Budaya Dongeng Anak-anak Kini Semakin Memudar

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEMALANG, MNP – Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa kaya akan budaya, warisan kekayaan itu tidak hanya tercermin dalam ragam tarian, musik, atau busana tradisional saja, akan tetapi juga dalam tradisi lisan yang hidup dan mengakar kuat di tengah masyarakat.

Salah satunya adalah budaya dongeng, yang sarat makna, seni bertutur atau mendongeng. Melalui tuturan, nilai-nilai kehidupan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Oleh karena itu, menjaga bahasa dan tradisi bertutur sejatinya adalah upaya menjaga jati diri dan kebudayaan bangsa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu dikatakan Muhtamam Hasani ketua Kampung Dongeng Kabupaten Pemalang atau yang lebih akrab disapa Kak Amam oleh kalangan anak-anak..

Menurutnya, dongeng atau cerita kepada anak, merupakan media komunikasi sekaligus media penanaman nilai yang efektif untuk anak.

“Dengan mendongeng anak tidak merasa digurui, tidak merasa disuruh suruh, tapi dengan kesadaran sendiri mereka akan mengerti dan melakukan hal hal baik yang dipesankan dalam dongeng atau cerita,” ujar Kak Amam, Senin (12/1)2026).

Menceritakan dongeng pada anak sejak dini, bermanfaat sekali untuk daya perkembangan anak. Mereka akan di tuntut untuk berfikir dan membayangkan suatu cerita yang di dengarkannya,lalu anak akan timbul berimajinasi dengan daya otak.

Lebih lanjut dirinya menuturkan, sebetulnya animo mendongeng untuk anak-anak masih cukup bagus, akan tetapi sayang pihak Pemerintah lewat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kurang maksimal dalam melestarikan, budaya asli Nusantara tersebut.

“Sangat antusias, meraka sangat suka, buktinya mereka mengikutinya sampai selesai dan ingin lagi di dongengin kembali,” tambah Kak Amam.

Pegiat dunia anak dan mantan Anggota DPRD kabupaten Pemalang, menyayangkan belum maksimalnya Dinas terkait,dalam mempertahankan budaya serta kearifan lokal ini,

“Untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemalang, kernah juga adakan pelatihan mendongeng untuk para Guru, hanya saja sayang belum ada tindak lanjut,” tutupnya.

Saat ini minat membaca dongeng di kalangan anak generasi milenial mulai memudar, bisa kita lihat usia balita dan anak kurang dibiasakan mendengarkan dongeng atau cerita pendek yang di sampaikan secara langsung oleh orang tuanya.

Biasanya, dari mereka memilih menggunakan telepon genggam atau handphone untuk melatih daya otak anak. Padahal, peran orang tua disini sangatlah penting karena pendidikan anak yang pertama ia dapatkan di dalam rumah.

Dongeng adalah cerita pendek yang tidak benar-benar terjadi atau fiktif (yang dibuat-buat). Terdapat beberapa jenis dongeng diantaranya

Fabel: Cerita yang karakter utamanya ialah hewan atau tumbuhan yang berperilaku seperti manusia.

Cerita jenaka: Cerita yang memberikan efek yang membacanya akan tertawa.

Cerita legenda: Cerita asal-usul tempat di suatu daerah.

Cerita mitos: Merupakan cerita yang dari kepercayaan masyarakat di suatu daerah.

Cerita sage: Cerita yang terdapat unsur sejarah dan telah tercampur dengan fantasi rakyat.

Cerita parabel: Cerita yang berunsur pendidikan dan keagamaan.

Dokumentasi Pribadi: Peran orang tua di sini dimaksudkan memberikan pendidikan pertama terhadap anak mengenai bagaimana dalam pembentukan karakteristik kebiasaan anak.

Jangan membiasakan anak sejak dini di tuntun menonton lewat handphone. Karena, dampak yang terjadi sangat kurang baik untuk anak yaitu, akan mempengaruhi perkembangannya anak.

Selain itu, berkurangnya perkembangan otak anak, anak akan menjadi pribadi yang tertutup, kurang beradaptasi, suka menyendiri, melakukan kekerasan, dan memudarnya kreativitas anak.

Menceritakan dongeng pada anak sejak dini bermanfaat sekali untuk daya perkembangan anak. Mereka akan di tuntut untuk berfikir dan membayangkan suatu cerita yang ia dengarkan lalu anak akan timbul berimajinasi dengan daya otak.

Loading

Penulis : Ragil

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

PD Baso Momo Jaya dan CV Assalam Family Rutin Berbagi, Karang Taruna Bantarsari: Semoga Menjadi Inspirasi
Respons Cepat Polsek Malangbong, Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Nasional Limbangan
Polsek Malangbong Tanggap Bencana, Rumah Warga Ambruk Diterjang Hujan
Bawa Kabur Mobil dan Ratusan Gas LPG, Dua Begal Perusahaan di Karangpawitan Masuk Sel
Ketua DPD PAN Bartim Soroti Kesejahteraan Buruh di Tengah Tekanan Global
Perangi Narkoba, Satresnarkoba Polres Pakpak Bharat Ringkus Seorang Petani Pemilik Sabu
Dibalik Gemuruh May Day: Suara Sunyi Buruh Masih Terpinggirkan
Kapolres Pakpak Bharat Tegaskan Personel Siap Siaga Amankan May Day: Jangan Underestimate!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:23 WIB

PD Baso Momo Jaya dan CV Assalam Family Rutin Berbagi, Karang Taruna Bantarsari: Semoga Menjadi Inspirasi

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:23 WIB

Respons Cepat Polsek Malangbong, Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Nasional Limbangan

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:15 WIB

Polsek Malangbong Tanggap Bencana, Rumah Warga Ambruk Diterjang Hujan

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:21 WIB

Bawa Kabur Mobil dan Ratusan Gas LPG, Dua Begal Perusahaan di Karangpawitan Masuk Sel

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:32 WIB

Ketua DPD PAN Bartim Soroti Kesejahteraan Buruh di Tengah Tekanan Global

Berita Terbaru

Berita terbaru

Polsek Malangbong Tanggap Bencana, Rumah Warga Ambruk Diterjang Hujan

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:15 WIB