TASIKMALAYA, MNP – Tiga orang anak di Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, yang nyaris putus sekolah akibat ditelantarkan orang tuanya, akhirnya mendapatkan titik terang.
Masa depan mereka berhasil terselamatkan berkat aksi sigap dan kolaborasi nyata antara Karang Taruna, PKK, serta jajaran pemerintah setempat.
Camat Bungursari, Sodik Sunandi, turun langsung ke lapangan bersama Lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua RT, dan Ketua Pokja 4 PKK Kelurahan untuk melihat kondisi ketiga anak tersebut secara langsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kunjungannya, Camat Bungursari mengaku sangat tersentuh melihat kondisi di lapangan sekaligus bangga dengan kepekaan sosial warga dan pemuda setempat.
“Hari ini saya bersyukur diajak oleh teman-teman Karang Taruna Bantarsari beserta Lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk melihat langsung ketiga anak yang hampir nyaris putus sekolah. Alhamdulillah, berkat kesigapan Karang Taruna melalui dana CSR yang mereka kelola, kehidupan anak-anak ini bisa tersambung kembali,” ujar Sodik Sunandi.
Sodik menjelaskan bahwa ketiga anak tersebut telantar setelah kedua orang tua mereka bercerai dan pergi entah ke mana. Beruntung, ruang kolaborasi antara Bu RT, Pokja 4 PKK, dan Karang Taruna bergerak cepat memberikan bantuan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.
Ia juga memanfaatkan momen ini untuk mengetuk hati para pengusaha dan orang kaya (aghnia) di wilayahnya agar menyalurkan bantuan mereka secara tepat sasaran.
“Saya mengimbau kepada para aghnia dan perusahaan-perusahaan yang memiliki dana CSR, silakan untuk disalurkan kepada kami yang dikelola oleh Karang Taruna. Insya Allah sangat maslahat bagi kehidupan ketiga anak ini,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Pembina Karang Taruna Kelurahan Bantarsari, Agus Afghan, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak swasta yang selama ini setia menyokong pergerakan sosial mereka.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada CV Assalam Family yang sudah mempercayakan Karang Taruna Kelurahan Bantarsari untuk menyalurkan CSR-nya bagi warga yang membutuhkan,” kata Agus.
Agus memaparkan bahwa kuota penerima manfaat dari dana CSR ini terus bergerak dinamis guna mengakomodasi warga Kelurahan Bantarsari yang benar-benar memprioritaskan bantuan.
Dijelaskan Agus Afgan penyaluran rutin biasanya berkisar antara 10, 20, hingga 30 penerima manfaat per bulan. Bahkan penyaluran bulan ini mencapai sekitar 50 penerima manfaat, termasuk penanganan khusus bagi ketiga anak telantar tersebut.
Setelah melihat langsung kondisi kamar dan tempat istirahat ketiga anak tersebut yang memprihatinkan, pihak pengelola CSR Karang Taruna berjanji akan segera melakukan tindakan renovasi fasilitas tidur mereka.
“Melihat langsung kondisi tempat tidurnya bersama Pak Camat dan jajaran tadi, kami dari pengelola CSR insya Allah secepatnya akan memberikan tempat tidur yang layak. Mohon doanya dari semua pihak mudah-mudahan secepatnya terealisasi, sehingga seluruh warga Bantarsari betul-betul merasakan manfaat nyata dari keberadaan CSR ini,” pungkas Agus.
![]()
Penulis : Mon
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan