Tasikmalaya, MNP – Longsor Dinding Ari Gunung Galunggung yang ramai diberitakan beberapa media online belum lama ini tidak akan berdampak kepada aktivitas masyarakat.
Manager Site Priangan Sumarsono mengatakan, longsor tersebut merupakan kejadian susulan bervolume sangat banyak dari bekas longsoran tahun 2017 dulu.
“Longsor tersebut sangat tidak membahayakan, karena area longsor sangat jauh dari tempat rekreasi, dengan catatan wisatawan jangan turun ke area danau,” ungkap Sumarsono, Kamis (16/03).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menyebut, sebagai petugas di lokasi wisata ini pihaknya telah memberikan edukasi kepada masyarakat dan wisatawan agar tidak panik, karena kawasan wisata ini aman untuk dikunjungi.
“Kenapa saya bilang seperti itu, karena jarak longsor dengan area wisata sangat jauh sekitar 1,5 kilo meter,” jelas saat dikonfirmasi via telepon.
Selain itu kata Sumarsono, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan penanggulangan terkait gunung Galunggung itu sendiri dan penanganan gunung api.
“Kami berkoordinasi dengan badan vulkanologi dan menurut mereka bahwa gunung api Galunggung dalam keadaan aman (Level 1),” sebut Sumarsono.
“Jadi Gunung Galunggung aman untuk dikunjungi untuk berwisata, asalkan pengunjung taat peraturan yang dikeluarkan petugas dan yang terpenting jangan turun ke danau,” pungkasnya.
Sementara itu, Yudhy Djuhara
Staff Pengamatan Gunungapi Galunggung Badan Geologi – PVMBG menjelaskan, aktivitas Gunung api Galunggung saat ini masih normal atau aktif normal.
“Jadi dengan adanya longsor di barat daya danau kawah Galunggung tidal mempengaruhi terhadap aktivitas Gunungapi Galunggung,” ungkapnya.
“Wisatawan masih diperbolehkan untuk berkunjung dengan catatan tidak menuruni danau kawahnya, karena di khawatirkan masih terjadi longsoran,” tutupnya. (Insani).
![]()









Tinggalkan Balasan