KAMMI Kritisi Musrenbang RPJMD 2025-2030 Kota Tasikmalaya

Selasa, 27 Mei 2025 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tasikmalaya Tahun 2025–2030 yang digelar hari ini mendapat sorotan tajam dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Tasikmalaya.

Forum yang seharusnya menjadi ruang strategis penyusunan arah pembangunan lima tahun ke depan, justru dinilai tidak khidmat, minim partisipasi, dan jauh dari semangat perencanaan partisipatif.

Ketiadaan Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan beserta jajaran Forkopimda dalam sesi diskusi publik menjadi catatan serius.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, penandatanganan berita acara Musrenbang dilakukan sebelum sesi masukan masyarakat dilaksanakan.

Padahal, sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Musrenbang merupakan sarana strategis dalam menjaring aspirasi publik dan menyelaraskan prioritas pembangunan antara pemerintah dan masyarakat.

Ketidakhadiran pemimpin dalam forum ini mencederai esensi partisipasi yang dijunjung undang-undang tersebut.

Ketua Umum KAMMI Daerah Tasikmalaya, Roihan Syahrul Mubrok, S.P., menyayangkan Musrenbang yang hanya menjadi simbolisme tahunan.

“Bagaimana kita bicara tentang pembangunan partisipatif jika diskusi dilakukan tanpa kehadiran wali kota dan pimpinan daerah? Ini forum kebijakan, bukan sekadar seremoni penandatanganan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pidato wali kota yang tidak menunjukkan arah pembangunan yang meyakinkan. “Terpaku pada teks, tanpa gagasan kuat, tanpa semangat.

Padahal, pidato adalah momentum menghidupkan visi. Ini justru menegaskan ketimpangan antara narasi kampanye dan praktik birokrasi.”

KAMMI menilai forum Musrenbang kali ini menambah daftar panjang kekecewaan publik terhadap janji kampanye Viman–Dicky. Semangat keterbukaan, kolaborasi, dan keberpihakan yang pernah digaungkan tampak belum berwujud nyata.

KAMMI Daerah Tasikmalaya mendorong evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penyusunan kebijakan pembangunan.

“Jangan sampai masyarakat kembali menjadi penonton dalam panggung perencanaan. Sudah saatnya visi-misi tidak berhenti di baliho, tapi menjelma dalam proses dan hasil yang nyata,” pungkas Roihan Syahrul Mubrok.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bhabinkamtibmas Polsek Kuala Cenaku Sambangi Petani Timun, Dukung Ketahanan Pangan
HUT Kota Tasikmalaya Jangan Sekedar Seremoni, Irfan Ramdani Dorong Evaluasi Nyata Pembangunan
Pengaturan Tugas Personel Dishub Kota Bogor Dinilai Cacat SOP
Opini: Indikator Bencana Nasional Bukan Kitab Suci, Jangan Tunggu Korban Berjatuhan Baru Menetapkan Status
Botok Suarakan Hilangnya Kepercayaan Rakyat Pada Hukum di Pengadilan Negeri Pati
Audiensi Tambang PT SJP di DPRD Berujung Tanya, Koalisi LSM Desak Kehadiran Bapenda dan DLH
Pengurus PPPK Teknis Garut Ucapkan Selamat Ultah ke Sekda Nurdin Yana
Bupati Jeneponto Kumpulkan Forkopimda Bahas Isu Kamtibmas hingga Kabut Asap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Kuala Cenaku Sambangi Petani Timun, Dukung Ketahanan Pangan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:38 WIB

HUT Kota Tasikmalaya Jangan Sekedar Seremoni, Irfan Ramdani Dorong Evaluasi Nyata Pembangunan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Pengaturan Tugas Personel Dishub Kota Bogor Dinilai Cacat SOP

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Opini: Indikator Bencana Nasional Bukan Kitab Suci, Jangan Tunggu Korban Berjatuhan Baru Menetapkan Status

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Botok Suarakan Hilangnya Kepercayaan Rakyat Pada Hukum di Pengadilan Negeri Pati

Berita Terbaru

Berita terbaru

Pengaturan Tugas Personel Dishub Kota Bogor Dinilai Cacat SOP

Kamis, 15 Okt 2026 - 08:28 WIB