Haji & Umrah Bukan Proyek! Stop Komodifikasi Ibadah, Usut Tuntas Mark-Up Biaya dan Korupsi

Kamis, 29 Mei 2025 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Ibadah haji dan umrah seharusnya menjadi ruang sakral pengabdian umat kepada Tuhannya, bukan ladang basah bagi para pencoleng anggaran yang berselimut jubah birokrasi.

Namun sayangnya, penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di Indonesia terus dihantui oleh aroma busuk mark-up biaya dan dugaan korupsi yang tak kunjung diberantas.

Hal itu dikatakan Hari Nurdin Bendahara SAPMA PP Kota Tasikmalaya, Kamis (29/05/2025).

Setiap tahunnya, jutaan jamaah mempercayakan uang mereka — hasil tabungan bertahun-tahun, bahkan penjualan harta — kepada negara melalui Kementerian Agama dan BPKH, dengan harapan mereka bisa menunaikan rukun Islam kelima dengan layak dan khusyuk.

Tetapi kepercayaan itu terus dikhianati oleh dugaan praktik penggelembungan biaya, kontrak-kontrak tak transparan, dan kinerja yang lebih mirip mafia daripada pelayan umat.

“Ironisnya, semua ini terjadi dalam sistem yang seolah legal, dibalut prosedur administratif yang rapi tapi tidak akuntabel,” kata Hari Nurdin.

Padahal, UU No. 8 Tahun 2019 secara tegas mewajibkan asas efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam seluruh penyelenggaraan haji dan umrah.

Bahkan, jika terbukti ada pihak yang memperkaya diri melalui pengelolaan dana haji secara tidak sah, maka jelas hal itu telah melanggar UU Tipikor (UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001) yang mengancam pelaku dengan pidana minimal 4 tahun hingga seumur hidup penjara.

“Maka pertanyaannya: di mana pengawasan pemerintah, DPR, dan lembaga hukum? Mengapa tahun demi tahun, publik hanya diberi klarifikasi basa-basi sementara biaya haji terus melonjak dan kualitas layanan tidak kunjung membaik?,” cetusnya.

Kementerian Agama tidak bisa terus-menerus cuci tangan dan menyalahkan mekanisme pasar atau kebijakan luar negeri.

Menurut Hari Nurdin, ini bukan soal fluktuasi kurs atau harga hotel, ini soal kebusukan sistem yang sengaja dibiarkan. Sudah waktunya dilakukan audit menyeluruh terhadap seluruh kontrak dan aliran dana penyelenggaraan haji dan umrah — mulai dari pusat hingga ke daerah.

“Jika ditemukan praktik mark-up dan kongkalikong antara pejabat Kemenag, BPKH, dan mitra travel, maka mereka harus diseret ke pengadilan tanpa pandang bulu,” tegas Hari Nurdin.

Dirinya menegaskan, jangan biarkan ibadah dijadikan proyek. Jangan biarkan rumah Tuhan dikotori oleh tangan-tangan rakus.

“Karena jika ibadah suci pun telah dijadikan komoditas oleh elite-elite tamak, maka sesungguhnya negara ini sedang mengalami pembusukan moral dari akarnya,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Soal Polemik Acara Safari Jurnalis Desa Kemang, Ini Klarifikasi Ketua PWI Kabupaten Bogor
Di Balik Angka, Ada Hak Warga yang Terpenuhi: Dukcapil Jeneponto Terus Tingkatkan Layanan Adminduk
Gubernur Jabar Ingkar Janji? Tokoh Masyarakat Desak Realisasi Akses Jalan SMAN 11 Tasikmalaya 
Cemari Saluran Air, Satpol PP Pemalang Ancam Tutup Rumah Makan di Jalan Jenderal Sudirman 
Bolos ke Pantai Widuri, Belasan Pelajar Apes Diciduk Satpol PP Pemalang
Guru Penjaskes di Pemalang Ungkap Pentingnya Jalan Kaki bagi Kebugaran Siswa
Gunakan Skema PKTD, Pemdes Tampa Mulai Pembangunan Gang Manguleng
Tiga Pilar Keamanan Tasikmalaya Satukan Langkah di Makodim 0612/Tasikmalaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:09 WIB

Soal Polemik Acara Safari Jurnalis Desa Kemang, Ini Klarifikasi Ketua PWI Kabupaten Bogor

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:27 WIB

Di Balik Angka, Ada Hak Warga yang Terpenuhi: Dukcapil Jeneponto Terus Tingkatkan Layanan Adminduk

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:52 WIB

Gubernur Jabar Ingkar Janji? Tokoh Masyarakat Desak Realisasi Akses Jalan SMAN 11 Tasikmalaya 

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:00 WIB

Cemari Saluran Air, Satpol PP Pemalang Ancam Tutup Rumah Makan di Jalan Jenderal Sudirman 

Selasa, 14 Juli 2026 - 16:43 WIB

Bolos ke Pantai Widuri, Belasan Pelajar Apes Diciduk Satpol PP Pemalang

Berita Terbaru

Berita terbaru

Bolos ke Pantai Widuri, Belasan Pelajar Apes Diciduk Satpol PP Pemalang

Selasa, 14 Jul 2026 - 16:43 WIB