Bahaya Ice Smoke, Es Ciki Kebul yang Bikin Berasap Bak Naga

Kamis, 14 Juli 2022 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Jakarta – Ice smoke atau es ciki kebul banyak disukai, terutama oleh anak-anak. Tapi ternyata bahaya ice smoke (es ciki kebul) ini cukup besar buat anak-anak, es ciki kebul makan korban di Ponorogo.

Sebelumnya, seorang bocah di Desa Bajang yang baru berusia lima tahun mengalami luka bakar yang cukup serius. Luka ini dia dapat setelah jajan ice smoke yang malah mengeluarkan api alih-alih es krim. Es ciki kebul makan korban di Ponorogo.

Bagaimana sebenarnya bahaya ice smoke (es ciki kebul) ini?

Ice smoke atau es ciki kebul ini memang cukup menarik. Walau dingin dia mengeluarkan asap saat dikonsumsi.

Asap ini berasal dari nitrogen cair atau liquid nitrogen yakni nitrogen yang berada dalam keadaan cair pada suhu yang sangat rendah.

Bocah Ponorogo Terbakar Jajanan Ice Smoke yang Keluarkan Api
Bahaya Ice smoke (es ciki kebul) sebenarnya bukan hal yang baru.

Bahkan pada 2018 lalu Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat telah memperingatkan agar es krim ini tidak dikonsumsi.

Mengonsumsi nitrogen cair bahkan disebut bisa membakar tenggorokan seseorang karena sangat dingin. Bahkan beberapa kasus ekstrim menyebutkan, ice smoke ini bisa menyebabkan kerusakan internal pada organ.

Sebagaimana dilansir dari NBC, FDA juga menyebut bahaya ice smoke ini bahkan bisa mengancam jiwa. Mereka yang menderita asma juga disarankan untuk menjauh dari es krim nitrogen cair.

Nitrogen cair memang zat kimia yang tidak beracun, tapi nitrogen cair bisa menyebabkan kerusakan kulit dan organ dalam yang parah jika tidak ditangani dengan benar.

Bahkan dilansir Mashed, menghirup uapnya juga bisa menyebabkan kesulitan bernapas bagi penderita asma.

Bahaya ice smoke atau es ciki kebul ini sering tak disadari, namun Anda harus tetap waspada dan hati-hati lantaran es ciki kebul makan korban di Ponorogo. (Net)

Loading

Berita Terkait

Pengaturan Tugas Personel Dishub Kota Bogor Dinilai Cacat SOP
Opini: Indikator Bencana Nasional Bukan Kitab Suci, Jangan Tunggu Korban Berjatuhan Baru Menetapkan Status
Botok Suarakan Hilangnya Kepercayaan Rakyat Pada Hukum di Pengadilan Negeri Pati
Audiensi Tambang PT SJP di DPRD Berujung Tanya, Koalisi LSM Desak Kehadiran Bapenda dan DLH
Pengurus PPPK Teknis Garut Ucapkan Selamat Ultah ke Sekda Nurdin Yana
Bupati Jeneponto Kumpulkan Forkopimda Bahas Isu Kamtibmas hingga Kabut Asap
Merasa Masih Termarginalkan, FKKS SMK Swasta Kota Tasikmalaya Minta Keberpihakan Kebijakan
Proyek Asrama Mahasiswa Bartim Rp2,8 Miliar Disorot: Bangunan Belum Ditempati, Fasilitas Bermasalah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Pengaturan Tugas Personel Dishub Kota Bogor Dinilai Cacat SOP

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:17 WIB

Opini: Indikator Bencana Nasional Bukan Kitab Suci, Jangan Tunggu Korban Berjatuhan Baru Menetapkan Status

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Botok Suarakan Hilangnya Kepercayaan Rakyat Pada Hukum di Pengadilan Negeri Pati

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Audiensi Tambang PT SJP di DPRD Berujung Tanya, Koalisi LSM Desak Kehadiran Bapenda dan DLH

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Pengurus PPPK Teknis Garut Ucapkan Selamat Ultah ke Sekda Nurdin Yana

Berita Terbaru

Berita terbaru

Pengaturan Tugas Personel Dishub Kota Bogor Dinilai Cacat SOP

Kamis, 15 Okt 2026 - 08:28 WIB

Berita terbaru

Pengurus PPPK Teknis Garut Ucapkan Selamat Ultah ke Sekda Nurdin Yana

Rabu, 14 Okt 2026 - 14:30 WIB