Inilah Usmar Hariman, Kandidat Kuat Cawalkot Bogor

Selasa, 14 Mei 2024 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, MNP – Fenomena turunnya kepercayaan masyarakat terhadap para politisi parpol dan parpol itu sendiri, di dalam percaturan dinamika politik di tanah air belakangan ini mendapat tanggapan dari kandidat paling kuat calon Walikota Bogor, Usmar Hariman.

Dirinya menyebut, ada fenomena yang agak menarik di dalam percaturan politik di Negara Kita belakangan ini, yakni begitu banyaknya kandidasi calon-calon Kepala di tubuh pemerintahan, mulai tingkat nasional hingga pemerintah daerah.

“Yang dimunculkan, atau automatis muncul dari luar (non partai politik), atau dengan kata lain bukan dari kaderisasi di internal parpol,” jelas Usmar pada MNP, via pesan WhatsApp pribadinya pada Senin (13/5/2024) kemarin.

Menurut Usmar Hariman, itu dapat dilihat dari euforia tim pengusung sosok bakal calon misalnya, yang tanpa ragu berbondong-bondong mendaftarkan jagoannya ke Parpol A, Parpol B, C, D dan seterusnya.

Fenomena tadi lanjut Usmar Hariman, agak mengkhawatirkan bagi tugas dan fungsi utama dari parpol, yakni untuk memilah dan memilih (filtrasi) hingga proses seleksi kader terbaik di internal parpolnya.

“Hal itu jika dibanding dari internal parpol yang ada, baik dari para ketua parpolnya, maupun kader parpol itu sendiri,” ungkap Politikus Demokrat yang pernah jadi Wakil Walikota di Bogor periode 2013-2018 ini.

Bagi dirinya, hal itu sangat miris, karena parpol tadi itu kan tugas utamanya pengkaderan, menghasilkan pemimpin berkualitas untuk dijadikan pemimpin di ranah yang lebih luas cakupannya.

“Tentu yang tak hanya cukup mampu memimpin di parpolnya, tapi mampu memimpin banyak orang di luar parpol secara universal. Nah saat ini malah lebih banyak calon calon berkualitas, kemudian diidolakan hingga diminati rakyat, yang tidak berpartai,” cetusnya.

Dukungan terus mengalir untuk Usmar Hariman menjadi Walikota Bogor

Usmar juga menambahkan, saat ini tengah terjadi People trust down atau terjadinya penurunan kepercayaan di masyarakat, terhadap parpol-parpol Kita.

“Sehingga fenomena ini jadi wajib dilirik oleh Mahkamah Konstitusi (MK) sekali dapat dijadikannya alat membayar kesalahan MK atas putusan 90, hingga dapat membuka tuntutan 0% ambang batas (PT), atau akan munculkan gugatan lama maupun baru ke MK terkait (PT 0%),” paparnya.

Usmar menegaskan, kalau itu terjadi, dapat dipastikan akan memunculkan banyak figur potensial dan tentunya berkualitas positif termasuk dirinya yang dinilai banyak kalangan cukup layak untuk maju mewakili parpolnya, di kontestasi pilkada Kota Bogor mendatang, guna jadi pemimpin yang terbaik bagi masyarakat Kota Bogor.

“Alhamdulillaah, Kang, Saya sebagai kader partai politik dari Partai Demokrat, Akang sudah tahu sendiri ya. Saya cukup lama berkecimpung di dunia politik Kota Bogor,” katanya.

“Sempat 2 periode juga menjadi anggota DPRD Kota Bogor, 1 periode jadi Wakil Walikota, serta pernah beberapa kali menjadi Ketua di DPC Partai Demokrat Kota Bogor,” tambah Usmar.

Akhirnya saat ini dirinya turut serta buat penjaringan balon Walikota, dari internal parpol sudah masuk pada fase finalisasi penjaringan dan dari awalnya ada 9 balon daftar ke Partai Demokrat, saat ini sudah menyusut 6 balon, salah satunya Usmar Hariman.

“Iya, karena dalam parpol itu tak ada hak otonom, semua pusat yang putuskan, hanya karena melihat koalisi pusat memang satu wadah dalam kontestasi pilpres, platformnya nampak sudah cocok di dalamnya,” ujarnya.

“Tapi karena yang sama-sama ingin majunya itu banyak, jadi Kita menilai nya sangat perlu penjajakan yang mendalam. Normatif nya, dari aspek elektoral kan 7 + 3 pas untuk syarat 20% tadi,” kata Usmar lagi.

Menurutnya, hal tersebut merupakan point positif, sebagai upaya menjaga Marwah parpol itu sendiri. Karena jika sampai batas akhirnya, dari internal parpol tidak ada yang maju, maka setelah Kami diskusi dengan Ibu Ketua.

Akhirnya, Usmar Hariman putuskan ikut proses penjaringan tersebut, pada 29 April 2024 lalu. Seluruh persyaratan dikembalikan ke Timses, yang dipimpin Maulana Djauhari pada 30 April 2024 siang harinya, yang merupakan batas akhir dari proses penjaringan.

“Saat ini sedang digodok oleh parpol, ya semoga saja bisa masuk dalam proses ke DPD dan DPP nya dengan lancar,” pungkas Usmar semangat dan penuh harapan pasti.

Loading

Penulis : Asep Didi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Peringati Hari Bakti Pemasyarakatan ke 62, Rutan Pemalang Salurkan Bansos
Satres Narkoba Polres Garut Ringkus Pengedar Obat Keras di Tarogong Kidul
Odong-odong Masih Bebas di Jalanan Pemalang, Organda Layangkan Kritik Pedas
Akhiri Kunker, Bias Layar Serap Aspirasi Warga Dusmala Tebama di Tamiang Layang
Harga Benur Anjlok, Pengusaha Kecil di Pesisir Lampung Selatan Tertekan
24 Jam Diburu! Bocah 15 Tahun Bobol Konter HP Enrekang, Uang Rp4 Juta Ludes Buat Top Up Game
Harapan Baru di Usia Senja: Sekolah Lansia ‘Bahagia Al-Mu’minin’ Diluncurkan di Tasikmalaya
Sidak Komisi XIII DPR RI ke Rutan Tamiang Layang, Dugaan Pelecehan Disorot, Kapasitas Overload Terungkap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 17:45 WIB

Peringati Hari Bakti Pemasyarakatan ke 62, Rutan Pemalang Salurkan Bansos

Senin, 27 April 2026 - 17:31 WIB

Satres Narkoba Polres Garut Ringkus Pengedar Obat Keras di Tarogong Kidul

Senin, 27 April 2026 - 17:21 WIB

Odong-odong Masih Bebas di Jalanan Pemalang, Organda Layangkan Kritik Pedas

Senin, 27 April 2026 - 16:42 WIB

Akhiri Kunker, Bias Layar Serap Aspirasi Warga Dusmala Tebama di Tamiang Layang

Senin, 27 April 2026 - 15:24 WIB

Harga Benur Anjlok, Pengusaha Kecil di Pesisir Lampung Selatan Tertekan

Berita Terbaru