Lampung Selatan, MNP – Proyek pembangunan Ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah) di SDN 2 Bandar Dalam, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, mulai menuai kritik dari masyarakat.
Sejumlah pihak mempertanyakan kualitas pekerjaan setelah ditemukan kondisi balok bangunan yang tampak retak-retak pada beberapa bagian struktur.
Proyek yang dikelola Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan ini merupakan kegiatan Pengelolaan Pendidikan Sekolah Dasar dengan nilai kontrak sebesar Rp 154.003.454,20, melalui anggaran APBD-P Tahun 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Adapun nomor kontrak pekerjaan 03/SPK/FSK/PL.27/IV.02/SD/APBD – P/LS/2025 dengan Tanggal Kontrak: 19 September 2025, Nomor SPMK: 04/SPMK/FSK/PL.27/IV.02/SD/APBD – P/LS/2025, Tanggal SPMK: 25 September 2025, Nilai Kontrak: Rp 154.003.454,20 dengan waktu pelaksanaan: 120 hari kalender yang dikerjakan PT Sultan Maju Bersama.
Berdasarkan penelusuran di lokasi, terlihat adanya keretakan pada sejumlah balok bangunan yang memancing kekhawatiran warga dan orang tua murid.
Mereka khawatir kualitas konstruksi dapat mempengaruhi keselamatan siswa ketika bangunan tersebut nantinya digunakan sebagai ruang kesehatan.
Menurut warga sekitar, keretakan terlihat sejak tahap pengecoran selesai dilakukan. Walau belum dapat dipastikan penyebabnya, beberapa menduga pengerjaan tidak dilakukan secara optimal atau tidak mengikuti standar konstruksi yang seharusnya.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa kondisi tersebut sudah dilaporkan, namun belum ada tindak lanjut yang jelas.
“Kalau lihat baloknya begitu, ya kami jadi khawatir. Ini kan bangunan untuk anak sekolah. Harusnya dikerjakan dengan baik,” ujarnya.
Upaya konfirmasi terhadap pihak rekanan, Wayan Santi, yang disebut sebagai perwakilan kontraktor pelaksana, telah dilakukan melalui WhatsApp. Namun hingga berita ini diturunkan, pesan dan pertanyaan yang dikirimkan tidak mendapatkan tanggapan.
Ketiadaan klarifikasi dari kontraktor membuat isu mengenai kualitas pekerjaan semakin berkembang di masyarakat. Beberapa pihak berharap dinas terkait dapat segera turun melakukan pemeriksaan ulang terhadap pembangunan tersebut.
Proyek pembangunan fasilitas sekolah yang dibiayai APBD seharusnya memberikan manfaat maksimal bagi siswa dan pihak sekolah.
Karena itu, pengawasan—baik dari dinas teknis, konsultan pengawas, maupun masyarakat—dinilai sangat penting agar pelaksanaan berjalan sesuai spesifikasi dan standar yang telah ditetapkan.
Pengamat konstruksi di Lampung Selatan menilai bahwa retaknya balok bangunan dapat terjadi karena banyak faktor, mulai dari kualitas material yang kurang baik, proses pengecoran yang tidak memenuhi standar, hingga kesalahan perhitungan beban struktur.
“Pemeriksaan teknis harus dilakukan untuk memastikan apakah retakan tersebut bersifat struktural atau hanya retak rambut. Jika retaknya besar atau menjalar, itu tanda bahaya,” ujarnya.
Masyarakat kini menantikan langkah dan penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan Lampung Selatan terkait kondisi proyek tersebut.
Jika ditemukan ketidaksesuaian atau penyimpangan teknis, diharapkan dinas segera melakukan evaluasi dan meminta kontraktor memperbaiki seluruh kekurangan sebelum serah terima pekerjaan dilakukan.
Dengan anggaran yang tidak sedikit dan menyangkut keselamatan para siswa, masyarakat berharap proyek Ruang UKS SDN 2 Bandar Dalam dapat dibangun secara profesional serta memenuhi standar konstruksi yang layak.
![]()
Penulis : Jun
Editor : Redi Setiawan






