Kabupaten Bandung Barat di Usia 18: Menuju Masa Depan Lebih Maju dan Berkelanjutan

Kamis, 19 Juni 2025 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat, MNP – Kabupaten Bandung Barat (KBB) hari ini merayakan hari jadinya yang ke-18. Di usia yang masih muda, KBB memasuki fase penting: memperkuat identitas dan menentukan arah pembangunan jangka panjang.

Upacara peringatan di Lapangan Mekarsari dihadiri oleh Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, yang menekankan bahwa berdirinya KBB bukan hanya hasil kebijakan administratif, tetapi buah dari perjuangan panjang dan cita-cita luhur para pendirinya. Kamis (19/06/2025).

Bupati Jeje menyampaikan bahwa KBB lahir dari harapan besar untuk mendekatkan pelayanan dan mempercepat pembangunan. Kini, tantangannya adalah memastikan KBB terus tumbuh menjadi daerah yang kuat, berdaya saing, dan berkepribadian.

Visi pembangunan KBB yang berlandaskan semangat “Bandung Barat Amanah” dibangun di atas enam pilar utama: Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis.

Program-program yang telah dan akan dijalankan meliputi pemberdayaan guru ngaji dan marbot, pembangunan ruang terbuka hijau, dan digitalisasi layanan publik.

Dalam enam bulan ke depan, pemerintah KBB menargetkan penyelesaian berbagai program strategis, antara lain:

– Infrastruktur: Perbaikan 19 ruas jalan sepanjang 24,9 kilometer, termasuk sistem drainase.

– Pendidikan: Perbaikan 47 ruang kelas di sekolah dasar dan menengah.

– Lingkungan: Gerakan “Bewara Bebersih Walungan Sasarengan” untuk membersihkan sungai, serta inovasi pengolahan sampah plastik menjadi plastic board di Tempat Pengelolaan Sampah Akhir (TPPAS) Sarimukti.

Bupati Jeje mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan, menjadikan pembangunan sebagai ladang pengabdian.

Ia juga mengajak semua pihak untuk menghayati semboyan daerah “Wibawa Mukti Kerta Raharja,” yang menekankan martabat, kesejahteraan, dan tatanan masyarakat yang beradab.

Bupati menutup pidatonya dengan harapan agar KBB menjadi daerah yang semakin sejahtera, maju, dan berkelanjutan.

Loading

Facebook Comments Box

Penulis : Aad Subarja

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Putusan Mahkamah Konstitusi : Wartawan Tidak Bisa Dipidana Atas Karya Jurnalistik 
Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor Ikuti Rakernas XVII APKASI Tahun 2026
Warga Sukalaksana Menjerit Soal Jalan Rusak Sejak 1982, Anggota DPRD Dapil 1 Malah Tak Hadir
Dugaan Korupsi Dana Desa 2025, Warga Pagar Bukit Desak APH Segera Bertindak
Perjelas Status Kawasan, BPKH XIX Pekanbaru Bahas Tata Batas Perhutanan Sosial Meranti
Siapkan 10.000 Hektar Lahan, Pemkab Pakpak Bharat Sambut Tim Ditjenbun Kementan RI
Tasikmalaya Zona Merah Korupsi: Masalahnya Sistemik, Bukan Sekadar Persepsi
Musrenbang Desa Kersamanah Fokuskan Pembangunan Berbasis Kebutuhan Warga

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:57 WIB

Putusan Mahkamah Konstitusi : Wartawan Tidak Bisa Dipidana Atas Karya Jurnalistik 

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:48 WIB

Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor Ikuti Rakernas XVII APKASI Tahun 2026

Selasa, 20 Januari 2026 - 21:22 WIB

Warga Sukalaksana Menjerit Soal Jalan Rusak Sejak 1982, Anggota DPRD Dapil 1 Malah Tak Hadir

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:48 WIB

Dugaan Korupsi Dana Desa 2025, Warga Pagar Bukit Desak APH Segera Bertindak

Selasa, 20 Januari 2026 - 14:19 WIB

Perjelas Status Kawasan, BPKH XIX Pekanbaru Bahas Tata Batas Perhutanan Sosial Meranti

Berita Terbaru