Disdikbud Tasikmalaya Diminta Tanggungjawab Terkait SDN Rancapaku 3 Berlabel Bank BJB

Rabu, 27 Agustus 2025 - 00:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Polemik terkait penamaan SDN Rancapaku 3 yang dalam plang sekolahnya tercantum “SDN Bank BJB Rancapaku 3” menjadi sorotan publik.

Akhirnya, isu tersebut dibahas LSM FORDEM dalam audensi bersama DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (26/08/2025).

Anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Saepuloh, menegaskan bahwa aspirasi masyarakat, khususnya ormas dan LSM, harus dihargai ketika menemukan kejanggalan di ruang publik yang perlu diluruskan.

“Saya rasa ini audensi yang luar biasa, karena menunjukkan keaktifan masyarakat dalam mengoreksi hal-hal yang dianggap tidak sesuai regulasi. Kalau ada peraturan yang dilanggar atau menimbulkan pertanyaan publik, maka harus diluruskan. Termasuk soal penamaan sekolah ini,” ujar Asep.

Dia menekankan, meski ada plang yang menampilkan nama Bank BJB, secara administratif nomor kelatur sekolah tidak berubah. Namun, ia meminta Dinas Pendidikan (Disdik) bertanggung jawab melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak menimbulkan salah tafsir.

“Disdik harus memberikan solusi dan penjelasan ke masyarakat setempat. Jangan sampai ada kesan menghilangkan identitas ‘Rancapaku 3’-nya. Hal seperti ini tidak boleh dibiarkan, agar kedepan tidak terjadi kesalahpahaman,” tambahnya.

Dalam forum tersebut, beberapa peserta audensi juga menyampaikan kekecewaan karena sebelumnya upaya dialog dengan pihak terkait tidak ditanggapi serius.

Tatang Sutarman pembina LSM FORDEM menilai penggunaan nama Bank BJB secara dominan di plang sekolah bisa menimbulkan multi tafsir, terlebih di tengah rumor yang berkembang mengenai lembaga keuangan tersebut.

Menurut Tatang Sutarman, kalau Bank BJB memang memberikan bantuan pembangunan ke SDN Rancapaku 3, sebaiknya cukup diapresiasi dengan cara lain, bukan dituliskan besar-besaran di nama sekolah.

“Karena sekolah dasar negeri jarang sekali menggunakan label bank, apalagi ini bisa menimbulkan prasangka publik,”tegas Tatang Toke sapaan akrabnya.

Audensi ini diakhiri dengan harapan agar permasalahan tersebut segera ditindaklanjuti, baik dengan klarifikasi resmi dari Disdik maupun langkah perbaikan terkait plang nama sekolah.

Loading

Penulis : DK

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Tak Sekadar Bisnis, Pembukaan Lokasi Baru Legend Coffee Shop 1 Diisi dengan Santunan Anak Yatim
DPC PWRI Kota Tasikmalaya Ucapkan Selamat atas Dibukanya Cabang Legend Cafe di Mangkubumi
Kabid Humas dan IKP Kominfo Jeneponto Ucapkan Selamat HUT Ke-4 Media Nasional Potret
Wujud Nyata Kepedulian Polri, Lansia Ini Bersyukur Anaknya Bisa Khitan Gratis di Hari Bhayangkara ke 80
Lagi! Warga Graha Arradea Terjatuh, Pemkab Bogor Didesak Segera Perbaiki Kerusakan Jalan Raya Ciherang-Ciapus
Warga dan Sopir Angkot Apresiasi Aksi Jum’at Bersih Dishub Garut di Jalan Kerkop
Dukung Gerakan Indonesia Asri, DLH dan Kecamatan Bungursari Gelar Jumsih di Jalan Mangin
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Bartim Lepas Bhabinkamtibmas Salurkan 150 Paket

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:37 WIB

Tak Sekadar Bisnis, Pembukaan Lokasi Baru Legend Coffee Shop 1 Diisi dengan Santunan Anak Yatim

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:17 WIB

DPC PWRI Kota Tasikmalaya Ucapkan Selamat atas Dibukanya Cabang Legend Cafe di Mangkubumi

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:58 WIB

Kabid Humas dan IKP Kominfo Jeneponto Ucapkan Selamat HUT Ke-4 Media Nasional Potret

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:48 WIB

Wujud Nyata Kepedulian Polri, Lansia Ini Bersyukur Anaknya Bisa Khitan Gratis di Hari Bhayangkara ke 80

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:15 WIB

Lagi! Warga Graha Arradea Terjatuh, Pemkab Bogor Didesak Segera Perbaiki Kerusakan Jalan Raya Ciherang-Ciapus

Berita Terbaru