Penasehat Forum Bungursari Bersatu (FBB)
Berbicara masalah sampah adalah tentang prinsip kesadaran, dan berbicara sistem adalah masalah pengawasan, karena namanya terkait sampah merupakan hal kompleks.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bukan hanya sekedar kita bisa melihat sampah atau limbah di jalan, tetapi bagaimana melihat moralitas dan mentalitas masyarakat kepedulian terhadap lingkungan.
Artinya, bahwa berbicara sampah itu bagaimana pemerintah yang kemas supaya masyarakat sadar terhadap lingkungan, jangan sampai berbicara sampah itu indikatornya terlihat kumuh, bukan itu latar belakang umumnya.
Terutama mungkin pemerintah bisa membuat regulasi seandainya ada masyarakat belanja minimal Rp 150.000 ke atas, kenapa baru pakai plastik, kalau hanya Rp 25.000, bisa dengan kantong semen, karena bisa dibakar dan bisa jadi pupuk.
Terus masalah CCTV, apa tujuannya? saya nilai kurang efektif di zaman sekarang ini kalau pemerintah memberlakukan itu, apakah untuk memenjarakan masyarakat? Apa ada tujuan lain?
Jadi masalah sampah adalah masalah kita semua bukan tanggungjawab pemerintahan saja. Tetapi berkaitan dengan seluruh aspeknya, birokrasi pun sama, semuanya terlibat bukan hanya Dinas Lingkungan Hidup.
Terus untuk supaya bagaimana efektif dan efisiensi dalam penanggulangan sampah bukan hanya sekedar pemerintah bisa melarang membuang sampah di mana-mana.
Tetapi pemerintah pun harus siap berkorban untuk pengadaan fasilitas sampah, terutama untuk di setiap Kelurahan harus ada bak sampah.
Tapi, kalau armadanya telat, pemerintah juga harus konsen kepada mobilisasi dan operator, jangan sampai nanti bak sampah ada di setiap Kelurahan, tapi kalau tidak atau telat diangkut, akan jadi masalah baru.
Meski harus diakui pengadaan bank sampah harus diapresiasi, namun tetap intinya berbicara masalah adalah urusan global, tetapi lebih cenderung pemerintah harus menyeimbangkan antara bak sampah dengan Armada.
Jangan berbicara bak sampah dan CCTV saja, akan tetapi penyadaran terhadap masyarakat untuk menyadarkan masyarakat bagaimana melibatkan RT, RW dan kelurahan setempat, juga bagaimana RT RW berikut kesejahteraannya.
Jangan sampai hanya dijadikan kambing perasaan saja, diambil tenaga, pikiran waktunya saja, akan tetapi supaya RT RW bertanggung jawab kepada tugas dan fungsinya dengan kesejahteraan RT RW-nya begitu jadi masalah.
Terus untuk bank sampah beberapa tahun yang lalu pemerintah mencanangkan adanya bank sampah, tapi serba kesulitan karena ternyata bank sampah ini membutuhkan tanah hibah atau tanah yang tidak terikat.
Inilah kesulitannya, kalau memang peduli jangan tanggung, harus sekaligus dengan anggaran besar untuk bank sampah.
Idealnya, pemerintah harus bisa membebaskan lahan di sejumlah wilayah, jadi tidak cukup dalam satu RW atau satu tempat RW, karena sekarang luas.
Bisa jadi mungkin dalam satu kewenangan atau satu kelurahan beberapa lokasi ini yang harus dibebaskan oleh pemerintahan untuk bank sampah, tolong jadi untuk pembuangan sementara itu adanya bank sampah, terutama perhatikan pembebasan lahannya.
Mobilisasi Cator tiap Kelurahan
Untuk cator, perlu disikapi, meski kebutuhan satu unit dalam satu kelurahan itu dirasa tidak cukup, akan tetapi dengan adanya keterbatasan harus kita apresiasi saja dulu.
Hanya, ini membingungkan, karena cator sampah tujuan akhirnya harus dibuang kemana? terus untuk cator sendiri bagaimana supaya berkelanjutan, dalam artian dana pemeliharaan dan operatornya.
Tentu saja, bagaimana kita harus menggali sumber-sumber pemeliharaannya, itu masalah cator pemerintah harus memperhitungkan dan memberikan petunjuk kemana itu tempat sampah berakhir yang dibawa oleh cator.
Untuk PJ Wali Kota Tasikmalaya, kami masyarakat bisa menyarankan dan memberikan pandangan, kalau program kebersihan ini dilaksanakan artinya pemerintah juga harus fleksibel, harus memikirkan antisipasi latar belakangnya.
Kami warga masyarakat Tasikmalaya Forum Bungursari Bersatu menyambut baik program PJ Wali Kota terhadap kebersihan yang memang jadi sorotan selama ini.
Semoga saja, harapan masyarakat dengan adanya program kebersihan ini kota Tasikmalaya akan kembali menjadi kota Resik, kota Asri, bersih, tertib dan tidak kumuh.
Terutama ini untuk masyarakat, kami mengajak untuk menerapkan kesadarkan diri terhadap lingkungan, kita intropeksi diri.
![]()









Tinggalkan Balasan