Ogah Bayar Oplah Koran? Beberapa Kepala UPT Jalan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Bogor ‘Membola’ Wartawan

Sabtu, 18 Mei 2024 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, MNP – Tanpa mengungkapkan apa alasannya, selain ada kesan sengaja mengulur waktunya dengan membola wartawan dan saling lempar tanggung jawab, dari satu ke yang lain rekan sejawat pada internal kedinasannya.

Seperti itulah yang dilakukan beberapa Ka UPT JaJem-DPUPR (Kepala Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan-Dinas PUPR) Kabupaten Bogor, terhadap wartawan Media Nasional POTRET, yang menjadi mitra kerja “anak Bawang” nya.

Pada hari Jum’at lalu (5/4/2024), tepat jelang cuti bersama di Idul Fitri 1445 H, wartawan ini telah menyerah terimakan sejumlah oplah koran, untuk 10 wilayah UPT Jalan – Jembatan, di lingkup Bidang PJJ Dinas PUPR Kab Bogor.

Koran diserahkan langsung ke staf UPT JaJem Wilayah 3 Ciomas, bernama Taufik yang berbarengan dengan penyerahan oplah koran ke 5 UPT Bidang Pengairan, di Kantor UPT Wilayah Leuwi Liang, di bilangan Kp. Pasir Oray Desa Cinangka Kec. Ciampea.

Betapa tidak dianggap telah sengaja ngulur waktu serta membola, karena sejak hari diserahkannya Oplah Koran Jum’at (5 April) lalu, hingga diturunkannya berita ini pun, sudah lebih dari sebulan tak pernah ada penjelasan akan dibayar/tidaknya.

Selain dari dua orang Ka UPT yakni Ka UPT Wilayah 4 di Ciampea, yang membayar hari Rabu (8/5/2024) secara mandiri, kemudian Ka UPT Wilayah 7 Jasinga pada hari Senin nya (13/5/2024) membayarnya secara mandiri juga.

Sedangkan mekanisme di pembayaran yang sebelum – sebelumnya selalu dilakukan secara kolektif, di satu KaUPT yang disepakati bersama di internal mereka, dan dibayarkan serentak.

Kekisruhan urusan tersebut mulai terjadi, diduga setelah purna tugasnya Kepala UPT Jalan Jembatan Wilayah 3 Ciomas, Andri Wistianto, di awal bulan April yang lalu. Dugaan tersebut mengingat sebelum-sebelumnya beliau yang ngolektif pembayaran.

Ada juga spekulasi dampak begitu banyaknya realisasi proyek-proyek peningkatan/rekonstruksi ruas jalan dan jembatan, di beberapa titik wilayah di Kabupaten Bogor ini yang mangkrak, dengan berbagai penyebab/alasan.

Sehingga berdampak pada tanggungjawab kolektifitas finansial internal kedinasan, termasuk untuk membayar tagihan oplah koran.

Itu sebatas persepsi miring/spekulatif (praduga), karena tak adanya komunikasi inter aktif antara para pihak UPT. Meskipun sudah berkali-kali pihak MN Potret berupaya konfirmasikan hal tersebut via phone cell para Ka UPT atau stafnya, hingga nekad berupaya mendatangi pihak UPT ke kantor-kantornya, di lokasi yang terpisah-pisah.

Namun tetap tidak merubah perlakuan mereka membola wartawan, yang hanya inginkan jawaban/penjelasannya terkait hal tersebut dari pihak UPT yang bersangkutan.

Sekalinya ada komunikasi, hanya dari staf UPT Wilayah 3 Ciomas, yakni Taufik, tapi tak memberi jawaban yang solutif (tak sesuai harapan), seperti pesannya via What’s App berikut ini (Senin, 13/5).

“Punten Kang, kata si Bos perbulannya berapa, sama koran dikirimnya sebulan sekali apa perminggu ?” (Mohon maaf Bang, kata si Bos = Ka UPT yang baru pengganti Andri, perbulannya berapa, terus korannya dikirim sebulanan atau semingguan sekali ?).

Lalu besok harinya (Selasa, 14/5), seperti berikut ini.

“Ari koranna mah tos dipasihkeun ka Pak Andri sadayana, mangga we dicek ka Pak Andri.” (Kalau korannya sudah diserahkan ke Pak Andri semuanya, sila kan saja dicek ke Pak Andri = Mantan KaUPT 3 Ciomas).

Bahkan ada pertanyaan dari KaUPT Wilayah 7 Jasinga di hari sebelumnya yang lebih terasa aneh (Senin, 13/5), juga via pesan WhatsApp pribadinya, seperti berikut ini.

“Ari koran na ning teu aya ?” (Korannya kok tidak ada ?). Padahal saat paket oplah koran diserah terimakan (pada 5/4) itu langsung diinformasikan kepadanya, juga para KaUPT lainnya via pesan WhatsApp, lengkap dengan bukti berupa photo penerimanya (Taufik) itu.

Dengan kejadian tersebut, dapat disimpulkan, betapa dianggap tidak pentingnya komunikasi oleh kalangan pejabat di internal Leading Sector (Dinas PUPR) Kab. Bogor.

Baik dengan sesama sejawat satu kedinasannya, maupun dengan pihak luar kedinasannya, terlebih lebih dengan awak media yang di anggap “anak bawang” oleh mereka.

Loading

Penulis : Asep Didi

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Satlantas Polres Garut Tanamkan Keselamatan Sejak Dini di SDN 1 Jayaraga
Skandal Video Call di Tasikmalaya, Rayuan Maut Penagih Utang Berujung Laporan Polisi
Pernikahan Massal Katolik di Ampah: 14 Pasangan Resmi Terikat Sakramen Perkawinan
Eksotisme Galunggung Memikat Ratusan Peserta Fun Trekking ‘Explore Nature Feel The Energy’
Aturan APBD 2027 Mengancam? Ini Jawaban DPRD Garut untuk Para Guru PPPK
PKN Enrekang Bongkar Dugaan Pungli: Jalan Provinsi Jadi Ladang Parkir Liar Pemkab
Uji DNA Identik dengan Bayi, Ungkap Kakek Korban sebagai Pelaku di Sidomulyo
Diduga Buang Limbah Ilegal, LSM JSI dan SBT Laporkan Perusahaan di Tasikmalaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 14:00 WIB

Satlantas Polres Garut Tanamkan Keselamatan Sejak Dini di SDN 1 Jayaraga

Senin, 20 April 2026 - 13:20 WIB

Skandal Video Call di Tasikmalaya, Rayuan Maut Penagih Utang Berujung Laporan Polisi

Minggu, 19 April 2026 - 18:10 WIB

Pernikahan Massal Katolik di Ampah: 14 Pasangan Resmi Terikat Sakramen Perkawinan

Minggu, 19 April 2026 - 16:56 WIB

Eksotisme Galunggung Memikat Ratusan Peserta Fun Trekking ‘Explore Nature Feel The Energy’

Minggu, 19 April 2026 - 15:33 WIB

Aturan APBD 2027 Mengancam? Ini Jawaban DPRD Garut untuk Para Guru PPPK

Berita Terbaru

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Garut, Asep Rahmat

Berita terbaru

Aturan APBD 2027 Mengancam? Ini Jawaban DPRD Garut untuk Para Guru PPPK

Minggu, 19 Apr 2026 - 15:33 WIB