Tasikmalaya, MNPMNP – Kabar duka kembali menyelimuti Kota Tasikmalaya. Salah satu tokoh agama Islam sekaligus guru ngaji yang dikenal luas.
Ya, Ustadz H. Aang Yusuf Syamsudin, telah berpulang ke Rahmatullah pada dini hari sekitar pukul 04.00 WIB di kediamannya. Almarhum wafat pada usia 73 tahun, Selasa (07/10/2025).
Berita meninggalnya Ustadz H. Aang Yusuf Syamsudin dengan cepat menyebar di berbagai grup WhatsApp para ikhwan dan jamaah yang selama ini menimba ilmu agama dari beliau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana duka pun terasa di kalangan masyarakat, tokoh agama, serta para santri dan murid beliau yang merasa kehilangan sosok panutan yang selalu membimbing dengan ketulusan.
Sejumlah tokoh penting dari berbagai kalangan hadir melayat ke rumah duka yang beralamat di Jalan Ampera Gg. Percetakan, Kelurahan Cipedes, Kota Tasikmalaya.
Nampak hadir di antaranya para pejabat, tokoh agama, tokoh budaya, aktivis, serta masyarakat umum yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.
Beberapa karangan bunga turut berjejer di depan kediaman almarhum, antara lain dari H. Amir Mahfud (Ketua DPD Gerindra Jawa Barat), H. Aslim, S.H., M.Si (Ketua DPRD Kota Tasikmalaya), serta Andi Warsandi, S.E. (Ketua Fraksi Gerindra) dan sejumlah tokoh lainnya yang menyampaikan belasungkawa atas kepergian beliau.
Erwin, Ketua Umum Aktivis Lingkungan Hidup dan Serikat Buruh yang sudah 26 tahun berguru kepada almarhum, mengungkapkan rasa kehilangan mendalam.
“Bagi kami, beliau sosok ulil amri yang baik. Beliau membimbing kami dengan sabar dan mengenalkan arti Islam yang sebenarnya,” ujarnya dengan haru.
Jenazah almarhum dishalatkan di Masjid Jami Al-Khoeriyyah RW 06 dan dimakamkan di pemakaman depan rumah kediamannya.
Mahmud Rizal atau akrab disapa Ayi, putra dari almarhum, menyampaikan amanah terakhir sang ayah kepada para ikhwan.
“Pesan terakhir beliau agar ikhwan-ikhwan yang telah belajar dan mengkaji ilmu agama Islam supaya meneruskan perjuangan ini. Amalkan ilmu itu untuk kebaikan diri, keluarga, dan masyarakat luas,” tutur Ayi dengan mata berkaca-kaca.
Almarhum Aang Yusuf Syamsudin bin Udin Syamsudin lahir pada 27 Juni 1952. Semasa hidup, beliau dikenal sebagai sosok sederhana, ramah, tegas, dan bijak, baik kepada masyarakat umum maupun kepada pejabat dan tokoh lainnya.
Salah satu pesan yang selalu beliau sampaikan kepada para muridnya adalah “Berfikir dalam Dzikir”, sebagaimana termaktub dalam ajaran Islam yang bersumber dari wahyu pertama, “Iqro” (Bacalah) — tidak hanya membaca tulisan, tetapi juga memahami, merenungkan, dan meneliti ayat-ayat Allah, baik dalam Al-Qur’an (ayat qauliyah) maupun di alam semesta (ayat kauniyah).
Melalui pesan itu, almarhum selalu menekankan bahwa tugas utama manusia di muka bumi adalah beribadah kepada Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.
![]()
Penulis : DK
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan