Merasa Masih Termarginalkan, FKKS SMK Swasta Kota Tasikmalaya Minta Keberpihakan Kebijakan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TASIKMALAYA, MNP – Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) SMK Swasta Kota Tasikmalaya mulai memperkuat konsolidasi organisasi melalui rapat kerja dan penyusunan program strategis kepengurusan.

Tak sekadar menyusun agenda rutin, forum ini diarahkan menjadi langkah konkret untuk memperjuangkan eksistensi SMK swasta yang dinilai masih menghadapi tantangan dalam memperoleh perhatian dan keberpihakan kebijakan pendidikan.

Ketua FKKS SMK Swasta Kota Tasikmalaya, Ustadz Nandang Ali Nurjaman, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa penguatan solidaritas antarsekolah, pemetaan persoalan, serta inovasi untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat menjadi agenda penting yang akan didorong melalui kepengurusan FKKS.

Rapat kerja yang digelar di Hotel Cordela Suites Tasikmalaya, Rabu (14/10/2026), tersebut diikuti seluruh pengurus. Kegiatan ini menjadi tindak lanjut setelah pelantikan kepengurusan sekaligus pijakan untuk menyusun program kerja yang akan dilaksanakan ke depan.

“Setelah pelantikan, secara organisasi kami harus melaksanakan rapat kerja untuk menyusun program yang akan dijalankan. Alhamdulillah, hari ini seluruh pengurus hadir untuk bersama-sama merumuskan program kerja kepengurusan FKKS ke depan,” ungkap Nandang.

Nandang mengakui, salah satu persoalan yang menjadi perhatian FKKS adalah posisi SMK swasta dalam dinamika kebijakan pendidikan.

Menurutnya, sekolah swasta memiliki kontribusi besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga keberadaannya perlu mendapat perhatian yang proporsional dari para pemangku kebijakan.

Ia berharap, melalui kekuatan kolektif dan program kerja yang terarah, SMK swasta di Kota Tasikmalaya dapat terus berkembang, meningkatkan mutu pendidikan, serta memperoleh kesempatan yang lebih baik untuk berkompetisi secara sehat.

“Kami ingin mengangkat SMK-SMK swasta di Kota Tasikmalaya yang hari ini kami rasakan masih menjadi bagian yang termarginalkan dalam kebijakan dan berbagai aspek lainnya. Dengan kekuatan kebersamaan serta program yang disiapkan secara baik, mudah-mudahan SMK swasta bisa menjadi lebih baik, lebih maju, dan semakin solid,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi catatan penting bahwa tantangan pendidikan vokasi tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan sekolah mengelola kegiatan belajar mengajar.

Dukungan kebijakan, penguatan kelembagaan, kualitas fasilitas, serta kepercayaan masyarakat juga menjadi faktor yang menentukan keberlangsungan dan daya saing sekolah.

Meski demikian, persoalan mengenai bentuk kebijakan yang dinilai belum proporsional itu masih memerlukan pemetaan lebih terperinci, termasuk kebijakan apa yang menjadi kendala, sekolah mana yang terdampak, dan bentuk dukungan apa yang paling dibutuhkan.

Dengan demikian, aspirasi yang disampaikan FKKS diharapkan dapat berkembang menjadi masukan konstruktif bagi pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan pendidikan lainnya.

Dalam waktu dekat, FKKS SMK Swasta Kota Tasikmalaya memprioritaskan penguatan solidaritas antarsekolah sebagai fondasi organisasi. Nandang menilai, kebersamaan menjadi modal penting agar sekolah-sekolah swasta tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menghadapi tantangan pendidikan.

Agenda berikutnya adalah mengidentifikasi persoalan yang dihadapi masing-masing sekolah. Pemetaan tersebut dinilai penting agar program yang dirumuskan tidak berhenti pada wacana umum, tetapi mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

FKKS juga mendorong lahirnya inovasi untuk meningkatkan daya tarik SMK swasta di tengah persaingan antarlembaga pendidikan.

Menurut Nandang, masyarakat perlu melihat sekolah swasta sebagai pilihan pendidikan yang layak dipertimbangkan, dengan kualitas dan keunggulan yang dapat bersaing dengan sekolah negeri.

“Kami ingin memperkuat solidaritas dan kebersamaan antarsekolah, kemudian mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi masing-masing sekolah. Setelah itu, kami juga ingin menghadirkan inovasi agar SMK swasta semakin dilirik masyarakat dan mampu meningkatkan minat orang tua untuk menyekolahkan putra-putrinya,” tuturnya.

Upaya tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi FKKS. Sebab, peningkatan kepercayaan masyarakat tidak cukup dibangun melalui promosi, tetapi perlu dibuktikan dengan kualitas pembelajaran, kompetensi lulusan, fasilitas praktik, kedisiplinan, serta relevansi program keahlian dengan kebutuhan dunia kerja.

