Demi Prosesi Rangkaian HJB 544 di Malasari, Dinas PU Kab Bogor Genjot Perbaikan Jalan Dalam Sebulan

Senin, 8 Juni 2026 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, MNP – Ramainya rumor dari sekitar lokasi kegiatan peringatan ke-544 HJB (Hari Jadi Bogor), di wilayah Desa Malasari Kec. Nanggung, pada Rabu lalu.

Isunya tentang kesan ironis sinergitas yang tak harmonis, dalam internal Dinas PU Kabupaten Bogor, dengan jajaran di bawahnya, yakni 5 wilayah UPT Jalan Jembatan di wilayah Barat Kabupaten Bogor, mengenai pelaksanaan perbaikan jalan, di sepanjang ruas jalan kabupaten (Panyaungan-Nanggung-Curug Bitung hingga Malasari), oleh 5 UPT Jalan Jembatan dari Dinas PU Kabupaten Bogor, sebulan jelang puncak acara HJB.

Rumor tersebut muncul, menurut sebagian warga termasuk dari jajaran kedinasannya, mengingat pelaksanaan perbaikan ruas jalan tersebut, terkesan sangat dipaksakan. Digadang – gadang hanya demi menyenangkan Hati para petinggi pemerintah di atasnya.

Termasuk untuk menyenangkan Hati Gubernur Jabar (KDM), serta beberapa tamu undangan dari beberapa Kementerian yang sudah diundang, meskipun pada kenyataannya para petinggi tersebut tidak jadi hadir, selain perwakilannya yang tak terlalu diharapkan oleh masyarakat Bogor, karena mungkin tidak sepopuler KDM maupun para menteri dari Kabinet Merah Putih.

Rumor ketidak harmonisan di internal tersebut muncul karena pelaksanaannya itu benar-benar digeber, untuk memulai hingga rampung pekerjaannya, hanya diberi waktu selama satu bulan.

Karena itu, yang awalnya diserahkan hanya kepada UPT-JJ wilayah VI Cigudeg, akhirnya disepakati untuk dikerjakan bersama oleh 5 wilayah UPT. Untuk memperbaiki kerusakan di ruas jalan sepanjang lebih dari 40 kilo meter tersebut dilaksanakan bersama. Demi menjalani perintah dari pimpinannya, yang ingin menyenangkan Hati pimpinan di atasnya, tanpa mempertimbangkan kondisi pisik hingga psikis jajaran di bawahnya.

Yang sebenarnya mungkin merasa tertekan, tapi tidak memperlihatkan sikap mereka yang tertekan, hanya demi menghargai perintah pimpinannya.

Sehingga ketika melaksanakan pekerjaannya bukan tidak mungkin, mereka berada dalam dilema, tak disertai ketulusan bekerja, karena ada belenggu sistem yang mengikat kuat mereka. Dilaksanakan mungkin tekor, tidak dilaksanakan takut kena skors, setidaknya mungkin takut dijadikan bahan kuliah di ruang breefing kedinasan, dari para pimpinan di atasnya.

Jika memang benar tanpa tekanan sama sekali dari pimpinan, lalu apa untung ruginya mengeluhkan hal itu di hadapan eksternal dan terkesan memobilisasi simpati ?

Ketika rumor tersebut dicoba dikonfirmasikan ke Kepala Dinas PU Kabupaten Bogor, Ir. Suryanto Putra, M. Si., via pesan WhatsAppnya saat itu, dengan beberapa poin pertanyaan yang berkaitan ranah tupoksinya.

Dirinya malah menjawab melalui sambungan telepon What’s App nya tersebut. Secara normatif dirinya menjelaskan. Dengan tidak mengesampingkan intisari rumor tersebut, klarifikasi yang disampaikannya via telepon kepada media ini, cukup logis serta terasa menyejukkan.

Layaknya seorang Diplomat, semua yang dipertanyakan MNP seputar hal tersebut, telah dijawabnya dengan lugas dan proporsional, tanpa tendensi keberpihakan maupun memberikan jawaban yang provokatif.

Dirinya mengatakan, bahwa rumor seperti itu sudah biasa dan tak perlu dibesar-besarkan. Adapun yang menganggap bahwa, perbaikan yang dilakukan terhadap bagian ruas jalan tersebut hanya untuk “cari muka” pada para petinggi, atau para pimpinan di atas mereka, itu hal yang wajar bagi mereka, karena setiap orang tidak mungkin dapat menyenangkan atau membahagiakan semua orang.

