Tampilkan Inovasi Teknologi Tepat Guna, KATASIK ARRAZAQ Curi Perhatian di Gerakan Pangan Murah

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Drum Seeder hingga Mesin Cacah buatan KATASIK ARRAZAQ Dorong Efisiensi Petani di Tasikmalaya

Drum Seeder hingga Mesin Cacah buatan KATASIK ARRAZAQ Dorong Efisiensi Petani di Tasikmalaya

TASIKMALAYA, MNP — Suasana halaman Kantor Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, tampak berbeda pada Rabu (29/7/2026).

Di tengah riuhnya gelaran Gerakan Pangan Murah (GPM), stan milik KATASIK ARRAZAQ mendadak jadi pusat perhatian para pengunjung.

Bukan menjual bahan pokok, stan ini justru memamerkan deretan inovasi teknologi tepat guna yang dirancang untuk membantu efisiensi sektor pertanian dan peternakan.

Gerakan Pangan Murah sendiri merupakan program rutin dari Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya.

Program ini digulirkan untuk menjaga stabilitas harga pangan, menekan laju inflasi, sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Kehadiran KATASIK ARRAZAQ dalam acara ini merupakan undangan langsung dari Kepala DKP3 Kota Tasikmalaya.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai teknologi sederhana hasil pengembangan masyarakat binaan melalui program pemberdayaan KATASIK.

Penggagas KATASIK ARRAZAQ, Irvan, menjelaskan, keikutsertaannya bukan sekadar ajang pamer produk, melainkan media edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi tepat guna di sektor agribisnis.

Pada kegiatan Gerakan Pangan Murah kali ini, KATASIK ARRAZAQ diminta Kepala DKP3 Kota Tasikmalaya untuk menampilkan produk teknologi sederhana karya masyarakat binaan Program KATASIK.

“Harapannya, inovasi ini bisa dikenal lebih luas dan memberikan manfaat nyata bagi para petani maupun peternak,” ujar Irvan.

Dalam pameran tersebut, KATASIK ARRAZAQ memamerkan dua produk unggulannya yang dikembangkan oleh Bidang Kreatif Teknologi Mandiri Teknik, yaitu Drum Seeder.

Alat ini dirancang khusus untuk mendukung sistem TABELA (Tanam Benih Langsung) yang sejalan dengan program percepatan tanam Kementerian Pertanian. Alat ini membuat proses penanaman lebih cepat, rapi, hemat benih, dan menekan kebutuhan tenaga kerja.

Selain itu, Mesin Cacah KT-125, solusi praktis bagi peternak skala rumah tangga untuk mencacah berbagai bahan pakan, mulai dari jagung, singkong, ubi jalar, hijauan, hingga limbah sayuran, sehingga peternak dapat memanfaatkan potensi lokal di sekitarnya.

Irvan menilai, tingginya biaya produksi serta melonjaknya harga pakan pabrikan masih menjadi momok utama bagi para pelaku usaha pertanian dan peternakan.

Irvan menegaskan, KATASIK hadir sebagai wadah untuk menghadirkan teknologi sederhana, murah, namun efektif.

“Dengan alat bantu ini, kami berharap petani dan peternak dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya produksi sehingga pendapatan mereka meningkat. Potensi lingkungan sekitar harus bisa diolah menjadi nilai tambah agar usaha lebih efisien dan berdaya saing,” tegasnya.

Irvan membeberkan rencana besarnya yang saat ini sedang berjalan, yakni pembangunan kawasan Agro Eduwisata Urban Farming KATASIK ARRAZAQ di Kelurahan Sukanagara, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya.

Kawasan ini dirancang sebagai pusat edukasi, pelatihan, sekaligus destinasi wisata berbasis integrated farming.

Pembangunannya turut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kelurahan Sukanagara serta PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tasikmalaya.

Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026 agar segera bisa dimanfaatkan masyarakat umum sebagai wadah belajar urban farming, teknologi pertanian, peternakan, dan perikanan yang berkelanjutan.

“Kami mohon doa dan dukungan dari semua pihak agar kawasan Integrated Farming KATASIK ARRAZAQ dapat segera selesai dan menjadi pusat edukasi sekaligus destinasi wisata yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkas Irvan.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

DPRD Cium Dugaan Kebocoran PAD Pajak Maxim, Komisi II Siap Panggil Dispenda
600 Branding Maxim Beroperasi, Hanya 49 Terdata Pajak: Ke Mana Potensi PAD Kota Tasikmalaya?
Jabat PAW Kades Buniasih, Ohid Bertekad Kembalikan Kepercayaan Masyarakat
Tanggap Kebutuhan Warga Dusun Kayu Tabu, Satpolairud Polres Lamsel Salurkan Air Bersih
Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Jeneponto Terapkan Sistem Ganjil-Genap di Seluruh SPBU
Paguyuban Online Bersatu Geruduk DPRD: Desak Evaluasi Aturan Transportasi Maxim
Wujudkan Wilayah Bebas TB dan Kanker Serviks, Puskesmas Cibeureum Perkuat Kolaborasi
Parah! Koperasi di Bartim Diduga Catut Nama Dinas, Gelapkan Rp13 Juta hingga Menunggak Pajak Rp3,3 M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:20 WIB

DPRD Cium Dugaan Kebocoran PAD Pajak Maxim, Komisi II Siap Panggil Dispenda

Selasa, 15 September 2026 - 16:11 WIB

600 Branding Maxim Beroperasi, Hanya 49 Terdata Pajak: Ke Mana Potensi PAD Kota Tasikmalaya?

Selasa, 15 September 2026 - 16:01 WIB

Jabat PAW Kades Buniasih, Ohid Bertekad Kembalikan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 15 September 2026 - 13:49 WIB

Tanggap Kebutuhan Warga Dusun Kayu Tabu, Satpolairud Polres Lamsel Salurkan Air Bersih

Selasa, 15 September 2026 - 13:34 WIB

Atasi Kelangkaan BBM, Pemkab Jeneponto Terapkan Sistem Ganjil-Genap di Seluruh SPBU

Berita Terbaru