Tasikmalaya, MNP – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), arus kunjungan wisatawan ke Objek Wisata Alam Cipanas Galunggung, Bukit Nangreu, dan Kawah Galunggung terpantau masih relatif landai. Hal tersebut terungkap dari keterangan para pengelola wisata pada Minggu (21/12/2025).
Juandana selaku Pengelola Objek Wisata Cipanas Galunggung menyampaikan hingga saat ini jumlah pengunjung belum menunjukkan lonjakan signifikan.
“Untuk sementara, terhitung dari kemarin sampai hari ini arus pengunjung masih landai dan belum signifikan. Mudah-mudahan di hari atau minggu selanjutnya arus kunjungan bisa meningkat,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam rangka persiapan Nataru, pihak pengelola bersama warga masyarakat lokal telah melaksanakan kegiatan bersih-bersih sepanjang jalur menuju gerbang wisata, kurang lebih sejauh 500 meter.
Selain itu, antisipasi juga dilakukan untuk menghindari kepadatan kendaraan dengan berkoordinasi bersama penyedia lahan parkir di area bawah.
“Jika terjadi lonjakan pengunjung, kendaraan bisa diarahkan ke lahan parkir yang tersedia di bawah,” tambahnya.
Untuk hari Minggu ini, jumlah pengunjung Cipanas Galunggung sejak pagi hingga siang masih di bawah seribu orang.
“Saya berharap, dengan kondisi cuaca yang mendukung, jumlah tersebut bisa meningkat hingga sore hari,” kata Juandana.
Ia juga mengimbau pengunjung agar tetap waspada, mengingat kondisi cuaca yang cenderung ekstrem serta potensi tindak kejahatan seperti modus pecah kaca kendaraan.
“Jangan menyimpan barang berharga di dalam kendaraan, lebih baik dibawa. Kami juga berharap adanya dukungan personel tambahan dari dinas terkait apabila arus kunjungan meningkat,” ungkapnya.
Sementara itu, Muhamad Wildan Hidayat selaku Marketing Bukit Nangreu Galunggung menyampaikan bahwa persiapan tahun baru sudah mulai dilakukan sejak 21 Desember.
Menurutnya, arus kunjungan sudah mulai stabil dan cenderung meningkat, terutama menjelang libur sekolah.
“Bulan Desember ini lebih padat dibanding November. Minggu kemarin sudah ada empat kloter keluar masuk, mayoritas dari sekolah dengan kegiatan pramuka,” jelasnya.
Bukit Nangreu Galunggung memiliki kapasitas pengunjung sekitar 800 hingga 1.000 orang, dengan daya tampung tenda hingga 150 unit.
Namun demikian, masih terdapat keterbatasan fasilitas toilet yang berjumlah 10 pintu, terpisah antara pria dan wanita.
“Jika kapasitas maksimal tercapai, kemungkinan akan terjadi antrean toilet,” ungkap Wildan.
Pihak pengelola juga tengah merapikan area dan kavling camping serta menyusun katalog dan promosi, termasuk melalui media sosial dan Google Maps.
Dari sisi pengelolaan wilayah, Dudung Suhaeri selaku Manager Klaster Wilayah Priangan menegaskan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan menjelang Nataru.
Mulai dari penyiapan sarana dan prasarana, pemasangan serta pembaruan plang imbauan, hingga koordinasi dengan mitra, Koparga, dan jajaran muspika terkait antisipasi bencana akibat cuaca yang tidak menentu.
“Petugas di beberapa titik sudah kami tambah, termasuk pengaturan ulang jam tayang di Cipanas dan Kawah Galunggung. Untuk wisata malam dan camping, petugas standby hingga pukul 21.00 bahkan bisa sampai pukul 23.00, menyesuaikan kondisi cuaca,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan dinas terkait dan pos pengamanan terus dilakukan, serta penyesuaian jam operasional akan diberlakukan apabila terjadi kondisi darurat.
Para pengelola mengimbau kepada wisatawan yang berencana berkunjung ke Cipanas, Bukit Nangreu, maupun Kawah Galunggung agar mempersiapkan kondisi fisik yang prima, memastikan kendaraan dalam keadaan fit.
Pasalnya, mengingat medan yang menanjak, serta membawa perlengkapan pribadi seperti obat-obatan, jaket hangat, dan pelindung kepala.
“Harapannya, para pengunjung dapat menikmati wisata Galunggung dengan aman, nyaman, dan membawa kesan yang baik saat kembali ke daerah masing-masing,” tandasnya.
![]()
Penulis : Hendrik
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan