TASIKMALAYA, MNP – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai memperkuat strategi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui transformasi digital, integrasi basis data, dan sinergi lintas sektor.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola keuangan daerah yang lebih transparan, efektif, dan akuntabel.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, dalam kegiatan optimalisasi PAD yang diselenggarakan Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Tasikmalaya melalui Bidang P3, bertempat di Pendopo Baru, Kamis (5/11/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini bukan sekadar agenda koordinasi antarlembaga, melainkan menjadi momentum penting untuk membenahi sistem pengelolaan pendapatan daerah, khususnya dalam menggali potensi pajak dan retribusi yang selama ini belum sepenuhnya teridentifikasi secara optimal.
Transformasi digital dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk menjawab tantangan pengelolaan PAD.
Melalui integrasi basis data, pemerintah daerah diharapkan mampu memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai objek pajak, wajib pajak, serta berbagai sumber penerimaan daerah.
Dengan sistem pendataan yang terintegrasi, potensi kebocoran penerimaan dapat diminimalkan. Selain itu, proses administrasi dan pemungutan pajak diharapkan semakin efektif sehingga tidak ada potensi pendapatan daerah yang luput dari pengawasan.
Namun, optimalisasi PAD tidak cukup hanya mengandalkan penggunaan teknologi.
Diperlukan komitmen seluruh perangkat daerah untuk membangun koordinasi, memperkuat pengawasan, serta memastikan setiap sektor yang memiliki potensi pendapatan dapat berkontribusi terhadap peningkatan keuangan daerah.
Di sinilah sinergi lintas sektor menjadi faktor penentu. Integrasi data harus diikuti dengan langkah konkret, bukan sekadar menghasilkan sistem digital tanpa dampak nyata terhadap peningkatan penerimaan daerah.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya diharapkan mampu menjadikan momentum tersebut sebagai titik awal pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola pendapatan daerah.
Publik tentu berharap transformasi digital yang digaungkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi dan koordinasi semata, tetapi benar-benar diwujudkan melalui peningkatan PAD yang terukur, transparansi pengelolaan, serta pelayanan perpajakan yang semakin mudah bagi masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan optimalisasi PAD bukan hanya dilihat dari kecanggihan sistem digital yang dibangun, melainkan dari sejauh mana potensi daerah dapat dikelola secara maksimal dan hasilnya dikembalikan untuk kepentingan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.
![]()
Penulis : Soni
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan