Menteri Kehutanan RI Tinjau Pengolahan Kopi Agroforestri di Garut

Senin, 12 Mei 2025 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, MNP – Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, melakukan kunjungan kerja ke Desa Rancasalak, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, pada Sabtu (10/5/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung pengolahan kopi agroforestri oleh Kelompok Perhutani Sosial Mitra Paguyuban Tani Sunda Hejo.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Haeruman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kopi merupakan komoditas perkebunan yang menjadi perhatian pemerintah daerah.

Pihaknya telah memberikan bantuan kepada kelompok tani, baik di lahan milik maupun perhutanan sosial.

“Kami sudah membantu para petani kelompok tani yang ada di perhutanan sosial, beberapa kelompok sudah kami bantu,” ujarnya.

Haeruman juga menjelaskan upaya pelestarian aren sebagai tanaman pengikat air, serta potensi ekonomi dari limbah kopi berupa kasarah (kulit buah kopi) dan kulit ari kopi.

Ia memaparkan sistem penanaman kopi yang optimal dan pengalaman membantu pengembangan kopi di berbagai wilayah.

“Saya sudah 20 tahun lebih dari 8 juta pohon membantu dalam mengembangkan kopi di berbagai wilayah dan alhamdulillah taraf kehidupan petani sudah lebih meningkat dari kopi serta itu menjadi kebanggaan kami,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya penguatan kelembagaan petani kopi agar dapat bersatu dan bekerja sama untuk meningkatkan produksi dan kualitas kopi.

Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan produktivitas kopi melalui model agroforestri.

Pihaknya menyoroti pentingnya peran intermediary yang kredibel dalam perdagangan kopi, sehingga keuntungan dapat dibagi secara adil dengan petani.

“Kalau kita memiliki _intermediary_ yang kredibel, tentu yang namanya dagang harus mendapatkan keuntungan, namun berbagi keuntungannya lebih baik dengan petani,” ujarnya.

Menteri juga menjelaskan tugas kelompok kerja yang dibentuk untuk membuka akses pasar internasional bagi kopi Indonesia.

Ia menekankan bahwa konsumen saat ini tidak hanya memperhatikan rasa, tetapi juga asal dan cara produksi kopi.

“Khususnya teruntuk kopi, sekarang orang lebih tidak hanya soal rasa, tapi asalnya dari mana dan cara memproduksinya seperti apa,” jelasnya.

Ia mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam memperluas lahan perhutanan sosial dan meningkatkan produktivitas kopi. Model agroforestri diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga kelestarian hutan.

“Yang kaya ini bukan yang dagang di ujung dan tengah, tapi juga ada para petaninya. Tentu orang dagang pengen memiliki keuntungan, tapi bagaimana tata kelola kita terurus agar kesejahteraannya lebih maksimum di petani dengan cara mengkoordinasi diri,” ajaknya.

Menteri menekankan pentingnya kekompakan kelompok tani dalam mengelola usaha kopi secara bersama-sama.

Di akhir sambutannya, Ia menyampaikan optimisme atas potensi pengembangan kopi agroforestri di Indonesia.

“Artinya, bahkan baru didiskusikan di Manggala, ternyata sudah dipraktikkan dan ini bagaimana belajar mengabstraksikannya lebih tinggi, kemudian menjadi pola yang lebih baik direplikasi di berbagai tempat, sehingga produktivitas kopi secara nasional bisa meningkat serta kesejahteraan petani lebih baik dengan hutan tetap lestari,” pungkasnya.

Kunjungan Menteri Kehutanan RI ini diharapkan dapat memberikan dorongan bagi pengembangan kopi agroforestri di Kabupaten Garut dan wilayah lainnya di Indonesia, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga kelestarian hutan.

Loading

Penulis : M.Karno

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

MOTU dan Kober Nurul Qur’an Sukses Gelar Haflah Kenaikan Kelas dan Pelepasan Siswa
Bupati Enrekang Wajibkan Ayah Ambil Rapor & Antar Anak Hari Pertama Sekolah: “Ayah Hadir, Anak Hebat
Kabar Duka, Operator Layanan Operasional Disperkim Garut Herwin Firdaus Tutup Usia
Cetak Generasi Unggul Berbasis Agama, Yayasan Nurul Qur’an Gelar Haflah Perpisahan Meriah
Pemdes Rawa Asri Salurkan BLT Dana Desa Tahap II Tahun 2026
Persit Kodim 0612/Tasikmalaya Gaungkan Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Perempuan
Bupati Pakpak Bharat Sampaikan Pidato Nota Pengantar Ranperda tentang APBD TA 2026
Kaban Keuangan Enrekang Pastikan Gaji ke-13 ASN Baru Dibayar Juli, Menunggu Petunjuk Pimpinan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 01:14 WIB

MOTU dan Kober Nurul Qur’an Sukses Gelar Haflah Kenaikan Kelas dan Pelepasan Siswa

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:43 WIB

Bupati Enrekang Wajibkan Ayah Ambil Rapor & Antar Anak Hari Pertama Sekolah: “Ayah Hadir, Anak Hebat

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:08 WIB

Kabar Duka, Operator Layanan Operasional Disperkim Garut Herwin Firdaus Tutup Usia

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:14 WIB

Cetak Generasi Unggul Berbasis Agama, Yayasan Nurul Qur’an Gelar Haflah Perpisahan Meriah

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:18 WIB

Pemdes Rawa Asri Salurkan BLT Dana Desa Tahap II Tahun 2026

Berita Terbaru

Berita terbaru

Pemdes Rawa Asri Salurkan BLT Dana Desa Tahap II Tahun 2026

Selasa, 23 Jun 2026 - 13:18 WIB