Tasikmalaya, MNP — Kapolres Tasikmalaya Kota menyampaikan apresiasi mendalam kepada keluarga besar Al Mumtaz atas kontribusi signifikan dalam membantu kepolisian memberantas penyakit masyarakat, khususnya penyalahgunaan minuman keras.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda Silaturahim Akbar ALMUMTAZ 2025 bersama para alim ulama dan Aktivis Islam se-Tasikmalaya. Selasa (25/11/2025).
Kapolres Tasikmalaya kota AKBP .Moh Faruk Rozi SH.S.iK.M.S.i menegaskan, komunikasi masukan, serta informasi dari Al Mumtaz sangat membantu peningkatan kinerja kepolisian dalam melakukan penertiban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saat itu kami melakukan pertemuan sampai menjelang sahur. Kita membahas banyak hal dan memang ternyata masukan-masukan dari para alim ulama, teman-teman Al Mumtaz itu sangat positif kepada kami, dan langsung kami tindak lanjuti,” ujar Kapolres.
Lebih lanjut, Moh Faruk Rozi menjelaskan, sejumlah langkah strategis Polres Tasikmalaya Kota justru lahir dari hasil diskusi mendalam bersama Al Mumtaz. Ia menilai kontribusi tersebut telah memberi dampak yang dapat diukur secara langsung.
“Kenapa kami sampaikan bahwa Al Mumtaz ini menyumbangkan prestasi terhadap prestasi Tasikmalaya Kota? Karena dari pertemuan itu lahirlah kegiatan-kegiatan yang membuat Polres Tasikmalaya Kota menjadi nomor satu se-Jawa Barat dalam penindakan tindak pidana ringan, khususnya terkait penyalahgunaan minuman keras,” ungkapnya.
Kapolres juga menyoroti lemahnya arah penindakan hukum terhadap miras pada tahun-tahun sebelumnya. Penyitaan kerap tidak diikuti kepastian proses hukum yang jelas.
Namun, berkat masukan konstruktif dari Al Mumtaz, kini penanganan berjalan lebih tegas, sistematis, dan memiliki dasar hukum yang kuat.
“Pada tahun-tahun sebelumnya, miras itu setelah disita tidak jelas ke mana arahnya, penindakan hukumnya. Tetapi berdasarkan masukan dari teman-teman Al Mumtaz, per hari ini kita sudah memproses 50 lebih kasus Tipiring,” jelasnya.
Lebih lanjut Moh Faruk Rozi menegaskan capaian luar biasa ini bukan semata hasil kerja internal kepolisian, melainkan bukti nyata dari kekuatan kolaborasi antara aparat keamanan, masyarakat, dan para tokoh agama.
“Itu berkat dorongan, informasi, dan kerja sama yang dilakukan oleh teman-teman Al Mumtaz. Atas kerja sama itu, Polres Tasikmalaya Kota meraih capaian tertinggi dalam penindakan Tipiring dan menjadi yang terbaik dibanding 22 Polres se-Jawa Barat,” tambahnya.
Pihak kepolisian berharap sinergi ini terus terjalin dan semakin kokoh, mengingat pentingnya peran masyarakat dan para ulama dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif di Kota Tasikmalaya.
![]()
Penulis : DK
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan