Krisis Keuangan Enrekang: Pemotongan Dana Transfer Rp134 Miliar Ancam Nasib PPPK dan Pembangunan Daerah

Kamis, 25 September 2025 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Enrekang, MNP – Pemerintah Kabupaten Enrekang menghadapi krisis keuangan yang sangat berat akibat pemotongan dana transfer dari pusat sebesar Rp134 miliar pada tahun 2026 mendatang.

Kondisi ini diperparah dengan adanya utang jangka panjang sebesar Rp62 miliar dan utang PEN yang harus dibayar dengan pendapatan asli daerah (PAD) yang hanya ditargetkan sebesar Rp88 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Ahmad Nur, mengungkapkan bahwa tahun lalu jumlah transfer pusat sebesar Rp885 miliar, namun tahun ini tinggal Rp751 miliar.

Kondisi ini sangat memberatkan APBD 2026 dan kemungkinan besar Pemda tidak mampu membiayai belanja wajib daerah, termasuk pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM).

“Belanja pegawai tahun 2026 diperkirakan mencapai Rp509 miliar, sementara DAU bebas transfer dari pusat hanya Rp491 miliar,” jelasnya, Kamis (25/09/2025).

Ahmad Nur menyebut, kondisi keuangan yang sangat sulit ini juga berdampak pada nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Enrekang.

Dirinya mengungkapkan bahwa kemungkinan besar pemerintah daerah akan merumahkan 1085 orang PPPK formasi 2021/2022, karena gaji mereka kurang lebih Rp53 miliar.

“Ini merupakan salah satu contoh efisiensi anggaran yang sangat berat. Dengan kondisi keuangan yang sangat sulit, Pemkab Enrekang harus berhati-hati dalam mengelola keuangan daerahnya,” ungkapnya.

Pemkab Enrekang berharap dapat menemukan solusi untuk mengatasi tantangan keuangan ini dan memastikan bahwa pelayanan publik dapat terus berjalan dengan baik.

“Namun, kemungkinan besar tidak ada pembangunan fisik pada tahun 2026 mendatang,” pungkas Ahmad Nur.

Loading

Berita Terkait

Kemensos Jadikan Kota Tasikmalaya Pilot Project Monitoring dan Validasi Data DTKS 2026
Rizal Bawazier Berbagi Kasih dengan Anak Yatim di Sela Pentas Budaya
Sabet Belasan Medali di Yogyakarta, Prestasi Atlet Taekwondo Tasikmalaya Dinilai Minim Perhatian Pemkot
Tekan Kasus PGK, Poltekkes Tasikmalaya Latih ‘Kader Peduli Ginjal’ di Puskesmas Tamansari 
DPRD Pakpak Bharat Sidangkan Pemandangan Umum Fraksi Terkait APBD 2025
Diduga Rangkap Jabatan, Dua Oknum PNS Kelola BUMDes Tanjung Sari Berpotensi Langgar Aturan
Bau Busuk Sampah Liar di JB Cisinga Tasikmalaya Kian Merajalela, Dinas Terkait Kemana?
Misteri Mega Proyek IPLT Rp9,8 M di Barito Timur: Papan Informasi Tunjuk Dusun Timur, Fisik Dibangun di Dayu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 06:27 WIB

Kemensos Jadikan Kota Tasikmalaya Pilot Project Monitoring dan Validasi Data DTKS 2026

Sabtu, 4 Juli 2026 - 05:29 WIB

Rizal Bawazier Berbagi Kasih dengan Anak Yatim di Sela Pentas Budaya

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:07 WIB

Sabet Belasan Medali di Yogyakarta, Prestasi Atlet Taekwondo Tasikmalaya Dinilai Minim Perhatian Pemkot

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:56 WIB

Tekan Kasus PGK, Poltekkes Tasikmalaya Latih ‘Kader Peduli Ginjal’ di Puskesmas Tamansari 

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:32 WIB

DPRD Pakpak Bharat Sidangkan Pemandangan Umum Fraksi Terkait APBD 2025

Berita Terbaru

Berita terbaru

Rizal Bawazier Berbagi Kasih dengan Anak Yatim di Sela Pentas Budaya

Sabtu, 4 Jul 2026 - 05:29 WIB