Jangan Cuma Tangkap Kurir! HMI Badko Sulsel Desak Polri Bongkar Jaringan Sobis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HMI Badko Sulsel: Bongkar Jaringan Sobis Hingga ke Akar dan Dugaan Bekingan

HMI Badko Sulsel: Bongkar Jaringan Sobis Hingga ke Akar dan Dugaan Bekingan

MAKASSAR, MNP – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badko Sulawesi Selatan angkat suara keras.

Mereka mendesak Kepolisian RI untuk membongkar tuntas jaringan penipuan daring atau Sobis di Sulawesi Selatan hingga ke akar-akarnya.

Desakan ini muncul setelah Ditreskrimsus Polda Sulsel menangkap 6 terduga pelaku Sobis di Kota Parepare.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

HMI menilai penangkapan 6 orang itu tidak boleh berhenti sebagai “pemberitaan pencitraan”.

Menurut mereka, kasus tersebut harus dijadikan pintu masuk untuk menguak jaringan yang lebih besar.

Termasuk aliran dana dan pihak-pihak yang menikmati hasilnya. Jangan sampai hukum hanya menyasar pemain lapangan.

“Kami mendesak Polri jangan berhenti pada pelaku lapangan. Enam orang yang ditangkap di Parepare harus menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih besar. Siapa yang merekrut, siapa yang mengendalikan, siapa yang menyediakan sarana, ke mana uang mengalir, dan siapa yang menikmati hasilnya harus ditelusuri,” tegas Ketua Bidang Digitalisasi dan Inovasi HMI Badko Sulsel, Muh. Izwan.

Dirinya menyebut pengungkapan kasus Sobis tidak cukup hanya dengan menyita handphone dan laptop. Data digital yang sudah diamankan harus dikembangkan maksimal.

“Telusuri komunikasinya, rekeningnya, transaksi dan jaringannya. Dari situ harus dicari apakah ada aktor lain yang terlibat,” ujarnya.

Ia juga mendorong Polri menerapkan strategi _follow the money_ untuk melacak aset hasil kejahatan.

Lebih tajam lagi, HMI Badko Sulsel menyoroti isu yang sudah lama beredar di ruang publik. Yakni dugaan adanya bekingan dari oknum aparat dan adanya dugaan setoran berkala terkait aktivitas Sobis. Isu ini, kata Izwan, tidak boleh dibiarkan menjadi rumor liar tanpa kejelasan.

“Kalau ada dugaan bekingan, periksa. Kalau ada dugaan setoran, telusuri. Jangan dibiarkan menjadi rumor. Kami meminta Polri membuktikan melalui proses pemeriksaan apakah informasi tersebut benar atau tidak,” tegas Izwan.

Ia menekankan pemeriksaan harus profesional dan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

HMI juga secara khusus meminta agar setiap informasi yang mengarah pada dugaan keterlibatan oknum di lingkungan Polda Sulsel maupun Polres Sidrap ditindaklanjuti melalui mekanisme pengawasan internal.

“Jangan sampai masyarakat melihat bahwa hukum hanya berlaku kepada pelaku di lapangan. Jika ada anggota Polri yang terbukti membantu atau melindungi jaringan kejahatan, maka harus diproses. Seragam dan jabatan tidak boleh menjadi tameng,” kata Izwan.

Menurut HMI, selama mata rantai Sobis belum diputus, kejahatan ini tidak akan pernah selesai. Operator lapangan bisa terus diregenerasi selama ada otak, ada uang, dan ada yang membekingi di atas.

Karena itu Polri diminta memetakan jaringan antardaerah, mengembangkan hasil digital forensik, dan mengidentifikasi pola perekrutan.

Menutup pernyataannya, Izwan menegaskan HMI Badko Sulsel akan mengawal kasus ini.

“Kami meminta Polri menjawab keresahan publik dengan tindakan nyata. Bongkar jaringannya. Telusuri uangnya. Periksa dugaan bekingannya. Dan jika ditemukan bukti keterlibatan siapa pun, proses tanpa pandang bulu. Tidak boleh ada ruang bagi kejahatan untuk berlindung di balik kekuasaan,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Rahmat Lamada/Maxi Sondakh

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

DPRD Cium Dugaan Kebocoran PAD Pajak Maxim, Komisi II Siap Panggil Dispenda
600 Branding Maxim Beroperasi, Hanya 49 Terdata Pajak: Ke Mana Potensi PAD Kota Tasikmalaya?
Jabat PAW Kades Buniasih, Ohid Bertekad Kembalikan Kepercayaan Masyarakat
Tanggap Kebutuhan Warga Dusun Kayu Tabu, Satpolairud Polres Lamsel Salurkan Air Bersih
Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Jeneponto Terapkan Sistem Ganjil-Genap di Seluruh SPBU
Paguyuban Online Bersatu Geruduk DPRD: Desak Evaluasi Aturan Transportasi Maxim
Wujudkan Wilayah Bebas TB dan Kanker Serviks, Puskesmas Cibeureum Perkuat Kolaborasi
Parah! Koperasi di Bartim Diduga Catut Nama Dinas, Gelapkan Rp13 Juta hingga Menunggak Pajak Rp3,3 M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:20 WIB

DPRD Cium Dugaan Kebocoran PAD Pajak Maxim, Komisi II Siap Panggil Dispenda

Selasa, 15 September 2026 - 16:11 WIB

600 Branding Maxim Beroperasi, Hanya 49 Terdata Pajak: Ke Mana Potensi PAD Kota Tasikmalaya?

Selasa, 15 September 2026 - 16:01 WIB

Jabat PAW Kades Buniasih, Ohid Bertekad Kembalikan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 15 September 2026 - 13:49 WIB

Tanggap Kebutuhan Warga Dusun Kayu Tabu, Satpolairud Polres Lamsel Salurkan Air Bersih

Selasa, 15 September 2026 - 13:34 WIB

Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Jeneponto Terapkan Sistem Ganjil-Genap di Seluruh SPBU

Berita Terbaru