CBA Klaim KPK Terancam Su’ul Khotimah bersama Berakhirnya Kepemimpinan Joko Widodo

Selasa, 23 Januari 2024 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, MNP – Center for Budget Analysis (CBA) mengaku sangat prihatin dengan kondisi Lembaga Anti Raswah/Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sekarang ini. Mulai dari kasus Firli Bahuri sampai yang terbaru kasus pungutan liar di rutan KPK.

Kasus pungutan liar di Rutan KPK menciptakan ketidakpercayaan terhadap lembaga yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memberantas korupsi. Keterlibatan 93 pegawai KPK menunjukkan adanya kelemahan sistem pengawasan internal.

Fakta bahwa pemberi pungli memberikan fasilitas kepada tahanan, seperti memesan makanan dan menggunakan handphone, merusak integritas lembaga. Hal ini menciptakan narasi bahwa keadilan dapat dibeli di dalam lembaga yang seharusnya menegakkan keadilan.

Tarif pungli yang mencakup pengisian daya ponsel hingga memasukkan ponsel ke dalam rutan menjadi cerminan korupsi yang meresap pada tingkat yang mengkhawatirkan.

Praktik semacam ini memperlihatkan bahwa bahkan di lembaga anti-korupsi pun, prinsip-prinsip moral bisa dikesampingkan.

Estimasi nilai pungli yang meningkat dari Rp 4 miliar menjadi Rp 6,1 miliar menunjukkan tingginya tingkat korupsi di dalam KPK, memicu kekhawatiran terhadap efektivitas lembaga tersebut dalam memerangi korupsi.

Pentingnya melakukan reformasi internal dan perbaikan sistem pengawasan menjadi jelas, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan, dan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum yang seharusnya bersih dari korupsi.

Center for Budget Analysis meminta presiden Joko Widodo agar melakukan langkah konkret. Idealnya permasalahan KPK diselesaikan sendiri oleh Joko Widodo, tidak perlu menunggu presiden pemerintahan baru.

Jangan sampai sejarah mencatat, lembaga yang menjadi garda terdepan dalam pemberantasan korupsi negara kita, su’ul khotimah berbarengan dengan berakhirnya kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Loading

Penulis : Asep Didi

Editor : Redi Setiawan

Sumber Berita : Koordinator CBA

Berita Terkait

Waspada Dampak Debu Vulkanik, Polres Garut Bagikan 500 Masker Gratis Masker
Komunitas U$$ Sikapi Informasi Dugaan Transaksi Narkoba, Modus Operandi Titip Armada Bus
Banggakan Kota Tasikmalaya, SDN Panglayungan Borong Dua Tropi di LOBB Jawa Barat
Penerima Becak Listrik Tasikmalaya Ikut Pembekalan di Brigif
Beda Keterangan dan Data ‘Sentuh Tanahku’, Karang Taruna Pertanyakan Aset Desa Mekarwangi
Kolaborasi ORADO Gunungsitoli dan Kodim 0213/Nias, Siap Gelar Turnamen Domino Piala Panglima TNI
Penelusuran Proyek APBN Rp24 M Way Katibung: Pelanggaran Bisa Berujung Pidana
Jaga Kesehatan Pendamping Pasien, Primaya Hospital Bagikan 2.000 Paket Mini MCU di Hari Pelanggan Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 19:36 WIB

Waspada Dampak Debu Vulkanik, Polres Garut Bagikan 500 Masker Gratis Masker

Senin, 7 September 2026 - 18:17 WIB

Komunitas U$$ Sikapi Informasi Dugaan Transaksi Narkoba, Modus Operandi Titip Armada Bus

Senin, 7 September 2026 - 17:12 WIB

Banggakan Kota Tasikmalaya, SDN Panglayungan Borong Dua Tropi di LOBB Jawa Barat

Senin, 7 September 2026 - 15:25 WIB

Penerima Becak Listrik Tasikmalaya Ikut Pembekalan di Brigif

Senin, 7 September 2026 - 10:04 WIB

Beda Keterangan dan Data ‘Sentuh Tanahku’, Karang Taruna Pertanyakan Aset Desa Mekarwangi

Berita Terbaru

Berita terbaru

Penerima Becak Listrik Tasikmalaya Ikut Pembekalan di Brigif

Senin, 7 Sep 2026 - 15:25 WIB