Pakpak Bharat, MNP – Upaya memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi desa terus digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat.
Salah satunya melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Nduma Farm di Desa Buluhtellang, Kecamatan Tinada, yang pada Kamis (13/11/2025)
BUMDES Nduma Farm Buluh tellang resmi meluncurkan usaha peternakan ayam petelur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan launching yang berlangsung di halaman Kantor Desa Buluhtellang itu dipimpin langsung oleh Sekretaris Camat Tinada, Jasman Sitakar, mewakili Bupati Pakpak Bharat.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Kasi Pemdes Kecamatan Tinada, Kepala Desa Buluhtellang, Ketua dan Anggota BPD, Pendamping Kabupaten Antonius Tarigan ST, Pendamping Desa, Ketua PKK, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Jasman Sitakar menyampaikan apresiasi atas langkah BUMDes Nduma Farm yang berani mengembangkan sektor peternakan sebagai bagian dari program ketahanan pangan di tingkat desa.
“Keberadaan BUMDes Ketahanan Pangan di Kecamatan Tinada kini mulai menunjukkan hasil yang baik. Kami berharap BUMDes Nduma Farm bisa menjadi contoh sukses bagi desa-desa lain,” ujar Jasman.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan ayam petelur yang jumlahnya mencapai 250 ekor, dengan melakukan kerja sama bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pakpak Bharat untuk pengawasan rutin dan vaksinasi hewan ternak.Sementara itu,
Kepala Desa Buluhtellang, Jonna Boangmanalu, mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak sehingga kegiatan launching ini dapat terlaksana dengan baik.
“BUMDes Nduma Farm berdiri sejak tahun 2025 dengan memanfaatkan Dana Desa (DD). Kami berharap usaha ini benar-benar dijaga dan dikelola dengan tekun, karena kerja keras pasti membuahkan hasil,” ucap Jonna.
Senada dengan itu, Ketua unit ketahana pangan pada BUMDes Nduma Farm, Saut Sayang Padang, menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan pemerintah desa dan masyarakat.
“Semoga peternakan ayam petelur ini bisa membawa perubahan positif bagi perekonomian masyarakat Desa Buluhtellang,” ungkap Saut.
Saat ini, sebanyak 250 ekor ayam petelur yang baru menjalani masa perawatan intensif diharapkan segera produktif untuk menghasilkan telur dalam jumlah stabil, sehingga dapat menopang kebutuhan pangan dan meningkatkan pendapatan warga desa.
Peluncuran ini menjadi langkah nyata bahwa BUMDes Nduma Farm desa Buluh Tellang ini bukan sekadar simbol kelembagaan ekonomi desa, tetapi motor penggerak kesejahteraan masyarakat menuju kemandirian ekonomi lokal.
![]()
Penulis : Benny Solin
Editor : Redi Setiawan









Tinggalkan Balasan