TASIKMALAYA, MNP – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tasikmalaya harus menjadi ruang refleksi sekaligus evaluasi terhadap arah pembangunan daerah.
Keberhasilan kota, menurut tokoh muda pemerhati kebijakan Kota Tasikmalaya, Irfan Ramdani, tidak cukup diukur dari kemeriahan seremoni maupun pembangunan fisik, tetapi dari sejauh mana manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat serta pemerintah lebih mencari solusi dari persoalan masyarakat.
“Momentum HUT Kota Tasikmalaya jangan berhenti pada seremoni dan narasi keberhasilan. Ini saatnya kita berani mengevaluasi, sejauh mana pembangunan benar-benar menjawab persoalan masyarakat? Sebab, kemajuan kota tidak cukup diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi dari seberapa nyata manfaatnya dirasakan oleh warga,” ujar Irfan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai, pemerintah patut mendapat apresiasi atas setiap capaian yang berhasil diwujudkan. Namun, apresiasi tersebut tidak boleh menutup ruang kritik.
Persoalan pengangguran, kemiskinan, penguatan UMKM, kualitas pelayanan publik, dan pemerataan kesejahteraan harus menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan.
“Semua itu perlu dijawab dengan data, target yang terukur, dan kebijakan yang dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Irfan berharap pemerintah tidak terjebak pada keberhasilan administratif, sementara kebutuhan mendasar masyarakat masih menuntut penyelesaian.
Menurutnya, anggaran daerah merupakan amanah rakyat sehingga setiap rupiah harus diarahkan pada program yang memberikan manfaat nyata, bukan sekadar menggugurkan kewajiban birokrasi.
Pemerintahan yang baik bukan pemerintahan yang bebas dari kritik, melainkan pemerintahan yang berani membuka diri, mengevaluasi kebijakan, dan memperbaiki kekurangan.
“Dukungan harus diberikan terhadap kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, sementara kebijakan yang belum tepat harus dikritisi secara objektif. Itulah bentuk kepedulian terhadap masa depan kota, bukan sikap berseberangan,” tuturnya.
Ke depan, Irfan mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan publik yang lebih responsif, serta tata kelola pemerintahan yang transparan dan berintegritas.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah, DPRD, dunia usaha, partai politik, dan masyarakat harus menjalankan perannya secara bertanggung jawab dengan menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan kelompok.
“Jangan sampai kota terlihat berkembang, tetapi kesejahteraan masyarakat belum bergerak sebanding. HUT Kota Tasikmalaya harus menjadi momentum pembuktian, bukan sekadar perayaan; momentum memperkuat kinerja, bukan hanya memperbanyak janji,” tegasnya.
Pada akhirnya, kata Irfan, keberhasilan pembangunan tidak ditentukan oleh seberapa indah visi disampaikan atau seberapa meriah perayaan digelar, melainkan oleh perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Tasikmalaya harus terus maju, tetapi kemajuan itu wajib berjalan seiring dengan pemerataan, keadilan, dan kesejahteraan warganya,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan










Tinggalkan Balasan