Eduwisata Gunung Guntur, Cocok Menjadi Tujuan Liburan Keluarga 

Rabu, 7 Agustus 2024 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut, MNP – Keberadaan Gunung Guntur yang merupakan salah satu Gunung terbesar di Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat memberi efek positif terhadap lingkungan sekitarnya.

Eduwisata Gunung Guntur yang terletak di kaki Gunung Guntur ini mempunyai lahan seluas kurang lebih 3 Hektar dan masuk ke wilayah Desa Pasawahan kecamatan Tarogong Kaler.

Untuk pengelolaannya sendiri ada di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Pasawahan Kabupaten Garut.

Deni Ketua Bumdes Sauyunan Desa Pasawahan mengatakan, dalam tahap penataan, pihaknya terus belajar dalam menata objek wisata ini untuk memanjakan para pengunjung.

“Kami menyediakan berbagai fasilitas diantaranya lahan parkir yang luas beberapa buah Gazebo, Caffe, peternakan lebah madu dan yang populer adalah Area Camping,” ungkapnya.

Lebih lanjut Deni mengatakan, sengaja tempat dinamai Eduwisata, karena objek wisata ini berbasis edukasi atau pendidikan.

“Dalam arti lain memberi edukasi kepada masyarakat, terutama pengunjung bagaimana cara memelihara alam agar alam itu tetap terjaga kelestariannya,” ungkap Deni.

Dia menyebut, khusus untuk peternakan lebah, sampai saat ini sudah menghasilkan madu dan produknya baru bisa di jual di tempat wisata.

“Produk madu terdiri dari takaran kecil sedang sampai besar. Adapun pengunjung yang mau Camping dipatok harga yang semurah murahnya,” ucapnya.

Deni berharap, kedepannya stakeholder terkait kiranya dapat mengadakan program pelatihan kepada pengelola wisata.

“Kami himbau kepada para pengunjung agar senantiasa tetap menjaga kebersihan, keamanan demi kenyamanan kita semua,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Yana

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Bukti Nyata Wakil Rakyat Hadir, Anggota DPR-RI Rizal Bawazier Desak RUU Perkoperasian
Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa
Bupati Franc Bernhard Tumanggor Dukung Penuh Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Pakpak Bharat
Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H
Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026
PAD Tidak Tercapai, Siapa yang Bertanggung Jawab? GMNI Minta Bapenda Berhenti Tertutup
MBG Gagal, Pejabatnya Tersandung Korupsi, Kini KDMP Dipaksakan
Banyak Sekolah Direvitalisasi, Mengapa SDN 3 Puspahiang Malah Terlewat?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:01 WIB

Bukti Nyata Wakil Rakyat Hadir, Anggota DPR-RI Rizal Bawazier Desak RUU Perkoperasian

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:41 WIB

Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:23 WIB

Bupati Franc Bernhard Tumanggor Dukung Penuh Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Pakpak Bharat

Jumat, 19 Juni 2026 - 23:09 WIB

Kekompakan Warga Perum Mutiara Citra Tasikmalaya, Sambut Peringatan 1 Muharam 1448 H

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:36 WIB

Proyek Jalan Nasional Ampah–Pasar Panas Rp23 Miliar Terus Dikebut, Target Rampung Desember 2026

Berita Terbaru

Ket foto : Instalasi Air Minum Milik Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, di Kp Geledug-Desa Barengkok, Kecamatan Leuwiliang. (Photo : Jeffry Sukapura/Tim)

Berita terbaru

Sering Mati dan Keruh, Pelanggan Perumda Air Minum Leuwiliang Kecewa

Sabtu, 20 Jun 2026 - 10:41 WIB