Kelompok Aktivis Black Block Gelar Aksi Teaterikal ‘Kesetaraan Pemerintah dengan Kebijakan yang Melenceng’

Senin, 5 Mei 2025 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Kelompok Aktivis Black Block menggelar Aksi Teaterikal Baca Puisi dan Diskusi yang berlangsung di Ruang Bergembira Jalan Cieunteung Gede Kota Tasikmalaya, Minggu malam (04/05/2025).

Aksi Teaterikal yang diberi judul “Kesetaraan Pemerintah dengan Kebijakan yang Melenceng” yang berkisah tentang Ketidakadilan Pemerintah dalam mengemban jabatan.

Ihsan, yang menjadi narator aksi Teaterikal ini mengatakan, kisah ini terjadi di suatu negeri, bukan di Konoha, bukan juga di Wakanda tapi di Tasikmalaya yang notabenenya sejuta cerita dan problematika.

Naza, sebagai Pembaca Puisi menegaskan bahwa aroma anarki begitu kental dalam puisi-puisi Karya Rifki. Anarki di sini bukan semata-mata kekacauan, melainkan penolakan terhadap struktur otoritatif dan nilai-nilai sakral yang sudah dianggap ajeg.

“Dalam seni, ini menjadi pembebasan ekspresi, semacam kebebasan mutlak untuk tidak tunduk pada “aturan-aturan keindahan” yang telah ditetapkan,” kata Naza.

Dalam konteks “Nabi Kesengsaraan”, anarki diterjemahkan sebagai keberanian untuk menggugat, mempertanyakan hal-hal yang dianggap tabu, bahkan sakral, termasuk keyakinan sosial dan religius.

Rifki Syarani Fachry, penyair kelahiran Ciamis 1994, yang melaunching buku berjudul “Nabi Kesengsaraan” menyebut, karyanya bukan sekedar buku puisi, melainkan ruang dialog tentang agama, sosial, tubuh yang sakit, dan jiwa yang melawan.

“Saya juga menafsirkan setiap pembaca bebas menterjemahkan karya, karena puisi tidak seperti undang-undang, tidak harus logis,” ujarnya.

Dia menulis karena merasa tidak memiliki ruang bicara di masyarakat, dimana posisi penyair di masyarakat saat ini.

“Saya merasa seperti orang cacat yang tak punya lidah untuk bicara, maka saya menulis buka supaya masyarakat peka,” tegasnya.

Nampak hadir dalam acara tersebut, Pasar Tasik Gratis, Atas Dasar, Putik Perempuan Indonesia, BEM Fisip Unsil, Umtas, Cipasung dan yang lainnya.

Loading

Penulis : Dadan

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Sederhana Sarat Makna, Isak Haru Warnai Pelepasan 32 Siswa SDN 2 Karang Sambung Tasikmalaya
Satresnarkoba Polres Bartim Ringkus Terduga Pengedar Sabu 1,78 Gram di Tamiang Layang
O2SN Kabupaten Tasikmalaya 2026 Sukses Digelar, Jaring Atlet Potensial Sejak Dini
Efek Donor Darah di Puskesmas Bungursari: Sehat untuk Diri Sendiri, Berkah untuk Sesama
Gandeng UPTD PPA, Media Nasional Potret Sukses Edukasi Ribuan Siswa SMAN 10 Tasikmalaya 
Seru dan Edukatif! Media Nasional Potret, Edukasi Bahaya Bullying dan Narkoba di SMAN 10 Tasikmalaya
Pembangunan SUTT 150 KV Malangbong–Karaha Bodas: Puluhan Warga Garut Mulai Terima Ganti Rugi
Salon Putri Hadir di Malangbong, Tawarkan Beragam Layanan Kecantikan Modern

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 20:01 WIB

Sederhana Sarat Makna, Isak Haru Warnai Pelepasan 32 Siswa SDN 2 Karang Sambung Tasikmalaya

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:44 WIB

Satresnarkoba Polres Bartim Ringkus Terduga Pengedar Sabu 1,78 Gram di Tamiang Layang

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:46 WIB

O2SN Kabupaten Tasikmalaya 2026 Sukses Digelar, Jaring Atlet Potensial Sejak Dini

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:08 WIB

Efek Donor Darah di Puskesmas Bungursari: Sehat untuk Diri Sendiri, Berkah untuk Sesama

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:07 WIB

Gandeng UPTD PPA, Media Nasional Potret Sukses Edukasi Ribuan Siswa SMAN 10 Tasikmalaya 

Berita Terbaru