Jakarta, MNP – Puluhan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang berpartisipasi dalam pelatihan kemandirian membuat sabun yang berlangsung pada Selasa (25/3/2025).
Kegiatan yang menghadirkan instruktur dari PT. Amanah Maju Jaya Group ini menjadi bagian dari upaya pembinaan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang bermanfaat setelah masa pembinaan selesai.
Kepala Lapas Cipinang, Wachid Wibowo, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen pembinaan berbasis kemandirian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lapas ingin memastikan bahwa warga binaan tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat mereka manfaatkan sebagai modal untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
“Pelatihan ini bertujuan untuk menanamkan jiwa kewirausahaan dan meningkatkan kepercayaan diri mereka agar dapat mandiri setelah bebas,” tegas Wachid Wibowo.
Pelatihan ini juga mencakup berbagai aspek teknis, mulai dari pengenalan dasar sabun deterjen cair dan softener, pemahaman bahan baku seperti Texapon, Sodium Sulfat, minyak esensial, hingga teknik pencampuran yang tepat untuk menghasilkan sabun berkualitas.
“Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai standar kebersihan, prosedur keamanan dalam menangani bahan kimia, hingga teknik pengemasan dan pembuatan label untuk mendukung branding produk,” kata Wachid Wibowo.
Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lapas Cipinang, Yopi Febrianda, menambahkan bahwa program ini selaras dengan salah satu dari 13 program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, yakni peningkatan pendayagunaan warga binaan dalam sektor ekonomi kreatif dan UMKM.
Yopi menyebut, pihaknya tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga membuka peluang bagi warga binaan untuk memahami dunia usaha.
“Dengan keterampilan ini, mereka diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan usaha mandiri atau bahkan industri rumahan setelah mereka kembali ke masyarakat,” jelas Yopi.
Antusiasme tinggi terlihat dari para peserta yang mengikuti pelatihan dengan penuh semangat.
Salah seorang warga binaan mengungkapkan bahwa pengalaman ini sangat berharga baginya.
“Saya merasa sangat terbantu dengan pelatihan ini. Selain menambah keterampilan baru, saya juga mendapatkan wawasan tentang peluang usaha yang bisa saya coba nanti setelah bebas,” ungkapnya.
Dengan adanya pelatihan ini, Lapas Cipinang tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga memperkuat komitmennya dalam menciptakan warga binaan yang produktif dan siap bersaing di dunia kerja.
Program ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menciptakan pembinaan yang inklusif, berdaya guna, dan berdampak positif bagi masa depan warga binaan serta masyarakat luas.
![]()
Penulis : Ragil
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan