Janji Tinggal Janji? Warga Ngadu ke DPRD KBB, Pembebasan Lahan Molor Sejak 2010

Rabu, 16 Juli 2025 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat, MNP – Polemik pembebasan lahan di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kembali mencuat.

Warga pemilik lahan yang merasa haknya terabaikan mendatangi Gedung DPRD KBB dengan harapan mendapatkan kejelasan terkait pembebasan lahan yang mandek sejak 2010.

Audiensi yang berlangsung di lantai 4 Gedung DPRD ini dipimpin oleh anggota Komisi III, Fither Juandys, Rabu (16/07/2025).

Para warga mengaku kesulitan memanfaatkan lahan mereka karena terganjal rencana pembebasan yang tak kunjung terealisasi.

Mereka tak bisa menjual, bercocok tanam, bahkan membangun di atas lahan tersebut. Ketidakpastian ini telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.

Fither Juandys mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi warga. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan pengukuran dan pengumpulan data sejak Oktober 2024, namun hingga kini belum ada kejelasan.

Menurut Fither, warga tidak menuntut pembayaran penuh di muka, melainkan berharap pembebasan lahan dilakukan bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah. Yang terpenting, mereka menginginkan kepastian: apakah lahan mereka akan dibebaskan atau tidak.

“Jika memang tidak dibebaskan, sampaikan secara terbuka agar warga bisa mencari solusi lain. Jangan halangi proses administrasi mereka, apalagi jika lahan sudah tercantum dalam peta rencana lokasi,” tegas Fither.

Sayangnya, audiensi tersebut belum menghasilkan keputusan konkret karena ketidakhadiran beberapa pihak kunci, seperti Sekretaris Daerah, TAPD, dan dinas teknis terkait.

Komisi III berencana mengirimkan surat resmi kepada Bupati Bandung Barat untuk menjadwalkan audiensi lanjutan yang melibatkan Bupati secara langsung.

Fither berharap agar perubahan APBD tahun ini mengalokasikan dana untuk memulai proses pembebasan lahan yang tertunda.

Meskipun Perkim pernah menganggarkan Rp5 miliar pada 2024 yang kemudian dirasionalisasi, dan tidak ada anggaran pada 2025, Fither mengusulkan alokasi dana Rp10-Rp20 miliar untuk memulai proses pembebasan.

Total anggaran yang dibutuhkan untuk pembebasan seluruh lahan mencapai sekitar Rp171 miliar. Namun, warga memahami proses bertahap, selama 5-10 tahun ke depan.

Audiensi ini diakhiri dengan rencana pertemuan lanjutan yang akan menghadirkan Bupati, Sekda, BKAD, dan OPD terkait.

Nasib puluhan warga pemilik lahan kini bergantung pada Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Setelah bertahun-tahun hidup dalam ketidakpastian, harapan mereka untuk mendapatkan penyelesaian yang adil dan nyata kini tertuju pada tahun 2025.

Apakah janji pembebasan lahan akan menjadi kenyataan atau hanya tinggal janji? Kita tunggu saja tindak lanjut dari pemerintah daerah.

Loading

Penulis : Aad Subarja

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Polemik Pembangunan Tower Telekomunikasi di Karikil, Warga Pertanyakan Perizinan dan Kepatuhan Hukum
Diduga Belum Lengkap Izin, Proyek Tower Telekomunikasi di Cisalam Kembali Disorot
PSU Soroti Polemik TNI dan Begal, Minta Negara Perkuat Sistem Keamanan Terpadu
Kapolres Bartim Pimpin Penyembelihan dan Pembagian Hewan Kurban
Polisi Ungkap Kasus Pencurian Rumah di Candipuro, Dua Pelaku Ditangkap, Satu Berstatus Pelajar
Penuhi Syarat Klaim, BPJS Ketenagakerjaan Nias Salurkan Manfaat Rp31 Miliar
Syarat Dipenuhi, Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tidak Ada Kendala
Tipikor Polres Bartim Usut Dugaan Proyek Fiktif Desa Pangkan, Sejumlah Pejabat dan Pengawas Mulai Dipanggil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 16:23 WIB

Polemik Pembangunan Tower Telekomunikasi di Karikil, Warga Pertanyakan Perizinan dan Kepatuhan Hukum

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:11 WIB

Diduga Belum Lengkap Izin, Proyek Tower Telekomunikasi di Cisalam Kembali Disorot

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:58 WIB

PSU Soroti Polemik TNI dan Begal, Minta Negara Perkuat Sistem Keamanan Terpadu

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:48 WIB

Kapolres Bartim Pimpin Penyembelihan dan Pembagian Hewan Kurban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:48 WIB

Polisi Ungkap Kasus Pencurian Rumah di Candipuro, Dua Pelaku Ditangkap, Satu Berstatus Pelajar

Berita Terbaru

Barito Timur

Kapolres Bartim Pimpin Penyembelihan dan Pembagian Hewan Kurban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:48 WIB