Dorong Kreativitas dan Kemandirian: Pemprov Gencarkan “Ekonomi Rancage” di Kota Tasikmalaya

Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Pemerintah Provinsi Jawa Barat semakin serius memperkuat ketahanan ekonomi daerah melalui konsep “Ekonomi Rancage”.

Sosialisasi mengenai gerakan ekonomi inklusif ini diselenggarakan di salah satu restoran di Kota Tasikmalaya, mengusung tema “Ekonomi sebagai Pilar Pembangunan Jawa Barat”, pada Rabu (22/10/2025).

Drs. Wahyu Wijaya, S.H., M.S.I., Kepala Kesbangpol Jawa Barat, menyampaikan bahwa “Ekonomi Rancage” adalah gerakan bersama untuk membangun ekonomi yang bersifat inklusif.

“Kita ingin masyarakat Jawa Barat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama pembangunan,” tegas Wahyu Wijaya kepada awak media di sela-sela kegiatan.

Wahyu menjelaskan bahwa “Ekonomi Rancage” merupakan pendekatan yang menekankan pada kreativitas, kolaborasi, dan kemandirian masyarakat sebagai kunci ketahanan ekonomi.

Kata RANCAGE, yang dalam bahasa Sunda berarti cekatan, kreatif, dan berdaya cipta, diangkat menjadi simbol semangat baru bagi masyarakat Jawa Barat untuk menghadapi tantangan zaman dengan inovasi dan kerja nyata.

“Konsep ini tidak hanya menekankan pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga keberlanjutan dan keadilan ekonomi,” tambahnya.

Menurutnya, Ekonomi Rancage telah menjelma menjadi gerakan sosial-ekonomi yang melibatkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat.

“Tujuannya adalah membangun ekonomi yang tangguh terhadap krisis dan mampu menciptakan kesejahteraan yang merata,” jelasnya.

Wahyu Wijaya berharap, semangat “Rancage” dapat menjadi salah satu pilar utama ketahanan ekonomi daerah. Strategi ini dirancang untuk memperkuat struktur ekonomi, mulai dari tingkat desa hingga perkotaan.

“Ekonomi Rancage hadir sebagai strategi untuk memperkuat struktur ekonomi dari tingkat desa hingga perkotaan, dengan mendorong UMKM, koperasi, petani, nelayan, dan pelaku ekonomi kreatif agar mampu tumbuh mandiri dan berdaya saing,” jelasnya.

Dengan semangat ini, Jawa Barat bertekad menjadikan ketahanan ekonomi sebagai pilar utama pembangunan daerah, menciptakan masyarakat yang mandiri, inovatif, serta siap menghadapi masa depan dengan keyakinan dan karya nyata.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum
Pimpin DPC GAMKI Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi Fokus Konsolidasi Pemuda Lintas Komunitas
Tatap Indonesia Emas 2045, PMII STISIP Tasikmalaya Ingatkan Bonus Demografi Tak Cukup Sebatas Slogan
Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029
Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama
Andreas Simanjuntak Minta GAMKI Tasikmalaya Lahirkan Kader Berani dan Kritis
Gandeng Dinas PU dan TNI-Polri, Kades Lentu Pimpin Warga Normalisasi Irigasi Jelang Musim Tanam
Bau Tak Sedap Pekerjaan Jalan Provinsi Patung-Hayaping, Diduga Jadi Ajang Jual Beli Proyek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Tanggapi Gelombang Penolakan, Owner Kings Family Karaoke: Asumsi Harus Dibuktikan Melalui Hukum

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Pimpin DPC GAMKI Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi Fokus Konsolidasi Pemuda Lintas Komunitas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Tatap Indonesia Emas 2045, PMII STISIP Tasikmalaya Ingatkan Bonus Demografi Tak Cukup Sebatas Slogan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Bantu Kesehatan Masyarakat dan Gelar Verifikasi DPRt, NasDem Kota Tasikmalaya Targetkan Kursi Pemilu 2029

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Ancaman Digital Mengintai Anak! Sekolah dan Orangtua Dituntut Bersinergi Perkuat Pendidikan Agama

Berita Terbaru