Gunung Papandayan, Taman Wisata Alam Rekomended untuk Liburan Keluarga

Minggu, 18 Agustus 2024 - 19:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, MNP – Gunung Papandayan adalah salah satu Taman Wisata Alam di Provinsi Jawa Barat yang menyediakan Objek Wisata yang menyenangkan, untuk anda dan keluarga anda, atau saudara, teman dan yang lainnya.

Gunung Papandayan adalah gunung api strato yang berada di Desa Simajaya dan Desa Keramat Wangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, serta Desa Neglawangi, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Berada di ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut dengan luas 225 Ha, wisata alam omi buka operasional pada Minggu – Kamis 07.00 -17.00 dan Sabtu – Minggu 24 jam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aktifitas yang bisa dilakukan di Gunung Papandayan diantaranya Hiking, Camping, Berendam Air Panas dan lain lain.

Daftar Harga Tiket Masuk (HTM)

Hiking: 

hari biasa 20 ribu perorang,
hari libur 30 ribu perorang,
parkir kendaraan hari biasa Roda 2 : Rp 12 ribu, Roda 4: Rp 25 ribu, Roda 6 : Rp 100 ribu, Parkir kendaraan hari libur Roda 2 : Rp 14.500, Roda 4: Rp 30 ribu, Roda 6 : Rp 125 ribu.

Camping 

Hari biasa kena cas lagi permalamnya Rp 35 ribu perorang, hari libur kena cas Rp 45 ribu perorang, parkir kendaraan bagi yang camping dihari biasa Roda 2 : Rp 15 ribu, Roda 4: Rp 25 ribu, Roda 6 : Rp 30 ribu

Berendam Air Panas

HTM Dewasa, Weekday Rp.20.000, Weekend Rp. 25.000. Sementara, HTM Anak – Anak, Weekday Rp. 10.000 dan Weekend Rp. 15.000.

Fasilitas : Villa, Glamping, area camping, gardu pandang, Warung, Mushalla, toilet, taman, area parkir luas, Ojeg gunung.

Sebagai informasi, aksesibilitas dari Kota Bandung menggunakan transportasi umum: Berangkat dari Terminal Leuwi Panjang atau Terminal Cicaheum menggunakan angkutan Elp jurusan: Bandung – Cikajang, lalu turun di alun alun Kec. Cisurupan. Dilanjutkan naik ojek atau mobil bak terbuka (untuk rombongan camping) sampai lokasi Papandayan

Aksesibilitas dari Kota Jakarta menggunakan transportasi umum : Berangkat dari Terminal Kampung Rambutan menggunakan bis Karunia Bakti /Primajasa (jurusan: Jakarta – Garut) lalu turun di Terminal Garut. Kemudian naik angkutan Elp (jurusan: Garut – Cikajang ) lalu turun di alun alun Kec. Cisurupan. Dilanjutkan naik ojek atau mobil bak terbuka (untuk rombongan camping) sampai lokasi Papandayan.

Loading

Penulis : Ahmad Sofwan

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa
Bupati Franc Bernhard Tumanggor Dukung Penuh Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Pakpak Bharat
Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H
Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026
PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup
MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan
Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?
Desak Penegakan Hukum, Tokoh Pendiri Barito Timur Tuntut Investigasi Tuntas Dugaan Proyek Fiktif Badampu–Bantayum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:41 WIB

Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:23 WIB

Bupati Franc Bernhard Tumanggor Dukung Penuh Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Pakpak Bharat

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:09 WIB

Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:36 WIB

Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:34 WIB

PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup

Berita Terbaru

Ket foto : Instalasi Air Minum Milik Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, di Kp Geledug-Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang. (Photo : Jeffry Sukapura/Tim)

Berita terbaru

Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa

Sabtu, 20 Jun 2026 - 10:41 WIB