Meskipun (menurut Suryanto), anggapan tidak elok “cari muka” yang telah dilekatkan pada mereka itu sangat tidak benar, bahkan terasa menyakitkan, tetapi disikapinya dengan lapang dada saja, serta dijadikan sebagai pengingat kinerja mereka kedepannya, agar selalu mempertimbangkan banyak hal terlebih dahulu, sebelum melakukan apa pun, meskipun itu perbuatan baik.

Lebih lanjut dirinya pun menyatakan, bahwa hal itu merupakan mufakat, hasil musyawarah bersama antar leading sector jelang HJB di Pemda Kabupaten Bogor, termasuk pihaknya. Mengenai teknis pekerjaan awalnya diserahkan hanya pada otoritas wilayahnya, yakni UPT Wilayah VI Jalan Jembatan Cigudeg.

Namun karena pihak UPT VI tegas menyatakan tak sanggup, jika harus melaksanakan pekerjaan tersebut sendiri, maka disepakati bersama akan dikerjakan oleh 5 UPT secara bergotong royong, mengingat durasi waktunya yang “mepet ke hari H” HJB, yakni hanya ada sekitar sebulan. Dan terkait semua biaya untuk pelaksanaannya, itu dari APBD Kab. Bogor yang sudah disepakati bersama pengalokasiannya.

Di penghujung keterangan dirinya menegaskan lebih lanjut. Bahwa terkait yang disampaikan warga, serta bagian dari jajarannya tadi, itu semua dianggap wajar dan tak perlu dipersoalkan, justeru merupakan bagian dari demokrasi, meskipun perlu segera diperbaiki lagi untuk ke depannya.

Terkait prioritas perbaikan di ruas jalan tersebut, merupakan wujud penghormatan juga appresiasi PemKab Bogor, dan seluruh masyarakat di Kab. Bogor ini khususnya, terhadap segala jasa serta pengorbanan perjuangan para leluhur, yang mewaris kan begitu banyak potensi kekayaan alam dan ragam cagar budaya, pada warga masyarakat Bogor saat ini.

Sekaligus sebagai wujud rasa syukur PemKab serta seluruh warga masyarakat Bogor, atas segala berkah anugerah berlimpah, yang sudah diberikan Alloh SWT (Tuhan YME), pada warga Bogor selama ini. Tak ada tendensi apa pun selain motif dan tujuan tersebut, termasuk tujuan cari muka di hadapan para petinggi.

Loading

Penulis : Asep Didi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Tanda Tanya Besar di Balik Proyek Jalan Usaha Tani Bartim: Ketidakjelasan Objek, Pernyataan Berubah dan Tanggung Jawab yang Kabur
Seremonial Puncak Acara HJB di Citalahab Malasari, Hakikat Sebenarnya untuk Masyarakat atau Birokrat?
Waspada Hantavirus! Rutan Pemalang Screening Kesehatan Petugas dan Warga Binaan
Dinilai Ancam Kerusakan Alam, Kades Belik Tegaskan Tolak Tambang Galian C
Ditinggal Bakar Sampah, Lahan Milik Wakil Bupati Pemalang Hangus Terbakar
Sekdes Sukamanah Raih Apresiasi Masyarakat Berkat Pelayanan Prima
Tanggung Jawab Siapa? Diduga Keracunan, Puluhan Warga Peundeuy Garut Alami Mual dan Diare 
Meningkatkan Pemahaman Warga, Pemdes Tinada Gelar Sosialisasi Sadar Hukum 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:36 WIB

Tanda Tanya Besar di Balik Proyek Jalan Usaha Tani Bartim: Ketidakjelasan Objek, Pernyataan Berubah dan Tanggung Jawab yang Kabur

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:30 WIB

Seremonial Puncak Acara HJB di Citalahab Malasari, Hakikat Sebenarnya untuk Masyarakat atau Birokrat?

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:58 WIB

Waspada Hantavirus! Rutan Pemalang Screening Kesehatan Petugas dan Warga Binaan

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:48 WIB

Dinilai Ancam Kerusakan Alam, Kades Belik Tegaskan Tolak Tambang Galian C

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:40 WIB

Ditinggal Bakar Sampah, Lahan Milik Wakil Bupati Pemalang Hangus Terbakar

Berita Terbaru