‘Cape Gulapadi’ Jadi Magnet Baru Warga Kota Tasikmalaya, Filosofi Sunda Hadir di Jalan Pemuda

Rabu, 20 Agustus 2025 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tasikmalaya, MNP – Satu bulan sejak resmi dibuka, Cape Gulapadi yang berlokasi di Jalan Pemuda, Kota Tasikmalaya, langsung menjadi salah satu tempat kuliner yang ramai dikunjungi masyarakat.

Setiap harinya, tempat ini tidak pernah sepi pengunjung, mulai dari kalangan muda, keluarga, hingga komunitas yang menjadikan Gulapadi sebagai lokasi berkumpul.

Bukan sekadar tempat makan biasa, Cape Gulapadi membawa konsep yang sarat dengan filosofi makanan Sunda. Nama “Gulapadi” sendiri terinspirasi dari dua unsur penting dalam budaya pangan Nusantara.

Ya, gula yang melambangkan rasa manis kehidupan, serta padi yang menjadi simbol utama kemakmuran dan sumber kehidupan masyarakat Sunda.

Kehadiran nama tersebut bukan hanya pemanis, melainkan sebuah identitas yang kuat, seakan mengingatkan masyarakat bahwa makan bukan sekadar mengenyangkan perut, tetapi juga menyambung nilai kebersamaan dan syukur.

Dimas, Manajer Cape Gulapadi, menjelaskan bahwa konsep yang diusung memang dirancang agar dekat dengan nuansa Sunda.

“Kami ingin orang yang datang ke sini bukan hanya makan, tapi juga merasakan bagaimana makanan itu punya makna. Sunda itu kaya akan filosofi, dan kami coba hadirkan lewat setiap hidangan,” ujar Dimas saat ditemui di lokasi Rabu (20/08/2025).

Dari segi menu, Gulapadi menghadirkan berbagai pilihan khas Sunda, seperti nasi liwet, pepes, ayam goreng rempah, hingga sambal yang disajikan dengan cita rasa otentik.

Tak ketinggalan, minuman tradisional seperti bandrek dan bajigur turut melengkapi sajian yang membawa nostalgia bagi banyak pengunjung.

Selain makanan, suasana tempat juga menjadi daya tarik tersendiri. Interior Cape Gulapadi dirancang sederhana dengan sentuhan bambu, kayu, dan ornamen khas Sunda. Musik tradisional Sunda kerap diputar lembut sebagai pengiring, menciptakan atmosfer hangat dan akrab.

Tidak heran jika banyak keluarga menjadikan tempat ini sebagai destinasi makan malam bersama, sementara anak muda kerap memanfaatkannya sebagai spot nongkrong sekaligus berswafoto.

Banyak warga mengaku senang dengan kehadiran Cape Gulapadi di jantung Kota Tasikmalaya.

“Kalau biasanya harus keluar kota atau ke tempat wisata dulu untuk merasakan suasana khas Sunda, sekarang cukup datang ke sini. Tempatnya nyaman, makanannya enak, dan ada nilai budaya yang terasa,” ujar Deni, salah seorang pengunjung.

Menariknya, Gulapadi juga sering dijadikan tempat pertemuan komunitas seni dan budaya. Beberapa kali terlihat pagelaran musik akustik bernuansa etnik, bahkan ada rencana untuk menggelar acara rutin yang menampilkan seni tradisional Tasikmalaya.

Hal ini tentu menambah daya tarik tersendiri, karena masyarakat tidak hanya disuguhi makanan, tetapi juga pengalaman budaya.

Kehadiran Gulapadi seolah menjadi penyegar bagi dunia kuliner Tasikmalaya yang semakin berkembang. Dengan mengangkat filosofi Sunda sebagai dasar konsep, tempat ini berhasil memadukan antara kuliner, budaya, dan suasana kekinian.

Dalam satu bulan saja, Gulapadi sudah membuktikan bahwa masyarakat Tasikmalaya begitu antusias dengan tempat-tempat yang memiliki identitas lokal yang kuat.

Jika trend ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Gulapadi akan menjadi ikon baru kuliner Sunda di Kota Tasikmalaya.

Lebih dari sekadar tempat makan, ia hadir sebagai ruang pertemuan, pengikat kebersamaan, sekaligus pengingat akan kearifan lokal yang tak lekang oleh zaman.

Loading

Penulis : SN

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Ekonomi Rancage Dorong UMKM Naik Kelas, Potensi Lokal Tasikmalaya Jadi Sorotan
Sinergi Samsat Tasikmalaya dan Insan Pers, Perkuat Akses Layanan  Informasi Bagi Warga
Program Kipas Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Tingkatkan Kompetensi Kader ASI Eksklusif di Cilembang
Transaksi Obat Keras Terbatas Terbongkar di Cibatu, Polisi Amankan Ratusan Butir
Hari Lantas ke 71, Satlantas Polres Jeneponto Berbagi Bansos di Binamu 
Kapolres Jeneponto Safari Subuh di Masjid Nurul Falah Rumbia, Imbau Warga Waspadai Karhutla
Tekan Defisit Stok Darah, PMI Kota Tasikmalaya Gandeng Bank Indonesia Edukasi 150 Peserta
Tewah Pupuh, Desa Berkinerja Baik Wakili Kalimantan Tengah di Tingkat Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Ekonomi Rancage Dorong UMKM Naik Kelas, Potensi Lokal Tasikmalaya Jadi Sorotan

Rabu, 16 September 2026 - 17:36 WIB

Sinergi Samsat Tasikmalaya dan Insan Pers, Perkuat Akses Layanan  Informasi Bagi Warga

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Program Kipas Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Tingkatkan Kompetensi Kader ASI Eksklusif di Cilembang

Rabu, 16 September 2026 - 14:20 WIB

Transaksi Obat Keras Terbatas Terbongkar di Cibatu, Polisi Amankan Ratusan Butir

Rabu, 16 September 2026 - 14:11 WIB

Hari Lantas ke 71, Satlantas Polres Jeneponto Berbagi Bansos di Binamu 

Berita Terbaru