Kebijakan Radikal Kenaikan BBM yang tidak Masuk Akal

Selasa, 6 September 2022 - 23:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini, MNP – Berbagai Situasi politik dan kebijakan dipertontonkan saat ini membuktikan kegagalan pemerintah dalam kelola Negara dan membuktikan pemerintah menyengsarakan Rakyatnya

Dibawah ini saya mengutip informasi berita

FAJAR.CO.ID. JAKARTA – Aktivis kolaborasi warga Jakarta, Andi Sinulingga memberikan komentar terkait ekspor Minyak mentah ke negara tetangga Singapura.

Kabarnya, bahan baku BBM alias Minyak mentah kilang di Singapura, juga datang dari Indonesia dalam jumlah yang cukup signifikan.

Singapura dikenal sebagai importir Minyak mentah asal Indonesia. Seperti misalnya, pada Januari-September 2019, nilai ekspor Minyak mentah Indonesia ke Singapura adalah 546,71 juta dollar AS. Nilai ini mencapai 43,49 persen dari total ekspor Minyak mentah Indonesia.

Berdasarkan referensi diatas, disini saya akan sedikit mengomentari hal yang tidak masuk diakal.

Pemerintah mengatakan Subsidi Rp 502 Triliun, disisi lain pakar ekonomi menegaslan di TV One hanya Rp 11 Triliun untuk mensubsidi BBM. Entahlah mana yang benar, silahkan publik yang putuskan

Namun, yang tidak masuk akal, minyak dunia harga menurun, kenapa Indonesia malah naik harga, sementara Pertamina adalah perusahaan plat merah yang disubsidi.

Padahal, ada perusahaan swasta mampu menjual BBM sejenis pertalite hanya Rp 8900/ 1 liter. Tapi Pertalite yang katanya disubsidi malalah Ep10.000/liter.

Keanehan terkait harga BBM naik tapi masih harus gunakan aplikasi. Sedangkan satu kali akses biaya aplikasi itu Rp 1000 biaya admin. Contohnya, kalau seorang pemotor membeli pertalite 2 liter x 10.000, ditambah biaya aplikasi Rp 1000, total menjadi Rp 21000.

Ditambah dampak dari aturan aplikasi Rp1000, dampaknya lambat membuat antrian semakin panjang. Artinya ini sudah dagelan, sudah BBM harga dinaikan masih ditambah biaya aplikasi.

Dalam hal ini, saya meminta terhadap yang berwenang untuk evaluasi, kalaupun tetap anda naikin harga BBM buat apa masih ditambah aturan aplikasi.

Kalau memang ujungnya duit ngakalin dan menindas rakyat, sebaiknya aplikasi dihilangkan sekalian saja harga Pertalite  dibuat menjadi Rp 10.500. Selesai masalah!!.

Jangan sudah sulit ditambah sulit, tega sekali kalian terhadap rakyat. Kemana BPK, KPK audit dong Pertamina, kalian diam saja. Uang hasil dari aplikasi itu larinya kemana? jangan jangan ngumpul di satu rekening  untuk kepentingan politik.

Harus jelas bukan masalah nilai Rp 1000 nya, tapi hitung tiap jam yang akses aplikasi itu berapa puluh juta rakyat yang akses se-Indonesia dikali seribu rupiah.

Saya menduga bisa puluhan miliar rupiah/jam duit rakyat diambil dan tidak jelas, karena masuk kesatu aplikasi. Kemanakan itu dan buat apa buat siapa?

Mohon BPK baipun KPK dapat mengusut tuntas, kalau kalian benar masih menjadi institusi fungsi Negara. Kecuali kalau sudah berubah menjadi Fungsi garong negara !

Minyak mentah adalah komoditi strategic, sudah jelas dalam kategori Geo-Politik, Pertahanan Negara untuk tidak tergantung impor minyak atau self sufficient.

Singapore beli minyak dari Pertamina dengan harga pasar (Platt) atau barter sebagian di olah jadi product apa. Singapore negara procurement tidak ada sama sekali hasil bumi.

Kontrak penjualan, kontrak refining dengan Singapore refinery jumlah berapa  barrel per day. Petralite sudah naik harga apa masih pakai aplikasi ?  Sudah double standard.

Dugaan saya nantinya dipastikan PPKM diumumkan setelah harga BBM naik sampai tanggal 3 Oktober.

Demikian artikel ini  untuk kajian kita Semua.

Selamat berpikir cerdas

Pasirkolotok

6 September 2022

ROHIDIN SH.PK.VIII

TRUST GUARANTE PHOENIX INA 18-1945 LADY OFROSSE SULTAN PATRAKUSUMA.PT

Loading

Berita Terkait

Wujud Sedekah Jariyah, Keluarga Almarhum Azis Riyono Wakafkan Al-Qur’an di Tiga Masjid
Selamatkan Sungai Kuantan, Polsek Cerenti Tertibkan 48 Rakit Tambang Emas Ilegal
Bupati Jeneponto Hadiri Upgrading dan Silaturahim Muballigh Yayasan Dewan Dakwah Turatea Indonesia
Kades Wuran Geram, PT Mulia Pilar Nusantara Diduga Bebaskan Lahan Tanpa Sosialisasi 
Tagih Janji Dedi Mulyadi, Akses Jalan SMAN 11 Tasikmalaya Masih “Slogan”, Apakah Menguap di Dinas Terkait?
Kader TPK Bungursari dan Sub Pos KB Harapkan Pencairan Insentif Lancar untuk BPJS
Pertamina dan Hiswana Migas Mangkir, Aliansi Lingkungan Desak DPRD Tasikmalaya Jadwal Ulang Audiensi SPBU
Keroyok Penjaga Pintu Perlintasan KA di Garut, 4 Pelaku Ditangkap Polisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:06 WIB

Wujud Sedekah Jariyah, Keluarga Almarhum Azis Riyono Wakafkan Al-Qur’an di Tiga Masjid

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:31 WIB

Selamatkan Sungai Kuantan, Polsek Cerenti Tertibkan 48 Rakit Tambang Emas Ilegal

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:30 WIB

Bupati Jeneponto Hadiri Upgrading dan Silaturahim Muballigh Yayasan Dewan Dakwah Turatea Indonesia

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:04 WIB

Kades Wuran Geram, PT Mulia Pilar Nusantara Diduga Bebaskan Lahan Tanpa Sosialisasi 

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:11 WIB

Tagih Janji Dedi Mulyadi, Akses Jalan SMAN 11 Tasikmalaya Masih “Slogan”, Apakah Menguap di Dinas Terkait?

Berita Terbaru