Pakpak Bharat, MNP – Kepala SMA Negeri 1 Tinada Asni Malini Boangmenalu S.Pd angkat bicara soal isu miring yang beredar di masyarakat tentang dugaan pengutipan uang kepada orang tua murid.
Asni Malini Boangmenalu mengatakan, pada bulan September tahun kemarin sudah disepakati dengan orang tua murid dan pihak komite sekolah akan memberlakukan uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).
Menurutnya, pihak sekolah sudah membuat undangan kepada seluruh orang tua/wali murid, meski tidak semua wali murid hadir dan setidaknya sudah berupaya agar semua bisa hadir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Itupun kita sepakati pada masa itu bahwa SPP dimaksud berlaku sampai kita sudah menerima surat keputusan dari dinas Provinsi terkait nasib guru honorer,” jelasnya, Rabu (15/02/2023).
Pasalnya, ini menyangkut tentang bagaimana nasip para tenaga honorer nantinya, apakah dapat diterima oleh Dinas Pendidikan provinsi Sumatera Utara untuk ditanggulangi?
Asni menyebut, setelah ada keputusan dari Dinas Provinsi kemunginan pihak sekolah akan kembali mengundang orang tua murid untuk bermusyawarah kembali tentang bagaimana kebijakan dan program sekolah selanjutnya.
“Jadi kita harap untuk saat ini uang SPP dilanjutkan dulu sementara waktu, menunggu ada kepastian resmi dari Dinas Pendidikan provinsi Sumut,” kata Asni.
Senada, Ketua Komite SMA Negeri 1 Tinada Parulian Banurea saat dikonfirmasi menerangkan, bahwa kutipan itu diberlakukan mulai pertengahan bulan September 2022 tahun lalu dan sampai sekarang.
“Kita sepakati bersama para orang tua/wali murid SMA Negeri 1 Tinada, itu kita lakukan karenatenaga honorer yang ada di sekolah sekitar 15 orang, belum mendapat kejelasan resmi tentang nasib mereka,” paparnya.
Namun lanjut Parulian, kalau nanti sudah ada beberapa tenaga honorer diterima sebagai tenaga honor dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, akan digelar rapat kembali.
“Ya, apakah SPP dimaksud dikurangi atau bahkan ditiadakan lagi itu menunggu keputusan dari dinas Prov Sumut. Itulah sebabnya kita sepakati agar honor mereka kita tanggung dulu melalui SPP,” imbuhnya.
“Soal adanya isu berita yang beredar di masyarakat, saya berharap tidak usah terlampau dibesar besarkan,” pintanya. (Benny S)
![]()









Tinggalkan Balasan