Karena itu, keberhasilan program FKKS nantinya akan sangat ditentukan oleh kemampuan pengurus menerjemahkan gagasan menjadi langkah terukur dan hasil yang dapat dirasakan oleh sekolah, peserta didik, maupun masyarakat.

Terkait perhatian pemerintah terhadap SMK swasta, Nandang menyatakan pihaknya tetap optimistis meskipun masih melihat adanya dampak kebijakan yang dirasakan oleh sekolah-sekolah swasta.

Ia berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat semakin memberikan perhatian terhadap peran sekolah swasta sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan.

“Kami tetap optimistis bahwa dengan kekuatan kebersamaan dan program-program yang akan kami susun serta laksanakan, mudah-mudahan Pemerintah Kota Tasikmalaya maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat melihat bahwa sekolah swasta juga memiliki kontribusi luar biasa sebagai bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.

Harapan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar hubungan antara pemerintah dan penyelenggara pendidikan swasta dibangun melalui komunikasi, evaluasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan.

Di sisi lain, tuntutan pemerataan perhatian perlu disertai dialog berbasis data agar persoalan yang dihadapi sekolah dapat diidentifikasi secara objektif.

Dengan begitu, kebutuhan sekolah swasta dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pendidikan sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Rapat kerja FKKS SMK Swasta Kota Tasikmalaya kini menjadi momentum untuk menguji sejauh mana konsolidasi organisasi mampu melahirkan perubahan.

Solidaritas, pemetaan persoalan, dan inovasi merupakan langkah awal, tetapi implementasi dan evaluasi akan menjadi ukuran penting keberhasilannya.

Publik tentu berharap program yang dirumuskan tidak berhenti sebagai dokumen organisasi, melainkan memiliki sasaran yang jelas, tahapan pelaksanaan, indikator keberhasilan, serta mekanisme evaluasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi FKKS, pekerjaan rumah ke depan bukan hanya memperkuat posisi sekolah swasta dalam ekosistem pendidikan, tetapi juga membuktikan bahwa sekolah-sekolah tersebut mampu menghadirkan layanan pendidikan vokasi yang berkualitas, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan.

Pada akhirnya, kemajuan SMK swasta bukan semata-mata kepentingan pengelola sekolah. Lebih dari itu, persoalan ini menyangkut akses pendidikan, masa depan peserta didik, kesiapan tenaga kerja, dan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

Kini, tantangannya adalah memastikan semangat kebersamaan yang dibangun melalui rapat kerja benar-benar menjelma menjadi program konkret—sehingga SMK swasta tidak hanya diperhitungkan dalam wacana pendidikan, tetapi juga memperoleh ruang yang layak untuk tumbuh, berkembang, dan berkontribusi.

Loading

Penulis : Alex

Editor : Redi Setiawan

Berita Terkait

Proyek Asrama Mahasiswa Bartim Rp2,8 Miliar Disorot: Bangunan Belum Ditempati, Fasilitas Bermasalah
Bupati Pakpak Bharat Buka TMMD ke-130, Ratusan TNI Dikerahkan Buka Akses Jalan Desa Sibongkaras
Tembus Luwu Timur, Pemkab Enrekang Teken Kerjasama Strategis Pasokan Pangan di PT Vale Sorowako
Tegas! Bupati Yusuf Ritangnga sebut Pancasila Bukan Sekadar Sejarah, Tapi Perekat Bangsa
Coreng Pelayanan Perbankan? Oknum Kaunit BRI Unsil Tasikmalaya Diduga Merendahkan Nasabah
Arahkan Hak Jawab ke Pihak Lain, SMAS Pasundan 1 Tasikmalaya Belum Jawab Isu Jual Beli Proyek Revitalisasi
Modal Jaket Ojol dan 11 Kunci Pintu, Spesialis Pencuri Rumah Kosong Dicokok Polres Garut
Bupati Jeneponto Buka Pelatihan Vokasi Nasional Batch V Tahun 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Merasa Masih Termarginalkan, FKKS SMK Swasta Kota Tasikmalaya Minta Keberpihakan Kebijakan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Proyek Asrama Mahasiswa Bartim Rp2,8 Miliar Disorot: Bangunan Belum Ditempati, Fasilitas Bermasalah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:11 WIB

Bupati Pakpak Bharat Buka TMMD ke-130, Ratusan TNI Dikerahkan Buka Akses Jalan Desa Sibongkaras

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Tembus Luwu Timur, Pemkab Enrekang Teken Kerjasama Strategis Pasokan Pangan di PT Vale Sorowako

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Tegas! Bupati Yusuf Ritangnga sebut Pancasila Bukan Sekadar Sejarah, Tapi Perekat Bangsa

Berita Terbaru