Fenomena Situ Gede di Musim Kemarau, Hamparan ‘Karpet Hijau’ Jadi Wisata Dadakan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Fenomena mengeringnya kawasan Situ Gede, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, justru menghadirkan pemandangan yang tidak biasa.

Hamparan dasar danau yang selama ini tertutup air kini berubah menjadi area luas yang dipenuhi rerumputan hijau dan tanah retak akibat kemarau.

Kondisi tersebut menarik perhatian masyarakat yang datang berbondong-bondong untuk menikmati suasana sore hari.

Sejak beberapa hari terakhir, jumlah pengunjung terus meningkat, terutama pada sore hingga menjelang matahari terbenam.

Warga dari Kota Tasikmalaya maupun daerah sekitarnya memanfaatkan momen langka ini untuk berjalan-jalan, bersantai bersama keluarga, hingga mengabadikan foto dan video di tengah hamparan dasar Situ Gede yang mengering.

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana semakin ramai menjelang petang. Tidak hanya memenuhi area tepi situ, banyak pengunjung yang memilih turun langsung ke dasar danau yang kini telah ditumbuhi rerumputan.

Mereka menikmati pemandangan yang jarang bisa disaksikan ketika Situ Gede berada dalam kondisi normal.

Keberadaan jembatan yang biasanya berada di atas permukaan air kini tampak berdiri di atas tanah kering.

Pemandangan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung untuk berfoto maupun merekam video sebagai kenang-kenangan.

Selain sekadar berwisata, sebagian warga memanfaatkan kondisi surutnya air untuk mencari pakan ternak. Rumput hijau yang tumbuh subur di dasar situ dipotong dan dibawa pulang sebagai pakan sapi maupun kambing.

Aktivitas ini menjadi pemandangan yang cukup unik karena berdampingan dengan para wisatawan yang tengah menikmati suasana.

Sejumlah pengunjung mengaku penasaran dengan kondisi Situ Gede yang mengering. Mereka sengaja datang bersama keluarga setelah melihat berbagai unggahan di media sosial.

Menurut Mimi warga Karang Anyar , fenomena tersebut menjadi pengalaman yang tidak biasa sekaligus kesempatan menikmati sisi lain dari salah satu destinasi wisata andalan Kota Tasikmalaya, “ujarnya Sabtu (18/07/2026).

Meski demikian, ia tetap menghimbau kepada pengunjung lainnya untuk berhati-hati saat berada di area dasar situ.

Beberapa titik masih memiliki tanah yang lembek dan berlumpur sehingga berpotensi membahayakan jika diinjak tanpa kehati-hatian. Pengunjung juga diharapkan tidak membuang sampah sembarangan agar kebersihan kawasan tetap terjaga.

Fenomena mengeringnya Situ Gede diduga dipengaruhi oleh musim kemarau yang menyebabkan debit air terus menurun.

Kondisi tersebut mengubah wajah danau menjadi hamparan daratan luas yang kini dimanfaatkan masyarakat sebagai lokasi rekreasi dadakan.

Warga berharap kondisi ini tidak berlangsung terlalu lama karena Situ Gede merupakan salah satu kawasan konservasi air sekaligus objek wisata alam yang memiliki fungsi penting bagi lingkungan.

Setelah musim hujan tiba, masyarakat berharap debit air kembali normal sehingga ekosistem Situ Gede dapat pulih seperti sediakala.

Sementara itu, ramainya pengunjung menunjukkan bahwa Situ Gede tetap memiliki daya tarik bagi masyarakat, baik saat air melimpah maupun ketika mengalami kekeringan.

Fenomena alam yang langka ini menjadi magnet baru yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi warga Tasikmalaya dan sekitarnya.

Namun demikian, seluruh pengunjung diharapkan tetap menjaga keselamatan, kebersihan, dan kelestarian kawasan agar Situ Gede tetap menjadi kebanggaan Kota Tasikmalaya.

Loading

Penulis : Soni

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Waspada Dampak Debu Vulkanik, Polres Garut Bagikan 500 Masker Gratis Masker
Komunitas U$$ Sikapi Informasi Dugaan Transaksi Narkoba, Modus Operandi Titip Armada Bus
Banggakan Kota Tasikmalaya, SDN Panglayungan Borong Dua Tropi di LOBB Jawa Barat
Penerima Becak Listrik Tasikmalaya Ikut Pembekalan di Brigif
Beda Keterangan dan Data ‘Sentuh Tanahku’, Karang Taruna Pertanyakan Aset Desa Mekarwangi
Kolaborasi ORADO Gunungsitoli dan Kodim 0213/Nias, Siap Gelar Turnamen Domino Piala Panglima TNI
Penelusuran Proyek APBN Rp24 M Way Katibung: Pelanggaran Bisa Berujung Pidana
Jaga Kesehatan Pendamping Pasien, Primaya Hospital Bagikan 2.000 Paket Mini MCU di Hari Pelanggan Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 19:36 WIB

Waspada Dampak Debu Vulkanik, Polres Garut Bagikan 500 Masker Gratis Masker

Senin, 7 September 2026 - 18:17 WIB

Komunitas U$$ Sikapi Informasi Dugaan Transaksi Narkoba, Modus Operandi Titip Armada Bus

Senin, 7 September 2026 - 17:12 WIB

Banggakan Kota Tasikmalaya, SDN Panglayungan Borong Dua Tropi di LOBB Jawa Barat

Senin, 7 September 2026 - 15:25 WIB

Penerima Becak Listrik Tasikmalaya Ikut Pembekalan di Brigif

Senin, 7 September 2026 - 10:04 WIB

Beda Keterangan dan Data ‘Sentuh Tanahku’, Karang Taruna Pertanyakan Aset Desa Mekarwangi

Berita Terbaru

Berita terbaru

Penerima Becak Listrik Tasikmalaya Ikut Pembekalan di Brigif

Senin, 7 Sep 2026 - 15:25 WIB