Tasikmalaya, MNP – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tasikmalaya memfasilitasi jalannya Musyawarah Pemilihan Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) periode 2025–2030.
Acara tersebut digelar di Aula Kantor Kesbangpol, Jalan Cieunteung Gede, Kelurahan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Rabu (20/08/2025).
Nampak hadir Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Raden Dicky Chandra Negara, serta perwakilan masyarakat dari berbagai suku dan etnis, di antaranya Tionghoa, Madura, Papua, Sunda, Jawa, Arab, Maluku, NTB, Minang, Ambon, Toraja, hingga Manado.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia, Abdullah Muzzaki, menjelaskan bahwa pemilihan ini digelar untuk memilih pengganti Ketua FPK sebelumnya, almarhum Iman Firman, yang telah wafat.
“Tujuan dibentuknya kepengurusan baru ini adalah agar FPK tetap berjalan dan mampu mewadahi seluruh unsur etnis di Kota Tasikmalaya,” ujarnya.
Dalam pemilihan, terdapat empat calon yang diusung, yakni Meiman N Rukmana, SH., MH. – Perwakilan Etnis Sunda-Papua, Mirafudin, S.Pt., SH. – Perwakilan Etnis NTB, Suwarto – Perwakilan Etnis Jawa Tengah dan Syahrial Koto – Perwakilan Etnis Minang.
Proses pemilihan berjalan lancar, tertib, dan transparan. Berdasarkan hasil perhitungan suara, Syahrial Koto unggul dengan raihan 6 suara, disusul Meiman (3 suara), Mirafudin (3 suara), dan Suwarto (1 suara).
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Raden Dicky Chandra Negara menegaskan pentingnya peran FPK sebagai wadah komunikasi, konsultasi, dan kerjasama antar masyarakat dari berbagai suku, ras, etnis, dan budaya.
“FPK hadir untuk memantapkan serta mengembangkan pembauran kebangsaan, sekaligus mengantisipasi potensi konflik sosial yang berlatar belakang perbedaan etnis maupun budaya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua FPK terpilih, Syahrial Koto, menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya.
“Alhamdulillah, saya dipercaya untuk memimpin FPK. Semoga saya dapat menjalankan tugas dengan baik, mempersatukan keberagaman etnis, suku, dan budaya di Tasikmalaya. Inilah indahnya Indonesia, berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan,” tutupnya.
![]()
Penulis : DK
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan