KDM Resmi Luncurkan Kurikulum Nyaah ka Indung di Kabupaten Garut

Rabu, 2 Juli 2025 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, MNP – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi didampingi Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, meluncurkan Kurikulum Nyaah ka Indung di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa (1/7/2025).

Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi menyoroti peran sentral seorang ibu dalam kehidupan manusia. Dia juga mengungkapkan inspirasi di balik lagu “Indung”, yang sangat berarti baginya setelah kehilangan ibunya.

Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini juga menggambarkan ibu sebagai “kampung bagi nostalgianya seorang anak”, tempat kembali di tengah kegundahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setiap kegundahan yang dialaminya maka dia ingin kembali, karena dia ingin kembali ke ibunya, dia ingin menenangkan seluruh jiwanya dan ingin kegelisahannya itu jiwanya diisi oleh ruh ibunya untuk hidup bersama kembali dalam dunia yin dan yan,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa siapapun akan selalu ingin kembali kepada ibunya, mengorbankan apapun untuk bisa pulang, terutama saat hari raya, karena kenangan bersama ibu tak tergantikan.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa peluncuran kurikulum ini adalah komitmen Kabupaten Garut dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Ini adalah salah satu komitmen kami Kabupaten Garut untuk selalu mendukung apa yang menjadi program Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.

Ia melanjutkan, kurikulum ini sejalan dengan visi misi Kabupaten Garut untuk menjadi “Garut Hebat” yang menghormati leluhur, orang tua, dan semua pihak yang berjasa.

Kurikulum ini diharapkan dapat diimplementasikan secara konkret di lapangan, menanamkan rasa hormat dan cinta pada orang tua, khususnya ibu, sejak usia dini.

Bupati Garut juga menyampaikan apresiasi kepada PGRI dan Tim Penulis atas kerja cepat dan hasil kurikulum yang sangat menarik.

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menjelaskan bahwa Kurikulum Nyaah ka Indung muncul sebagai solusi atas krisis moralitas dan putusnya hubungan antara anak dan ibu yang sering menjadi penyebab masalah sosial.

Kurikulum ini terinspirasi dari program “Nyaah ka Indung” yang merupakan program Provinsi Jawa Barat sebelumnya yang ditujukan untuk pemberdayaan lansia.

“Nyaah ka Indung hari ini saya sisipkan kepada rekan-rekan dari PGRI untuk bisa diwujudkan menjadi sebuah Kurikulum yang nantinya akan masuk ke sekolah-sekolah mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah, dan harapannya sekolah menengah atas pun bisa turut ikut mengaplikasikan kurikulum Nyaah ka Indung,” paparnya.

Putri Karlina berharap, di tengah berbagai berita yang muncul dari Garut, “Nyaah ka Indung” dapat menjadi karya bersama antara pemerintah daerah, PGRI, dan anak-anak untuk mengangkat nama baik Garut.

“Bahwasanya Garut semuanya siap untuk menyayangi ibu-ibunya, sehingga kemudian keberkahan dari doa ibu akan mewujudkan anak-anak yang hebat dan tentu saja lahirnya generasi yang hebat, kabupaten yang lebih hebat,” tandasnya.

Loading

Penulis : Wawan Uje

Editor : Redi Setiawan

Sumber Berita : Diskominfo Garut

Berita Terkait

Warga Keluhkan Proyek Drainase di Kelurahan Sukamenak, Pejabat Pemkot dan Pelaksana Bungkam
Kemendikdasmen Dorong Terwujudnya Sekolah Aman dan Berintegritas di Tasikmalaya
Dugaan Pungli di Jembatan Ciloa Jadi Sorotan, Pemkab Tasikmalaya Siapkan CCTV dan Penerangan
Berlaku Hingga 17 November, Ini Syarat Manfaatkan Program Keringanan PBB-P2 Kota Tasikmalaya
Kopi Cakbrun, Hadirkan Aroma Khas Lereng Gunung Cakarabuana, Siap Tembus Pasar Internasional
Semarak HUT ke-25 Kota Tasikmalaya: Kecamatan Kawalu Kobarkan Semangat Warga dan Gotong Royong
Kurang dari 24 Jam, Polres Bogor Berhasil Bekuk Pelaku Pembacokan Bobotoh
Tiga Isu Dugaan Korupsi DLH, CSR Bank Sulselbar dan Sumur Bor, MNP Tantang Kejari Enrekang Buka Suara: Ada atau Tidak Ada?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Warga Keluhkan Proyek Drainase di Kelurahan Sukamenak, Pejabat Pemkot dan Pelaksana Bungkam

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:05 WIB

Kemendikdasmen Dorong Terwujudnya Sekolah Aman dan Berintegritas di Tasikmalaya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Dugaan Pungli di Jembatan Ciloa Jadi Sorotan, Pemkab Tasikmalaya Siapkan CCTV dan Penerangan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Berlaku Hingga 17 November, Ini Syarat Manfaatkan Program Keringanan PBB-P2 Kota Tasikmalaya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Kopi Cakbrun, Hadirkan Aroma Khas Lereng Gunung Cakarabuana, Siap Tembus Pasar Internasional

Berita Terbaru