Hari Kedua Cari Robert Sinamo, Tim Gabungan Terjunkan Drone dan Aqua Eye Sisir Sungai Lae Une

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAKPAK BHARAT, MNP – Tim gabungan dari Polres Pakpak Bharat bersama Basarnas, BPBD, dan Tagana terus mengintensifkan pencarian terhadap Robert Sinamo (54), warga yang dilaporkan hilang dan diduga hanyut di Sungai Lae Une, Desa Kecupak I, Kecamatan Pergeteng-geteng Sengkut.

Pada pencarian hari kedua, Sabtu (28/03/2026), petugas mengerahkan sejumlah teknologi canggih untuk menembus medan yang sulit.

Kapolres Pakpak Bharat, AKBP Muhammad Agustiawan, S.T., S.I.K., M.H., melalui Kasat Binmas AKP Gembira Sembiring yang dikutip oleh Kasi Humas AKP Amron Simanullang, S.H., menyatakan bahwa berbagai alat pendukung telah dikerahkan ke lokasi.

“Hari kedua pencarian ini kami membawa unit Drone, alat pendeteksi manusia di bawah air (Aqua Eye), perahu karet, serta perlengkapan evakuasi lainnya,” ujar AKP Amron.

Operasi yang dimulai pukul 09.30 WIB ini melibatkan personel gabungan yang terdiri dari Sat Binmas, Sat Intelkam, enam personel Basarnas Medan, enam personel BPBD, enam anggota Tagana, serta dibantu oleh sepuluh warga setempat.

Namun, derasnya arus Sungai Lae Une serta topografi tebing yang curam dan berbukit menjadi tantangan besar bagi tim di lapangan. Tak hanya medan fisik, penggunaan teknologi udara pun mengalami kendala teknis akibat kondisi alam.

“Jarak jangkau Drone terbatas hanya 300 hingga 400 meter dari titik operator karena pepohonan yang sangat lebat dan rimbun menyebabkan gangguan sinyal. Hal ini cukup menyulitkan proses penyisiran lewat udara,” jelasnya.

Hingga sore hari pukul 16.00 WIB, keberadaan korban yang diketahui memiliki riwayat gangguan psikis tersebut belum juga ditemukan. Mengingat faktor cuaca dan keselamatan personel, tim memutuskan untuk menghentikan sementara pencarian.

Sebagai langkah antisipasi jika korban terbawa arus lebih jauh, tim telah memasang tali dan jaring di titik-titik strategis sungai guna memudahkan proses evakuasi jika korban ditemukan.

“Besok, Minggu (29/03/2026), pencarian akan kembali dilanjutkan. Kami harus memastikan kondisi kesehatan dan keselamatan tim pencari tetap terjaga agar operasi besok bisa lebih maksimal,” pungkas AKP Amron Simanullang.

Loading

Penulis : Benny Solin

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Pemkab Jeneponto Dorong Setwan DPRD Menguatkan JDIH Melalui Aplikasi ILDIS
Resmi Dilantik, Ini Wajah-Wajah Baru Pejabat Utama di Lingkungan Polres Jeneponto
Kunker ke UPT Dishub Wilayah VIII, Bapenda Garut Tinjau Pengelolaan Parkir Pasar Malangbong
Geger! Nelayan Santolo Temukan Mayat Wanita Mengapung di Tengah Laut
Pemkab Garut bersama SID Luncurkan Program Digitally Enabled District Guna
Silaturahmi Hangat Bersama Baur SIM, Media Apresiasi Purnabakti Ipda Tata Setiawan
Wilayah Dusun Timur Gelap Gulita, Warga Pertanyakan Tanggung Jawab Pengelola PJU
Penanaman Padi Metode Demplot KSP, Upaya Tingkatkan Produktivitas Petani di Garut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 14:48 WIB

Pemkab Jeneponto Dorong Setwan DPRD Menguatkan JDIH Melalui Aplikasi ILDIS

Rabu, 15 April 2026 - 14:33 WIB

Resmi Dilantik, Ini Wajah-Wajah Baru Pejabat Utama di Lingkungan Polres Jeneponto

Rabu, 15 April 2026 - 14:12 WIB

Kunker ke UPT Dishub Wilayah VIII, Bapenda Garut Tinjau Pengelolaan Parkir Pasar Malangbong

Rabu, 15 April 2026 - 13:54 WIB

Geger! Nelayan Santolo Temukan Mayat Wanita Mengapung di Tengah Laut

Rabu, 15 April 2026 - 13:23 WIB

Pemkab Garut bersama SID Luncurkan Program Digitally Enabled District Guna

Berita Terbaru

Berita terbaru

Geger! Nelayan Santolo Temukan Mayat Wanita Mengapung di Tengah Laut

Rabu, 15 Apr 2026 - 13:54 WIB