TASIKMALAYA, MNP – Aktivitas pertambangan Galian C di wilayah Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, kini berada dalam kondisi kritis.
Ketua Sahabat Bumi sekaligus Tokoh Pemuda Gandok, Adi Firman Abdul Wahid, S.IP, menyebut praktik tersebut sebagai “luka terbuka” yang mengancam keselamatan generasi mendatang.
Kondisi alam di Bungursari dinilai kian memprihatinkan. Setiap hari, bukit-bukit diratakan dan tanah dikeruk tanpa kendali, menyisakan debu yang mengganggu kesehatan serta infrastruktur jalan yang hancur lebat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pernyataan resminya pada Selasa (03/02/2026), Adi Firman mengungkapkan kekecewaannya terhadap ketimpangan manfaat yang terjadi di lapangan.
Ia menilai keuntungan dari eksploitasi alam ini hanya dinikmati segelintir pihak, sementara warga setempat dipaksa “memanen” dampak buruknya.
“Setiap hari tanah dikeruk, bukit diratakan, sementara warga menanggung jalan rusak dan sumber air yang tercemar. Keuntungan hanya mengalir ke segelintir orang untuk memperkaya diri, sementara rakyat menerima penderitaan. Ini bukan pembangunan, ini adalah ketidakadilan yang dilegalkan,” tegas Adi dengan nada geram.
Adi memperingatkan bahwa jika eksploitasi ini terus dibiarkan, Bungursari tidak hanya akan menghadapi bencana banjir dan longsor, tetapi juga kehilangan identitasnya sebagai ruang hidup yang layak.
Dirinya pun menekankan bahwa alam yang baik adalah warisan untuk anak cucu, namun saat ini justru dikorbankan demi kepentingan sesaat.
“Alam Bungursari perlahan diperas tanpa memikirkan apa yang tersisa bagi generasi mendatang. Yang diambil hari ini adalah keselamatan esok hari,” tambahnya.
Melihat kondisi yang semakin kritis, Sahabat Bumi mendesak Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengambil tindakan tegas. Secara khusus, Adi meminta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), yang dikenal peduli pada isu lingkungan, untuk segera turun tangan.
“Kami mendesak pemerintah untuk tidak menutup mata. Kami minta Kang Dedi Mulyadi selaku Gubernur segera mengevaluasi menyeluruh dan menghentikan praktik Galian C yang merusak. Kembalikan Bungursari sebagai ruang hidup yang aman, adil, dan berkelanjutan bagi warganya,” pungkas Adi.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu langkah konkret dari otoritas terkait untuk memulihkan kerusakan lingkungan dan memastikan keamanan jalur transportasi di wilayah Kecamatan Bungursari.
![]()
Penulis : Alex
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan