TASIKMALAYA, MNP – Dalam upaya merawat dan melestarikan kearifan lokal, khususnya bahasa dan sastra Sunda, ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kecamatan Bungursari mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan Bungursari.
Kegiatan tersebut berlangsung semarak di SDN Sukamulya, Kota Tasikmalaya, Kamis (16/04/2026).
FTBI tahun ini mengusung tema Festival Pendidikan “Memuliakan Kearifan Lokal Menembus Dunia,” yang mencerminkan semangat untuk membawa nilai-nilai budaya lokal ke kancah yang lebih luas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris Pelaksana Kegiatan, Primal Sahrul Arasyid, S.Pd., menjelaskan bahwa antusiasme sekolah dalam mengikuti ajang ini sangat tinggi. Total terdapat 205 peserta dari 16 sekolah dasar yang ada di wilayah Kecamatan Bungursari.
“Untuk kegiatan hari ini, setiap sekolah mengirimkan 14 perwakilan putra dan putri. Ada tujuh mata lomba yang diperebutkan,” ujar Primal saat ditemui di lokasi kegiatan.
Adapun mata lomba yang dilaksanakan meliputi Lomba Nembang Pupuh yang berpusat di panggung utama. Sementara itu, enam mata lomba lainnya, yaitu Biantara (Pidato), Borangan (Ngabodor Sorangan/Stand-up Comedy Sunda), Carpon (Menulis Cerita Pendek), Aksara Sunda, Sajak, dan Ngadongeng, dilaksanakan di ruang-ruang kelas.
Primal berharap melalui FTBI ini akan muncul bibit-bibit baru yang berbakat di bidang kesenian dan bahasa Sunda dari Kecamatan Bungursari. “Semoga para pemenang nantinya bisa berprestasi tidak hanya di tingkat Kota Tasikmalaya, tetapi juga menembus tingkat nasional,” tambahnya.
Kegiatan FTBI kali ini juga terasa istimewa sekaligus haru, karena bertepatan dengan masa Purna Bhakti Ketua Pelaksana Kegiatan, Cucu Juariah, S.Pd., SD.
Primal menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kontribusi Cucu Juariah selama ini di Forum Komunikasi Guru Pembimbing Kesenian (FKGPK) Kecamatan Bungursari.
“Kami para pengurus selanjutnya berkomitmen untuk terus melanjutkan semangat perjuangan beliau dalam meningkatkan prestasi kesenian di masa depan. Apalagi sekarang FKGPK banyak diisi oleh guru-guru muda, semoga semangat muda mereka mengalir dalam membimbing dan membina kesenian di Kecamatan Bungursari,” harap Primal.
Senada dengan Primal, Ketua Pelaksana Cucu Juariah, S.Pd., SD., menegaskan bahwa tujuan inti dari FTBI bukan hanya melatih kreativitas anak, tetapi juga menggali inovasi para guru pembimbing di bidang seni.
“Alhamdulillah, hasil lomba setiap tahunnya bervariatif dan bergantian juaranya. Ini membuktikan bahwa guru-guru di setiap sekolah memiliki keinginan kuat untuk lebih maju dan berlomba-lomba menjadi lebih baik dalam membina siswanya,” tutur Cucu.
Di akhir masa bhaktinya di dunia pendidikan dan kepengurusan FKGPK, Cucu merasa bahagia sekaligus bangga melihat regenerasi guru-guru hebat dan muda yang potensial di Kecamatan Bungursari.
“Insya Allah, dengan adanya regenerasi, FKGPK akan lebih hebat dan canggih lagi. Mereka tidak hanya menguasai bidang seni, tetapi juga menguasai IT,” imbuhnya.
Cucu berharap kreativitas dan inovasi di bidang seni terus ditingkatkan. Menurutnya, seni sangat penting untuk mengasah rasa, karsa, dan wirahma para siswa.
“Semoga ajang FTBI ini menjadi pemicu semangat belajar siswa. Bukan hanya untuk mengikuti lomba, tetapi latihan seni yang diberikan para guru diharapkan mampu membentuk karakter anak yang lebih baik,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Momon/Hendrik
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan