang lebih berarti supaya pendidikan di SMPN 16 ini makin berkualitas,” tambahnya.
Titin menjelaskan, apa yang ingin dicapai dari kolaborasi yang erat itu? yaitu pendidikan berkualitas, anak anak sebagai objek maupun subjek pendidikan mereka bisa berkembang sesuai dengan potensinya, karena guru sadar potens bakat minati anak itu tidak sama.
“Jadi kami berharap mereka itu berkembang sesuai dengan potensinya, makanya pendidikan bisa lebih berarti mereka bisa berkembang berprestasi sesuai dengan potensinya,” beber Titin.

Terkait penandatanganan prasasti aviary, karena lahan di SMPN 16 cukup luas, sehingga dimanfaatkan dulu, meski sudah punya aviary tapi terbengkalai karena letaknya jauh dari ruang guru, namun pihak sekolah mencoba lahan baru.
“Jadi awalnya yang membuat guru itu di kelompokan, sesuai visi misi, ada kelompok unggul, kelompok karakter berkarakter, kelompok literasi dan lingkungan hidup. Karena kita budaya lingkungan salah satu visinya,” papar Titin.
Dari kelompok yang budaya lingkungan inilah ingin menghidupkan kembali aviary, kemudian menata lingkungan dan kebetulan ada yang siap mencari dananya.
“Alhasil terwujudlah aviary ini yang ukurannya 10 X 5 meter, isinya ada burung gelatik, kutilang, parkir jogjog/trucuk, puter perkutut, love bird dan lain lain,” ucapnya.
Anak sekolah menyambut antusias dengan adanya aviary, mereka merasa senang bahkan sudah mulai belajar peduli terhadap keberadaan burung burung ini.
“Bu aku mau ngasih pakan, bu aku mau ngambil makanannya, itu dari anak sekolah sudah muncul kesadaran. Ini satu pembelajaran yang berharga untuk keberlangsungan hidup alam,” tandas Titin.
Selain itu, dalam Milad ini diadakan pentas seni, ada riung angklung dan sundareka yaitu mengenalkan budaya sunda kawih tari tarian. Kemudian kalau angklung yaitu fokus kepada angklungnya bagaimana bermain musik tersebut.
![]()
Penulis : Hendrik
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan