BATAMAD Dampingi Keluarga Almarhum Christian Simbar Bacakan Pernyataan Permohonan Untuk Pemprov Kalteng

Rabu, 31 Januari 2024 - 14:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barito Timur, MNP – Keluarga besar almarhum Christian Simbar sampaikan pernyataan permohonan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), bertempat di makam Christian Simbar, Desa Kalahien/Madara, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalteng, Rabu (30/01/2024).

Nampak mendampingi jajaran pengurus Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (BATAMAD) Kalimantan Tengah, Tokoh Masyarakat serta perwakilan Ormas dari berbagai organisasi.

Ketua Batamad Kabupaten Barito Timur sekaligus Panglima Batamad Provinsi Kalimantan Selatan, Hardy C Agoeh.,SH mengatakan, pernyataan permohonan ini bertepatan dengan Rakerda II dan apel Kapakat II Batamad Kalimantan Tengah.

Dimana salah satu agendanya yakni napak tilas ke tempat bersejarah di tiga tempat berbeda yang dimulai dari tempat pertapaan almarhum bapak Tjilik Riwut di Kabupaten Katingan, dilanjutkan ke Tumbang Anoi dan terakhir menuju Makam Christian Simbar.

Dijelaskan, sebelum pemekaran wilayah Kalimantan Tengah ini dahulunya masuk dalam wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Dan baru pada tahun 1957 Kalimantan Tengah berdiri menjadi sebuah Provinsi definitif lepas dari Kalimantan Selatan,” jelas Hardy C Agoeh.

Dilanjutkan, berdirinya Provinsi Kalimantan Tengah, bukan hadiah, butuh perjuangan agar Kalimantan Tengah bisa menjadi Provinsi definitif. Dan hal tersebut tidak terlepas dari peran 2 tokoh dayak dan salah satunya adalah Christian Simbar.

Menurut Hardy C Agoeh, selama ini yang masyarakat ketahui dan sudah diakui oleh pemerintah, tokoh pendiri Kalimantan Tengah adalah Tjilik Riwut.

Pihaknya juga tidak menyalahkan hal tersebut, karena beberapa tahun yang telah silam kita tidak mengetahui dimana keberadaan Christian Simbar, apakah masih hidup ataukah sudah meninggal dunia.

“Sehingga tidak mungkin bila kemudian kita ajukan permohonan agar nama Christian Simbar menjadi salah satu tokoh dayak pendiri Kalimantan Tengah,” jelasnya.

Hat tersebut berbeda dengan kondisi saat ini. Karena kurang lebih 5 tahun yang telah lewat, keberadaan Christian Simbar akhirnya diketahui berada di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kupang dengan status sudah meninggal dunia karena sakit.

Kemudian atas permintaan keluarga besar dan difasilitasi oleh pemerintah daerah maka makam almarhum Christian Simbar di Provinsi NTT kemudian dibongkar dan tulang beliau kemudian dibawa ke Kabupaten Barito Selatan untuk disemayamkan.

Keberadaannya yang sudah diketahui serta dibawanya tulang almarhum Christian Simbar dari Provinsi NTT, itu merupakan bukti otentik.

Oleh karena itu, Batamad, beserta keluarga besar almarhum, tokoh masyarakat DAS Barito membuat peryataan permohonan agar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengakui secara SAH.

“Bahwa Christian Simbar merupakan salah satu dari 2 tokoh Dayak, yang berjuang agar terbentuknya Provinsi Kalimantan Tengah,” harap Hardy C Agoeh.

Dirinya juga menambahkan, kedepannya pihak keluarga bekerjasama dengan pemerintah daerah Das Barito akan meminta agar napak tilas, pelaksanaan acara ritual adat bisa dijadualkan oleh Pemerintah Provinsi melewati dinas pariwisata.

“Disamping hal tersebut dirinya meminta agar pemerintah juga mengucurkan anggaran untuk pengembangan situs cagar budaya tersebut untuk menambah nilai estetika,” pungkasnya.

Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Panglima Batamad Provinsi Kalimantan Tengah, Yuandrias yang pada kesempatan tersebut menyampaikan pesan singkatnya agar menghormati jasa dari almarhum Christian Simbar sebagai salah satu tokoh dayak Kalimantan Tengah.

“Kalau kita ingin maju, kalau kita ingin menjadi bangsa yang besar hormati jasa para pahlawan,” kata Yuandrias.

Senada, pengurus Batamad Kabupaten Barito Selatan, Marcopolo juga menekankan agar menghargai, merawat, menjaga dan mengisi apa yang telah diperjuangkan oleh tokoh-tokoh dayak sebelumnya sebagai wujud tanggung jawab generasi saat ini.

Loading

Penulis : Adi Suseno

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Wujud Sedekah Jariyah, Keluarga Almarhum Azis Riyono Wakafkan Al-Qur’an di Tiga Masjid
Selamatkan Sungai Kuantan, Polsek Cerenti Tertibkan 48 Rakit Tambang Emas Ilegal
Bupati Jeneponto Hadiri Upgrading dan Silaturahim Muballigh Yayasan Dewan Dakwah Turatea Indonesia
Kades Wuran Geram, PT Mulia Pilar Nusantara Diduga Bebaskan Lahan Tanpa Sosialisasi 
Tagih Janji Dedi Mulyadi, Akses Jalan SMAN 11 Tasikmalaya Masih “Slogan”, Apakah Menguap di Dinas Terkait?
Kader TPK Bungursari dan Sub Pos KB Harapkan Pencairan Insentif Lancar untuk BPJS
Pertamina dan Hiswana Migas Mangkir, Aliansi Lingkungan Desak DPRD Tasikmalaya Jadwal Ulang Audiensi SPBU
Keroyok Penjaga Pintu Perlintasan KA di Garut, 4 Pelaku Ditangkap Polisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:06 WIB

Wujud Sedekah Jariyah, Keluarga Almarhum Azis Riyono Wakafkan Al-Qur’an di Tiga Masjid

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:31 WIB

Selamatkan Sungai Kuantan, Polsek Cerenti Tertibkan 48 Rakit Tambang Emas Ilegal

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:30 WIB

Bupati Jeneponto Hadiri Upgrading dan Silaturahim Muballigh Yayasan Dewan Dakwah Turatea Indonesia

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:04 WIB

Kades Wuran Geram, PT Mulia Pilar Nusantara Diduga Bebaskan Lahan Tanpa Sosialisasi 

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:11 WIB

Tagih Janji Dedi Mulyadi, Akses Jalan SMAN 11 Tasikmalaya Masih “Slogan”, Apakah Menguap di Dinas Terkait?

Berita Terbaru