Dadan Wardana mengatakan, dengan adanya lomba ini perlu ada motivasi peningkatan literasi dan numerasi, karena keduanya itu tidak bisa dipisahkan.
Dijelaskan Dadan, Kabupaten Tasikmalaya sudah melaksanakan program-program yang diluncurkan dari Kementerian Pendidikan yaitu kurikulum merdeka dan merdeka belajar dalam rangka meningkatkan mutu kualitas pendidikan.
“Tentu melalui kegiatan ini kita berharap nanti para pengawas sesuai tugas pokok fungsi, bisa mengawasi membina kepada satuan pendidikan, kepala sekolah dan para guru untuk bisa menularkan ilmunya,” ucap Dadan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Contohnya lanjut dia, bagaimana cara mengajar yang baik, supaya siswa-siswi atau peserta didik tidak benci di sekolah, tapi menyenangkan ketika belajar.
“Makanya sekarang sudah ada kurikulum merdeka dan merdeka belajar. Oleh karena itu tentu mudah-mudahan pendidikan kita bisa menjadi cikal bakal lebih maju lagi di Kabupaten Tasikmalaya,” harapnya.

Adang Ismail S.Pd, M.Pd pengawas SDN 1,2 dan 3 Manonjaya menerangkan, lomba literasi dan numerasi ini diikuti oleh seluruh siswa mulai dari kelas 1 sampai kelas 6.
Kata Adang, untuk kelas 1, 2, 3 adalah lomba literasi terkait bidang baca tulis hitung. Kemudian untuk kelas 4 lebih difokuskan ke assessment kompetensi minimum, kelas 5 sain dan Mipa, lalu kelas 6 itu ke seleksi siswa berprestasi.
“Hari ini lomba siswa berprestasi kemudian lomba literasi masing-masing kelas 1 sampai kelas 3. Sedangkan untuk besok lomba sains dan MIPA,” bebernya.
Kegiatan ini terang Adang, berkolaborasi dengan seijin Kepala Dinas dalam upaya peningkatan nilai raport pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya. “Besok insyaallah enam besar masuk ke wawancara,” terang Adang.
Wita Nabila Faridah salah satu peserta dari SDN Rahayu Kecamatan Taraju mengaku bangga bisa mewakili sekolahnya untuk mengikuti lomba akademik ini.
“Saya ikut lomba siswa berprestasi, persiapannya, menghafal di sekolah dengan bimbingan guru,” tandas Wita.
![]()
Penulis : Gobreg
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan