Garut International Kite Festival 2026: Ajang Promosi Pariwisata Daerah ke Manca Negara

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUT, MNP – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyampaikan, penyelenggaraan Garut International Kite Festival 2026 menjadi momentum memperkenalkan potensi pariwisata Kabupaten Garut sekaligus mempererat persahabatan antarbangsa melalui seni budaya layang-layang.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara Welcome Dinner Garut International Kite Festival di Cisurupan, kaki Gunung Papandayan, Rabu (29/7/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Garut mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta layang-layang internasional, peserta nasional, panitia, sponsor, dan tamu undangan yang telah hadir di Kabupaten Garut.

On behalf of the Government and the people of Garut Regency, I extend our warmest greetings to all international kite flyers, national participants, organizers, sponsors, and distinguished guests who have traveled from near and far to join us.”

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Garut, saya menyampaikan salam hangat dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta layang-layang internasional, peserta nasional, panitia, sponsor, serta para tamu kehormatan yang telah datang dari berbagai daerah dan negara.

Ia menuturkan, Kabupaten Garut merasa terhormat menjadi tuan rumah penyelenggaraan festival internasional yang digelar di kawasan Cisurupan, tepatnya di kaki Gunung Papandayan.

Kawasan tersebut dikenal memiliki panorama alam yang memukau, udara pegunungan yang sejuk, kekayaan hayati, serta masyarakat yang ramah.

Karena itu, para peserta diharapkan tidak hanya menikmati rangkaian festival, tetapi juga mengenal budaya, tradisi, dan destinasi wisata yang dimiliki Kabupaten Garut.

Bupati Garut mengatakan, layang-layang tidak hanya menjadi bagian dari seni dan olahraga, tetapi juga memiliki makna sebagai simbol kebebasan, kreativitas, persahabatan, dan harapan yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Kites symbolize freedom, creativity, friendship, and hope. They remind us that although we come from different countries, cultures, and languages, we all share the same sky. Through this festival, we celebrate not only the art of kite flying but also the spirit of international friendship, cultural exchange, peace, and mutual respect.”

“Layang-layang melambangkan kebebasan, kreativitas, persahabatan, dan harapan. Layang-layang mengingatkan kita bahwa meskipun berasal dari negara, budaya, dan bahasa yang berbeda, kita semua berbagi langit yang sama. Melalui festival ini, kita tidak hanya merayakan seni layang-layang, tetapi juga semangat persahabatan internasional, pertukaran budaya, perdamaian, dan saling menghormati.”

Ia menambahkan, Kabupaten Garut memiliki beragam potensi unggulan, mulai dari keindahan alam, hasil pertanian, industri kreatif, kuliner, kerajinan tangan, hingga destinasi wisata.

Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan berskala internasional seperti Garut International Kite Festival akan memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan, penguatan ekonomi lokal, pemberdayaan masyarakat, sekaligus memperkenalkan Garut kepada masyarakat dunia.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Garut turut menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, relawan, masyarakat, instansi pemerintah, aparat keamanan, serta seluruh mitra yang telah bekerja sama sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Ia juga berharap seluruh peserta memperoleh pengalaman yang menyenangkan selama berada di Garut serta turut mempromosikan keindahan daerah ini kepada masyarakat internasional.

Bupati Garut berharap Garut International Kite Festival dapat semakin memperkuat hubungan persahabatan antarbangsa dan menjadi inspirasi untuk terus membangun perdamaian, harmoni, serta pembangunan berkelanjutan.

Finally, let this festival strengthen the friendship among nations and inspire us to continue working together for peace, harmony, and sustainable development.”

“Akhirnya, semoga festival ini semakin mempererat persahabatan antarbangsa dan menginspirasi kita untuk terus bekerja sama dalam mewujudkan perdamaian, keharmonisan, dan pembangunan yang berkelanjutan.”

Loading

Penulis : Wawan Uje

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

DPRD Cium Dugaan Kebocoran PAD Pajak Maxim, Komisi II Siap Panggil Dispenda
600 Branding Maxim Beroperasi, Hanya 49 Terdata Pajak: Ke Mana Potensi PAD Kota Tasikmalaya?
Jabat PAW Kades Buniasih, Ohid Bertekad Kembalikan Kepercayaan Masyarakat
Tanggap Kebutuhan Warga Dusun Kayu Tabu, Satpolairud Polres Lamsel Salurkan Air Bersih
Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Jeneponto Terapkan Sistem Ganjil-Genap di Seluruh SPBU
Paguyuban Online Bersatu Geruduk DPRD: Desak Evaluasi Aturan Transportasi Maxim
Wujudkan Wilayah Bebas TB dan Kanker Serviks, Puskesmas Cibeureum Perkuat Kolaborasi
Parah! Koperasi di Bartim Diduga Catut Nama Dinas, Gelapkan Rp13 Juta hingga Menunggak Pajak Rp3,3 M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:20 WIB

DPRD Cium Dugaan Kebocoran PAD Pajak Maxim, Komisi II Siap Panggil Dispenda

Selasa, 15 September 2026 - 16:11 WIB

600 Branding Maxim Beroperasi, Hanya 49 Terdata Pajak: Ke Mana Potensi PAD Kota Tasikmalaya?

Selasa, 15 September 2026 - 16:01 WIB

Jabat PAW Kades Buniasih, Ohid Bertekad Kembalikan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 15 September 2026 - 13:49 WIB

Tanggap Kebutuhan Warga Dusun Kayu Tabu, Satpolairud Polres Lamsel Salurkan Air Bersih

Selasa, 15 September 2026 - 13:34 WIB

Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Jeneponto Terapkan Sistem Ganjil-Genap di Seluruh SPBU

Berita Terbaru